Kenapa Perusahaan Sekarang Tidak Hanya Melihat IPK Saat Merekrut Fresh Graduate?

IPK masih menjadi salah satu informasi yang sering dicantumkan dalam CV fresh graduate. Nilai tersebut dapat memberikan gambaran mengenai pencapaian akademik selama kuliah. Namun, dalam proses rekrutmen, perusahaan kini tidak selalu menjadikan IPK sebagai satu-satunya pertimbangan ketika memilih kandidat.

Persaingan kerja membuat fresh graduate perlu menunjukkan lebih banyak hal daripada sekadar nilai akademik. Perusahaan juga ingin mengetahui apakah calon karyawan memiliki keterampilan yang sesuai, mampu bekerja sama, dapat berkomunikasi, serta siap menghadapi situasi kerja yang berbeda dari lingkungan perkuliahan.

IPK Tetap Penting, tetapi Bukan Satu-Satunya Ukuran

IPK dapat menjadi salah satu indikator kedisiplinan dan konsistensi mahasiswa dalam menjalani perkuliahan. Pada beberapa posisi atau perusahaan, batas IPK tertentu bahkan masih dicantumkan sebagai persyaratan awal.

Meski begitu, IPK tidak selalu menggambarkan seluruh kemampuan seseorang. Dua lulusan yang memiliki IPK berbeda belum tentu memiliki kemampuan kerja yang berbeda pula. Pengalaman organisasi, proyek, kemampuan menggunakan teknologi, komunikasi, hingga cara menyelesaikan masalah juga dapat memengaruhi performa seseorang di tempat kerja.

Karena itu, proses seleksi fresh graduate biasanya melihat kandidat secara lebih menyeluruh. IPK dapat membantu kandidat melewati tahap awal, tetapi keterampilan dan pengalaman dapat menjadi faktor yang menentukan pada tahap berikutnya.

Perusahaan Membutuhkan Keterampilan yang Bisa Digunakan di Dunia Kerja

Dunia perkuliahan memberikan dasar pengetahuan, sedangkan pekerjaan menuntut mahasiswa menerapkan pengetahuan tersebut dalam situasi nyata. Hal ini membuat perusahaan memperhatikan keterampilan yang relevan dengan posisi yang ditawarkan.

Beberapa kemampuan yang banyak dibutuhkan dalam dunia kerja antara lain:

  • Komunikasi, baik secara lisan maupun tertulis.
  • Problem solving untuk menghadapi persoalan pekerjaan.
  • Teamwork ketika harus bekerja bersama orang dari latar belakang berbeda.
  • Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan tugas dan lingkungan kerja.
  • Literasi digital untuk menggunakan berbagai perangkat dan aplikasi.
  • Manajemen waktu untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai prioritas.
  • Kemampuan belajar ketika harus memahami sistem atau pengetahuan baru.

Fresh graduate yang dapat menunjukkan keterampilan tersebut memiliki nilai tambah, terutama ketika pengalaman kerjanya masih terbatas.

Pengalaman Organisasi Bisa Menjadi Nilai Tambah

Mahasiswa sering menganggap pengalaman organisasi hanya berkaitan dengan kegiatan kampus. Padahal, pengalaman tersebut dapat menunjukkan kemampuan yang relevan untuk pekerjaan.

Ketika menjadi anggota atau pengurus organisasi, mahasiswa dapat belajar membagi tugas, berkoordinasi, menyusun kegiatan, menghadapi perbedaan pendapat, hingga bertanggung jawab terhadap target tertentu.

Hal yang penting bukan sekadar mencantumkan nama organisasi dalam CV. Kandidat perlu menjelaskan kontribusi yang pernah dilakukan. Misalnya, daripada hanya menulis “anggota divisi acara”, kandidat dapat menjelaskan bahwa dirinya terlibat dalam penyusunan konsep kegiatan, koordinasi panitia, atau pengelolaan peserta.

Informasi tersebut membuat perekrut lebih mudah melihat keterampilan yang diperoleh dari pengalaman tersebut.

Portofolio Membantu Fresh Graduate Menunjukkan Kemampuan

Portofolio juga semakin relevan bagi posisi tertentu. Dokumen ini dapat menjadi bukti konkret bahwa kandidat pernah mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan bidang yang dilamar.

Bentuk portofolio dapat berbeda berdasarkan pekerjaan. Mahasiswa desain dapat menampilkan karya visual, mahasiswa bidang teknologi dapat menunjukkan proyek yang pernah dibuat, sedangkan mahasiswa pendidikan dapat menampilkan perangkat pembelajaran, pengalaman mengajar, atau proyek akademik yang relevan.

Portofolio tidak harus berisi proyek besar. Tugas kuliah yang dikembangkan secara serius, proyek organisasi, kegiatan magang, atau pekerjaan freelance juga dapat menjadi bahan selama memang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Soft Skill Ikut Dinilai Saat Wawancara

Kemampuan teknis saja belum tentu cukup. Perusahaan juga perlu mengetahui bagaimana kandidat berkomunikasi dan merespons situasi tertentu.

Pada tahap wawancara, misalnya, perekrut dapat melihat cara kandidat menjelaskan pengalaman, menjawab pertanyaan, menerima kritik, atau menyampaikan pendapat. Respons tersebut dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, pola berpikir, dan sikap profesional.

Fresh graduate tidak harus memiliki jawaban yang sempurna. Hal yang lebih penting adalah memberikan jawaban yang jujur, relevan, dan mampu menjelaskan pengalaman secara jelas.

Magang Membantu Mengenalkan Lingkungan Profesional

Pengalaman magang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal pola kerja sebelum benar-benar masuk ke dunia profesional. Mahasiswa dapat belajar mengikuti arahan, berkomunikasi secara formal, menyelesaikan tugas, serta menyesuaikan diri terhadap aturan organisasi.

Bagi perusahaan, pengalaman tersebut juga dapat menjadi indikasi bahwa kandidat sudah pernah berhadapan dengan situasi kerja nyata. Karena itu, pengalaman magang yang relevan sebaiknya dicantumkan dalam CV, terutama jika tugas yang dikerjakan memiliki hubungan langsung dengan posisi yang dilamar.

Kampus Berperan dalam Menyiapkan Kompetensi Mahasiswa

Persiapan menuju dunia kerja tidak hanya dilakukan ketika mahasiswa mulai mencari pekerjaan. Prosesnya dapat dibangun sejak masa perkuliahan melalui pembelajaran, organisasi, praktik, proyek, seminar, dan berbagai pengalaman lainnya.

Ma’soem University sebagai salah satu kampus swasta di Bandung dapat menjadi salah satu pilihan pendidikan tinggi bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kompetensi akademik sekaligus pengalaman yang relevan untuk persiapan karier.

Bagi mahasiswa FKIP, Ma’soem University memiliki dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Kegiatan perkuliahan pada bidang tersebut dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan bidang pendidikan maupun kebutuhan profesional.

Pengalaman selama kuliah tetap perlu dikembangkan secara aktif oleh mahasiswa. Mengikuti kegiatan yang relevan, mengerjakan proyek, membangun portofolio, serta mencari pengalaman praktik dapat membantu mahasiswa memiliki bukti kemampuan ketika memasuki proses rekrutmen.

Cara Fresh Graduate Meningkatkan Daya Saing Selain IPK

Mahasiswa yang ingin mempersiapkan diri menghadapi rekrutmen dapat mulai membangun profil profesional sejak sebelum lulus. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Mengembangkan keterampilan sesuai bidang yang diminati
    Pilih keterampilan yang memang dibutuhkan pada posisi pekerjaan yang ditargetkan.
  2. Mengikuti pengalaman organisasi atau kepanitiaan
    Gunakan pengalaman tersebut untuk melatih komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, dan tanggung jawab.
  3. Mengumpulkan hasil proyek
    Simpan tugas atau karya terbaik yang dapat menunjukkan kemampuan kepada calon pemberi kerja.
  4. Mencari pengalaman magang
    Prioritaskan pengalaman yang relevan agar mahasiswa memiliki gambaran mengenai lingkungan kerja profesional.
  5. Meningkatkan kemampuan komunikasi
    Latih cara menyampaikan ide, melakukan presentasi, menulis secara profesional, dan mengikuti wawancara kerja.
  6. Menyesuaikan CV dengan posisi yang dilamar
    Tidak semua pengalaman harus dimasukkan. Pilih informasi yang paling relevan terhadap pekerjaan.

Rekrutmen Fresh Graduate Semakin Melihat Potensi

Fresh graduate memang belum memiliki pengalaman kerja bertahun-tahun. Karena itu, perusahaan dapat melihat indikator lain untuk menilai potensi kandidat. Pengalaman organisasi, proyek, magang, sertifikasi, portofolio, keterampilan teknis, dan kemampuan interpersonal dapat membantu menunjukkan kesiapan tersebut.

Pada akhirnya, memiliki IPK yang baik tetap merupakan sebuah keuntungan. Namun, mahasiswa sebaiknya tidak berhenti pada pencapaian akademik. Kemampuan menerapkan pengetahuan, bekerja bersama orang lain, beradaptasi, dan menunjukkan hasil kerja dapat membuat profil fresh graduate menjadi lebih kuat ketika menghadapi proses rekrutmen.

Informasi Ma’soem University

No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com