Memberi pujian yang membangun kepada siswa bukan sekadar ungkapan kata manis di dalam kelas. Lebih dari itu, pujian adalah strategi pedagogis yang memiliki dampak besar terhadap motivasi belajar, kepercayaan diri, serta perkembangan karakter peserta didik. Dalam dunia pendidikan modern, guru dituntut tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu membangun relasi emosional yang sehat dengan siswa. Salah satu caranya adalah melalui pujian yang tepat sasaran dan bermakna.
Banyak penelitian pendidikan menunjukkan bahwa siswa yang mendapatkan apresiasi secara positif cenderung lebih berani mencoba, tidak mudah menyerah, dan memiliki sikap belajar yang lebih aktif. Namun, pujian yang tidak tepat justru dapat berdampak sebaliknya. Oleh karena itu, penting bagi pendidik, khususnya calon guru, untuk memahami konsep memberi pujian yang membangun kepada siswa secara benar.
Makna Pujian yang Membangun dalam Proses Pembelajaran
Pujian yang membangun adalah bentuk apresiasi yang diberikan secara tulus, spesifik, dan berfokus pada proses serta usaha siswa, bukan hanya pada hasil akhir. Misalnya, guru mengatakan, “Cara kamu menjelaskan pendapat tadi sudah runtut dan jelas,” bukan sekadar, “Kamu pintar.”
Dengan pendekatan ini, siswa belajar bahwa usaha, ketekunan, dan sikap positif mereka dihargai. Hal ini sangat penting dalam membentuk growth mindset, yaitu keyakinan bahwa kemampuan dapat berkembang melalui latihan dan kerja keras.
Manfaat Memberi Pujian yang Membangun kepada Siswa
Memberi pujian yang membangun kepada siswa memiliki banyak manfaat, di antaranya:
- Meningkatkan motivasi belajar
Siswa yang merasa dihargai akan lebih bersemangat mengikuti pembelajaran dan berani terlibat aktif di kelas. - Menumbuhkan kepercayaan diri
Pujian yang tepat membantu siswa mengenali potensi dirinya tanpa merasa sombong atau bergantung pada validasi berlebihan. - Menciptakan suasana kelas yang positif
Lingkungan belajar menjadi lebih nyaman, aman, dan mendukung perkembangan emosional siswa. - Mendorong perilaku positif dan disiplin
Ketika perilaku baik diapresiasi, siswa terdorong untuk mengulang dan mempertahankan sikap tersebut.
Kesalahan Umum dalam Memberi Pujian kepada Siswa
Meskipun terdengar sederhana, memberi pujian juga memiliki tantangan. Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:
- Pujian terlalu umum dan berlebihan, seperti “Kamu selalu paling hebat.”
- Pujian yang membandingkan siswa satu dengan yang lain.
- Memberi pujian hanya pada siswa tertentu, sehingga menimbulkan kecemburuan.
- Fokus pada hasil, bukan proses belajar.
Kesalahan-kesalahan ini dapat membuat siswa menjadi kurang mandiri, takut gagal, atau justru kehilangan motivasi intrinsik.
Strategi Memberi Pujian yang Efektif dan Edukatif
Agar pujian benar-benar membangun, guru dapat menerapkan beberapa strategi berikut:
- Spesifik dan objektif
Sebutkan perilaku atau usaha yang diapresiasi secara jelas. - Tepat waktu
Berikan pujian sesegera mungkin setelah perilaku positif muncul. - Fokus pada proses
Apresiasi usaha, ketekunan, dan strategi belajar siswa. - Seimbang dan adil
Berikan kesempatan kepada semua siswa untuk mendapatkan apresiasi.
Dengan strategi ini, pujian menjadi alat pembelajaran yang efektif, bukan sekadar formalitas.
Peran Lembaga Pendidikan dalam Membentuk Guru yang Humanis
Pentingnya memberi pujian yang membangun kepada siswa menjadi salah satu kompetensi yang harus dimiliki calon guru. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai pedagogik humanis sejak masa perkuliahan.
Di Ma’soem University, khususnya di lingkungan FKIP, mahasiswa dibekali pemahaman mendalam tentang psikologi pendidikan, komunikasi efektif, serta strategi pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan karakter siswa. Mahasiswa tidak hanya diajarkan teori mengajar, tetapi juga praktik bagaimana membangun interaksi positif di kelas, termasuk cara memberi pujian yang mendidik dan memotivasi.
Melalui mata kuliah kependidikan, microteaching, dan program praktik lapangan, calon guru FKIP Ma’soem University dilatih untuk menjadi pendidik yang empatik, reflektif, dan adaptif terhadap kebutuhan siswa.
Relevansi Pujian yang Membangun dengan Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter tidak bisa dilepaskan dari interaksi sehari-hari antara guru dan siswa. Pujian yang membangun merupakan salah satu bentuk komunikasi positif yang berperan besar dalam pembentukan nilai seperti tanggung jawab, kejujuran, kerja keras, dan rasa percaya diri.
Ketika siswa mendapatkan apresiasi atas sikap jujur, usaha keras, atau keberanian mencoba, mereka belajar bahwa nilai-nilai tersebut penting dan dihargai. Inilah esensi pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan secara akademik, tetapi juga membentuk kepribadian yang utuh.
Memberi pujian yang membangun kepada siswa adalah keterampilan penting dalam dunia pendidikan. Pujian yang tepat dapat meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan karakter positif peserta didik. Sebaliknya, pujian yang keliru justru dapat menghambat perkembangan siswa.





