Buat kamu mahasiswa baru jurusan Teknologi Pangan atau Agribisnis di Universitas Ma’soem, ada dua istilah praktik lapangan yang bakal sering kamu dengar: PPL dan PAL. Meski sekilas terdengar mirip karena sama-sama kegiatan di luar kelas, keduanya punya tujuan, durasi, dan lokasi yang beda banget.
Memahami perbedaan ini penting supaya kamu bisa mempersiapkan diri, entah itu urusan mental, fisik, sampai urusan nyusun laporan nantinya. Universitas Ma’soem sendiri merancang dua program ini supaya lulusannya nggak cuma jago teori, tapi punya pengalaman kerja yang nyata.
Apa Itu PPL? (Praktik Pengenalan Lapangan)
PPL adalah tahap awal bagi mahasiswa untuk melihat langsung bagaimana sebuah industri atau bisnis dijalankan. Sesuai namanya, fokusnya adalah Pengenalan.
- Durasinya Singkat: PPL hanya berlangsung selama 1 minggu.
- Lokasi: Dilakukan di unit usaha internal milik Al Ma’soem Group. Ini jadi keuntungan buat mahasiswa Ma’soem karena kamu nggak perlu repot cari tempat magang di tahap awal, karena kampus sudah menyediakan wadahnya.
- Tujuan Utama: Di sini kamu baru tahap observasi. Kamu bakal belajar gimana budaya kerja, melihat alur produksi (buat anak Tekpang), atau melihat manajemen operasional (buat anak Agribisnis).
Contoh yang dilakukan saat PPL: Kamu mengamati bagaimana standar kebersihan di unit pengolahan air minum atau bagaimana sistem administrasi di unit ritel milik Ma’soem. Laporannya pun biasanya lebih bersifat deskriptif tentang apa yang kamu lihat selama seminggu di sana.
Apa Itu PAL? (Praktik Adaptasi Lapangan)
Setelah “kenalan” di PPL, kamu bakal masuk ke tahap yang lebih serius, yaitu PAL. Di sini fokusnya adalah Adaptasi.
- Durasi Lebih Lama: Kamu bakal terjun selama 1 bulan penuh.
- Lokasi: Kamu harus keluar dari lingkungan kampus dan mencari perusahaan atau instansi luar. Bisa di pabrik makanan besar, perkebunan, atau dinas terkait.
- Tujuan Utama: Kamu dituntut untuk menyesuaikan diri dengan ritme kerja profesional yang sesungguhnya. Dalam waktu sebulan, kamu nggak cuma nonton, tapi juga harus melakukan analisis. Kamu mulai belajar memecahkan masalah yang ada di tempat kerja tersebut.
Contoh yang dilakukan saat PAL: Kalau kamu anak Tekpang, mungkin kamu bakal mengevaluasi kenapa suhu di gudang penyimpanan pabrik X sering berubah. Kalau kamu anak Agribisnis, kamu mungkin menghitung efisiensi biaya angkut hasil panen di sebuah perkebunan swasta.
Kenapa Universitas Ma’soem Membedakan Keduanya?
Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa nggak langsung magang lama saja? Ada beberapa alasan kenapa Universitas Ma’soem menerapkan sistem ini:
- Persiapan Mental: PPL 1 minggu di internal Ma’soem itu ibarat pemanasan. Kamu diajarkan disiplin dan etika kerja di tempat yang relatif sudah kamu kenal lingkungannya. Jadi, pas masuk PAL di perusahaan orang lain, kamu sudah nggak kaget lagi.
- Membangun Portofolio: Dengan ikut PPL dan PAL, kamu punya dua pengalaman kerja berbeda di CV kamu nantinya. Ini bakal jadi nilai tambah pas kamu lulus dan cari kerja.
- Keseimbangan Teori dan Praktik: Universitas Ma’soem sangat menekankan kemandirian. Melalui PAL, kampus ingin mahasiswanya punya networking atau jaringan ke luar kampus sejak masih kuliah.
Tips Memilih Topik Laporan PPL dan PAL
Biar laporanmu cepat kelar dan nggak banyak revisi, perhatikan tips simpel ini:
Jurusan Teknologi Pangan
- Saat PPL: Fokus pada satu bagian kecil saja, misalnya cara penanganan bahan baku atau kebersihan alat.
- Saat PAL: Karena waktunya sebulan, ambillah topik yang butuh data harian, seperti kontrol kualitas (Quality Control) produk dari awal sampai akhir proses produksi.
Jurusan Agribisnis
- Saat PPL: Amati bagaimana komunikasi antara atasan dan bawahan, atau bagaimana cara mereka melayani konsumen harian.
- Saat PAL: Fokus pada data angka. Misalnya analisis keuntungan, strategi pemasaran digital yang mereka pakai, atau efisiensi rantai pasok dari petani ke gudang.
Jadi, intinya PPL itu buat pengenalan selama 1 minggu di internal, sedangkan PAL itu buat adaptasi selama 1 bulan di eksternal. Universitas Ma’soem sudah mengatur ini sedemikian rupa supaya kamu punya transisi yang enak dari dunia kuliah ke dunia kerja.
Jangan dibawa stres, anggap saja ini kesempatan buat jalan-jalan sambil belajar. Yang paling penting adalah jaga komunikasi yang baik dengan dosen pembimbing dan orang-orang di tempat praktik nanti.





