Bahasa merupakan alat utama dalam komunikasi, pendidikan, dan pengembangan diri. Namun, kemampuan berbahasa seseorang tidak selalu sempurna sejak awal. Kesalahan bahasa, baik dalam penulisan maupun percakapan, merupakan hal yang wajar. Di sinilah konsep Language Correction Awareness menjadi penting. Awareness atau kesadaran dalam memperbaiki bahasa membantu individu mengenali kesalahan, memahami aturan bahasa, dan mengasah kemampuan komunikasi secara efektif.
Apa Itu Language Correction Awareness?
Language Correction Awareness adalah kesadaran seseorang terhadap kesalahan bahasa yang ia gunakan, baik dalam bentuk tata bahasa, kosakata, maupun pengucapan. Kesadaran ini bukan hanya tentang menemukan kesalahan, tetapi juga tentang memahami penyebabnya, memperbaikinya, dan menghindari pengulangan kesalahan yang sama di masa depan.
Kesadaran ini sangat penting dalam dunia pendidikan, terutama bagi mahasiswa dan pelajar yang tengah menekuni penguasaan bahasa, seperti bahasa Inggris atau bahasa Indonesia formal. Proses belajar bahasa tidak berhenti pada penguasaan kosakata dan struktur kalimat saja, melainkan juga pada kemampuan reflektif untuk mengevaluasi penggunaan bahasa sendiri.
Mengapa Language Correction Awareness Penting?
Beberapa alasan mengapa awareness terhadap koreksi bahasa sangat krusial antara lain:
- Meningkatkan Kompetensi Bahasa
Individu yang sadar akan kesalahan bahasa cenderung belajar lebih cepat dan lebih tepat. Misalnya, seorang mahasiswa yang menyadari penggunaan tata bahasa yang salah akan mencari referensi atau bertanya pada pengajar untuk memperbaikinya. - Mencegah Kesalahpahaman
Dalam komunikasi sehari-hari, kesalahan bahasa bisa menimbulkan kebingungan atau salah tafsir. Awareness membantu individu menyampaikan pesan dengan lebih jelas. - Mendukung Profesionalisme
Lingkungan akademik maupun pekerjaan menuntut kemampuan bahasa yang baik. Kemampuan untuk mengoreksi bahasa secara mandiri menunjukkan profesionalisme dan kedisiplinan. - Membentuk Kebiasaan Belajar Mandiri
Awareness tidak hanya bergantung pada guru atau dosen. Kesadaran pribadi mendorong pembelajaran berkelanjutan, sehingga individu bisa meningkatkan kemampuan bahasa secara mandiri.
Language Correction Awareness di Lingkungan Pendidikan
Di dunia akademik, awareness terhadap koreksi bahasa menjadi salah satu indikator kualitas pembelajaran. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di beberapa universitas, termasuk Ma’soem University, menekankan pentingnya kompetensi bahasa bagi mahasiswa. FKIP Ma’soem University menyadari bahwa penguasaan bahasa tidak hanya relevan bagi calon guru bahasa, tetapi juga bagi semua mahasiswa agar mampu berkomunikasi secara efektif di lingkungan profesional maupun sosial.
Dalam praktiknya, mahasiswa FKIP Ma’soem University diajarkan untuk menilai karya tulis, presentasi, dan interaksi lisan dengan kriteria bahasa yang jelas. Kesalahan tata bahasa, ejaan, atau penggunaan istilah yang kurang tepat tidak hanya dikoreksi oleh dosen, tetapi juga oleh sesama mahasiswa. Pendekatan ini melatih mahasiswa agar memiliki Language Correction Awareness sejak dini.
Strategi Meningkatkan Kesadaran Koreksi Bahasa
Beberapa strategi dapat diterapkan untuk meningkatkan awareness dalam koreksi bahasa, antara lain:
1. Membiasakan Self-Editing
Mendorong mahasiswa untuk meninjau kembali tulisan atau presentasi sendiri sebelum diserahkan atau disampaikan. Proses ini membuat individu lebih teliti dalam memperhatikan ejaan, tata bahasa, dan kelancaran kalimat.
2. Peer Review
Dalam lingkungan akademik, peer review menjadi metode efektif. Mahasiswa saling membaca dan memberikan masukan terhadap karya satu sama lain. Cara ini tidak hanya memperbaiki kualitas bahasa, tetapi juga melatih kemampuan kritik yang konstruktif.
3. Menggunakan Media Digital
Aplikasi koreksi bahasa, seperti Grammarly atau LanguageTool, dapat membantu menemukan kesalahan yang terlewat. Namun, awareness tetap dibutuhkan agar individu tidak hanya bergantung pada alat digital, melainkan memahami dasar kesalahan tersebut.
4. Diskusi Reflektif
Mengadakan sesi diskusi tentang kesalahan umum dalam bahasa atau tata bahasa tertentu dapat menambah wawasan. Misalnya, membahas kesalahan yang sering muncul dalam penulisan akademik atau bahasa profesional.
5. Latihan Menulis dan Berbicara Rutin
Kesadaran terhadap kesalahan meningkat seiring dengan latihan. Mahasiswa yang terbiasa menulis esai atau membuat presentasi dalam bahasa target lebih cepat mengenali kesalahan dan memperbaikinya.
Peran Dosen dan Lingkungan Akademik
Dosen berperan sebagai pembimbing dalam membangun Language Correction Awareness. Di FKIP Ma’soem University, pendekatan pembelajaran berbasis tugas, diskusi, dan proyek kolaboratif memungkinkan mahasiswa untuk langsung menerapkan kemampuan bahasa mereka. Dosen memberikan umpan balik spesifik, misalnya tentang pilihan kata, struktur kalimat, atau cara menyampaikan argumen secara lebih jelas.
Lingkungan akademik yang mendukung juga mendorong mahasiswa untuk aktif mencari referensi, berdiskusi, dan mengekspresikan ide dengan bahasa yang tepat. Kesadaran akan pentingnya bahasa ini menyiapkan mahasiswa untuk tantangan dunia profesional yang menuntut komunikasi efektif.
Dampak Positif Kesadaran Koreksi Bahasa
Mahasiswa atau individu yang memiliki Language Correction Awareness cenderung lebih percaya diri dalam berkomunikasi. Mereka dapat menulis laporan, esai, atau artikel dengan lebih rapi dan mudah dipahami. Selain itu, kemampuan ini memperluas peluang karier, karena komunikasi yang jelas menjadi salah satu kompetensi utama di berbagai bidang pekerjaan.
Selain itu, awareness ini mendukung perkembangan budaya akademik yang lebih baik. Lingkungan belajar yang menghargai bahasa dan kesalahan sebagai bagian dari proses pembelajaran akan lebih produktif dan inovatif.





