Kuliah di luar negeri menjadi pilihan bagi mahasiswa yang ingin memperoleh pengalaman akademik sekaligus mengenal lingkungan, budaya, dan dunia kerja di negara lain. Namun, biaya hidup dan kebutuhan sehari-hari selama tinggal di luar negeri sering menjadi pertimbangan. Karena itu, tidak sedikit mahasiswa internasional yang mencari informasi tentang kuliah sambil kerja di luar negeri.
Pertanyaannya, apakah mahasiswa internasional boleh bekerja selama menjalani studi? Jawabannya adalah bisa, tetapi tidak otomatis bebas bekerja. Hak mahasiswa untuk bekerja bergantung pada negara tujuan, jenis visa atau izin tinggal, status pendidikan, serta ketentuan yang berlaku.
Apakah Mahasiswa Internasional Boleh Kuliah Sambil Kerja?
Pada sejumlah negara tujuan studi, mahasiswa internasional memang diperbolehkan bekerja selama masa kuliah. Akan tetapi, izin tersebut biasanya memiliki batasan tertentu.
Mahasiswa perlu membedakan antara hak untuk bekerja dan bebas bekerja tanpa batas. Status sebagai mahasiswa internasional tidak berarti seseorang dapat mengambil pekerjaan apa saja atau bekerja sebanyak mungkin.
Beberapa aturan yang biasanya perlu diperhatikan meliputi:
- jumlah jam kerja yang diperbolehkan;
- jenis pekerjaan yang dapat dilakukan;
- apakah pekerjaan dilakukan di dalam atau di luar kampus;
- masa akademik dan masa libur;
- jenis program pendidikan yang sedang ditempuh;
- ketentuan dalam visa atau izin tinggal;
- kewajiban mahasiswa untuk tetap memenuhi persyaratan studinya.
Karena aturan imigrasi dapat berubah, informasi dari pemerintah negara tujuan sebaiknya menjadi rujukan utama sebelum mahasiswa menerima pekerjaan.
Batas Jam Kerja Mahasiswa Internasional Berbeda di Setiap Negara
Tidak ada satu aturan yang berlaku untuk seluruh negara. Setiap pemerintah memiliki kebijakan masing-masing mengenai pekerjaan mahasiswa internasional.
Kanada
Di Kanada, mahasiswa internasional yang memenuhi persyaratan tertentu dapat bekerja di luar kampus hingga 24 jam per minggu selama masa perkuliahan. Pada masa libur akademik yang telah dijadwalkan, mahasiswa yang memenuhi syarat dapat bekerja tanpa batas jam kerja. (Canada)
Namun, mahasiswa harus memenuhi persyaratan seperti memiliki izin belajar yang valid, terdaftar sebagai mahasiswa penuh waktu pada institusi yang memenuhi ketentuan, serta mengikuti program pendidikan yang memenuhi persyaratan imigrasi. Mahasiswa juga tidak boleh mulai bekerja sebelum program studinya dimulai. (Imigrasi Kanada)
Australia
Australia juga memberikan kesempatan kerja bagi pemegang student visa, tetapi visa tersebut memiliki kondisi yang mengatur pekerjaan. Pemerintah Australia menekankan bahwa pemegang visa perlu memeriksa ketentuan visa masing-masing karena batasan dapat berkaitan dengan jenis pekerjaan maupun jumlah jam kerja. (Immigration and citizenship Website)
Aturan mengenai pekerjaan mahasiswa dapat berubah, sehingga calon mahasiswa sebaiknya memeriksa ketentuan terbaru sebelum berangkat.
Jerman
Mahasiswa internasional dari negara di luar Uni Eropa yang memiliki izin tinggal untuk studi di Jerman dapat bekerja hingga 140 hari penuh atau 280 hari setengah hari per tahun. Informasi resmi pemerintah Jerman juga menyebutkan alternatif batas hingga 20 jam per minggu. (Make it in Germany)
Pekerjaan mahasiswa dapat menjadi salah satu cara memperoleh pengalaman profesional sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa studi.
Mengapa Banyak Mahasiswa Memilih Kerja Paruh Waktu?
Kuliah sambil kerja bukan hanya berkaitan dengan mendapatkan penghasilan. Bagi mahasiswa internasional, pekerjaan paruh waktu juga dapat menjadi kesempatan untuk mengenal lingkungan profesional di negara tempat mereka belajar.
Beberapa manfaat yang mungkin diperoleh antara lain:
- Membantu mengelola biaya hidup, seperti kebutuhan transportasi, makanan, atau kebutuhan pribadi.
- Mendapatkan pengalaman kerja internasional yang dapat menjadi bagian dari pengalaman profesional.
- Melatih kemampuan komunikasi, terutama jika pekerjaan mengharuskan mahasiswa berinteraksi menggunakan bahasa asing.
- Mengenal budaya kerja, termasuk cara berkomunikasi, kedisiplinan, dan kebiasaan profesional.
- Memperluas jaringan, baik melalui rekan kerja maupun lingkungan profesional.
Meski demikian, pekerjaan tetap perlu ditempatkan sebagai kegiatan pendukung. Mahasiswa harus memastikan pekerjaan tidak membuat kewajiban akademik terabaikan atau menyebabkan pelanggaran terhadap ketentuan visa.
Jenis Pekerjaan yang Bisa Dipertimbangkan
Jenis pekerjaan yang tersedia tentu berbeda berdasarkan negara, kota, kemampuan mahasiswa, dan aturan visa. Beberapa pekerjaan paruh waktu yang umum dipertimbangkan mahasiswa antara lain:
- Pekerjaan di lingkungan kampus, seperti posisi administratif atau pekerjaan mahasiswa yang tersedia di institusi pendidikan.
- Pekerjaan di sektor layanan, misalnya restoran, toko, atau layanan pelanggan, selama pekerjaan tersebut diperbolehkan oleh aturan setempat.
- Pekerjaan yang berkaitan dengan kemampuan akademik, seperti tutor atau asisten tertentu jika memenuhi persyaratan.
- Pekerjaan magang atau penempatan kerja, apabila termasuk bagian dari program pendidikan dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Untuk pekerjaan yang berkaitan langsung dengan program studi, mahasiswa perlu memeriksa apakah terdapat aturan tambahan mengenai internship, co-op, atau student placement.
Jangan Menganggap Penghasilan Kerja Bisa Membiayai Semua Kebutuhan
Salah satu hal penting sebelum kuliah di luar negeri adalah membuat perencanaan keuangan. Penghasilan dari pekerjaan paruh waktu tidak seharusnya dianggap sebagai satu-satunya sumber dana sebelum keberangkatan.
Mahasiswa tetap perlu memperhitungkan biaya seperti:
- uang kuliah;
- tempat tinggal;
- makanan;
- transportasi;
- asuransi;
- kebutuhan akademik;
- biaya visa dan administrasi;
- dana darurat.
Beberapa negara bahkan memiliki persyaratan keuangan tertentu untuk mahasiswa internasional. Karena itu, kemampuan bekerja setelah tiba di negara tujuan tidak menggantikan kebutuhan untuk menyiapkan perencanaan finansial sejak awal.
Apa Risikonya Jika Bekerja Melebihi Batas?
Bekerja melebihi ketentuan visa bukan sekadar masalah administratif. Pelanggaran dapat berdampak pada status mahasiswa dan izin tinggal.
Sebagai contoh, pemerintah Kanada menyatakan bahwa mahasiswa yang bekerja lebih dari batas 24 jam per minggu selama masa perkuliahan dapat melanggar ketentuan izin belajar dan berisiko kehilangan status mahasiswa serta menghadapi masalah pada permohonan izin di masa mendatang. (Canada)
Karena itu, mahasiswa perlu mencatat jam kerja dan memahami aturan yang berlaku sebelum menerima pekerjaan.
Persiapan Sebelum Kuliah di Luar Negeri
Bagi mahasiswa yang sejak awal ingin menggabungkan studi dan pekerjaan, persiapannya dapat dimulai sebelum memilih negara tujuan. Cari tahu aturan visa, biaya hidup, peluang kerja, serta ketentuan dari universitas yang dituju.
Kemampuan bahasa juga penting, terutama jika pekerjaan membutuhkan komunikasi langsung. Mahasiswa dari bidang pendidikan, misalnya, dapat mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris dan komunikasi profesional sebagai bagian dari bekal akademik.
Di Indonesia, Ma’soem University sebagai salah satu kampus swasta dapat menjadi salah satu pilihan bagi mahasiswa yang ingin memperkuat fondasi pendidikan sebelum melanjutkan pengalaman akademik atau profesional ke lingkungan internasional. Bagi mahasiswa yang tertarik pada bidang pendidikan, FKIP Ma’soem University memiliki dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris.
Pengalaman akademik di perguruan tinggi dapat menjadi bagian dari persiapan untuk menghadapi lingkungan belajar dan kerja yang lebih beragam. Namun, keputusan untuk bekerja saat kuliah di luar negeri tetap perlu disesuaikan dengan aturan negara tujuan dan kondisi akademik masing-masing mahasiswa.
Hal yang Perlu Dicek Sebelum Menerima Pekerjaan
Sebelum menandatangani kontrak atau mulai bekerja, mahasiswa internasional sebaiknya memeriksa beberapa hal berikut:
- Apakah visa atau izin tinggal memperbolehkan pekerjaan?
- Berapa batas maksimal jam kerja?
- Apakah batas tersebut berbeda saat libur akademik?
- Apakah pekerjaan tertentu membutuhkan izin tambahan?
- Apakah pekerjaan memengaruhi status sebagai mahasiswa?
- Bagaimana aturan pajak dan ketenagakerjaan di negara tersebut?
- Apakah pekerjaan berpotensi mengganggu jadwal kuliah?
Informasi tersebut sebaiknya diperiksa melalui situs resmi pemerintah negara tujuan dan pihak universitas. Kebijakan imigrasi dapat berubah, sehingga informasi lama dari media sosial atau forum mahasiswa tidak selalu dapat dijadikan dasar keputusan.
Informasi Ma’soem University
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




