Sesar atau patahan adalah retakan di kerak Bumi tempat terjadinya gempa. Beberapa sesar aktif secara terus-menerus, sementara yang lain “tidur” selama ratusan tahun. Namun, sesar yang tidur bukan berarti tidak berbahaya. Pada suatu saat, sesar bisa “bangun” dan memicu gempa besar. Fenomena ini membingungkan banyak orang. Mengapa sesar bisa tidur selama ratusan tahun, lalu tiba-tiba bangun? Apa yang terjadi selama masa tidur itu?
Persoalannya, konsep sesar yang “bangun” sering disalahpahami. Sebagian orang mengira bahwa sesar yang tidur berarti aman, atau bahwa gempa hanya terjadi di sesar yang aktif. Padahal, sesar yang tidur bisa menyimpan energi yang sangat besar, dan ketika bangun, gempa yang dihasilkan bisa sangat dahsyat. Artikel ini membahas kenapa sesar bisa bangun setelah tidur ratusan tahun, mengapa hal ini penting, dan bagaimana menyikapinya dengan cerdas.
Memahami Apa Itu Sesar
Sesar adalah retakan di kerak Bumi tempat dua blok batuan bergerak relatif satu terhadap yang lain. Pergerakan ini bisa terjadi secara lambat atau tiba-tiba. Ketika pergerakan tiba-tiba, terjadilah gempa.
Ada beberapa jenis sesar:
- Sesar naik. Satu blok batuan naik di atas blok lainnya.
- Sesar turun. Satu blok batuan turun di bawah blok lainnya.
- Sesar mendatar. Dua blok batuan bergerak horizontal.
- Sesar oblique. Kombinasi dari beberapa jenis pergerakan.
Setiap jenis sesar memiliki karakteristik dan risiko yang berbeda.
Mengapa Sesar Bisa “Tidur”
Sesar bisa “tidur” karena beberapa alasan:
- Tekanan. Tekanan yang menumpuk belum cukup untuk memicu pergerakan.
- Gesekan. Gesekan antara blok batuan menahan pergerakan.
- Kunci. Bagian sesar yang terkunci menahan pergerakan.
- Waktu. Butuh waktu lama untuk mengumpulkan energi yang cukup.
- Stabilitas. Sesar bisa stabil untuk sementara waktu.
Selama tidur, sesar terus mengumpulkan energi dari pergerakan lempeng.
Mengapa Sesar Bisa “Bangun”
Sesar bisa “bangun” ketika tekanan yang menumpuk melebihi kekuatan yang menahan. Beberapa faktor yang memicu:
- Akumulasi energi. Energi yang terus menumpuk akhirnya melebihi batas.
- Perubahan tekanan. Perubahan tekanan bisa memicu pergerakan.
- Getaran. Getaran dari gempa lain bisa memicu pergerakan.
- Fluida. Fluida yang masuk ke sesar bisa mengurangi gesekan.
- Aktivitas manusia. Aktivitas manusia bisa memicu pergerakan.
Ketika sesar bangun, energi yang tersimpan dilepaskan sebagai gempa.
Tanda-tanda Sesar Akan “Bangun”
Sesar yang akan bangun sering menunjukkan tanda-tanda, meskipun tidak selalu jelas:
- Gempa kecil. Peningkatan gempa kecil di sekitar sesar.
- Deformasi. Perubahan bentuk tanah di sekitar sesar.
- Getaran. Getaran yang tidak biasa.
- Gas. Perubahan gas di sekitar sesar.
- Perubahan suhu. Perubahan suhu di sekitar sesar.
Tanda-tanda ini bisa dipantau oleh ilmuwan, tetapi prediksi tetap sulit.
Tabel Ringkasan Fase Sesar
Agar lebih mudah dipahami, berikut ringkasan fase sesar:
| Fase | Karakteristik |
|---|---|
| Tidur | Energi menumpuk, pergerakan tertahan |
| Bangun | Energi dilepaskan, gempa terjadi |
| Aktif | Pergerakan terus terjadi |
Tabel ini menunjukkan bahwa sesar memiliki siklus yang kompleks.
Mitos Seputar Sesar
Ada beberapa mitos yang sering muncul terkait sesar:
- Sesar yang tidur berarti aman. Sesar yang tidur bisa bangun kapan saja.
- Sesar hanya aktif di wilayah tertentu. Sesar aktif bisa ditemukan di banyak wilayah.
- Sesar bisa diprediksi dengan tepat. Prediksi masih sulit.
- Sesar adalah takdir. Sesar bisa dimitigasi.
- Sesar disebabkan oleh hal mistis. Ini adalah interpretasi budaya, bukan fakta ilmiah.
Mitos-mitos ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang sesar masih sering keliru. Padahal, dengan informasi yang tepat, kita bisa menyikapinya dengan lebih bijak.
Cara Menyikapi Sesar dengan Cerdas
Untuk menyikapi sesar dengan cerdas, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Ikuti informasi resmi. Rujuk informasi dari BMKG atau BNPB.
- Jangan panik. Ikuti arahan otoritas setempat.
- Pahami risiko. Ketahui risiko di lingkungan Anda.
- Siapkan diri. Siapkan perlengkapan darurat dan rencana evakuasi.
- Periksa bangunan. Pastikan bangunan tahan gempa.
- Diskusikan dengan ahli. Jika ragu, tanyakan kepada ahli geologi.
- Bagikan informasi akurat. Jangan menyebarkan spekulasi.
Dengan menyikapi sesar secara cerdas, kita bisa mengurangi risiko dan kepanikan.
Mengapa Memahami Sesar Penting
Memahami sesar penting karena beberapa alasan:
- Mitigasi. Pemahaman yang baik membantu mitigasi risiko.
- Edukasi. Meningkatkan literasi geologi masyarakat.
- Kesiapsiagaan. Masyarakat bisa lebih siap menghadapi gempa.
- Keselamatan. Pemahaman yang baik bisa menyelamatkan nyawa.
- Kebijakan. Pemerintah bisa membuat kebijakan yang tepat.
Pada akhirnya, sesar yang tidur adalah pengingat bahwa Bumi menyimpan energi yang sangat besar. Memahami sesar membantu kita hidup lebih aman. Universitas Ma’soem melalui lima fakultas unggulannya, yaitu Fakultas Teknik (Teknik Informatika dan Teknik Industri), Fakultas Komputer, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, mendorong mahasiswa untuk memahami fenomena alam secara ilmiah dan kritis.
Info Kontak Universitas Ma’soem:
- No WhatsApp: 085185634253
- Instagram: @masoem_university
- Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




