Oleh : Sani Mustikawati
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang menganggap halal hanya sebatas label pada kemasan produk. Padahal, konsep halal jauh lebih luas dan mendalam, mencakup proses, bahan, hingga nilai yang terkandung di dalamnya.
Halal Berkaitan dengan Proses, Bukan Hanya Hasil
Sebagaimana dalam produksi sirup glukosa dari pati ubi kayu, prosesnya melibatkan tahapan enzimatis seperti likuifikasi dan sakarifikasi menggunakan enzim α-amilase dan glukoamilase .
Dalam konteks halal, bukan hanya produk akhir yang diperhatikan, tetapi juga bagaimana proses tersebut dilakukan, apakah bahan dan enzim yang digunakan berasal dari sumber yang halal dan tidak terkontaminasi.
Bahan Baku Harus Jelas dan Terjamin
Sirup glukosa dapat dibuat dari berbagai sumber pati seperti ubi kayu, jagung, atau sagu melalui proses hidrolisis . Namun, dalam prinsip halal, setiap bahan harus jelas asal-usulnya. Bahkan bahan tambahan seperti enzim bisa menjadi titik kritis jika berasal dari mikroorganisme atau media yang tidak halal.
Teknologi Pangan Tidak Lepas dari Aspek Halal
Penggunaan enzim dalam industri pangan bertujuan meningkatkan efisiensi dan kualitas produk, misalnya meningkatkan kadar glukosa dan hasil produksi . Namun, teknologi ini tetap harus disesuaikan dengan standar halal. Artinya, inovasi tidak boleh mengabaikan nilai-nilai syariah.
Halal Menjamin Keamanan dan Kualitas
Proses produksi yang terkontrol, seperti suhu, waktu, dan komposisi enzim akan menghasilkan produk yang berkualitas baik . Halal juga mencakup aspek thayyib (baik), yang berarti produk tidak hanya halal secara hukum, tetapi juga aman, higienis, dan bermanfaat bagi kesehatan.
Halal Adalah Tanggung Jawab Moral
Label halal bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab produsen kepada konsumen. Konsumen Muslim membutuhkan kepastian bahwa produk yang dikonsumsi tidak hanya aman, tetapi juga sesuai dengan nilai agama.
Halal bukan sekadar label yang ditempel pada kemasan, melainkan sebuah sistem yang mencakup bahan, proses, hingga distribusi. Seperti dalam produksi pangan berbasis teknologi, setiap tahapan harus diperhatikan secara menyeluruh agar benar-benar memenuhi standar halal. Dengan demikian, memahami halal berarti memahami kualitas, keamanan, dan tanggung jawab dalam setiap produk yang dikonsumsi.
Mari Bergabung dengan Jurusan Teknologi Pangan Ma’soem University!
Apakah Anda tertarik untuk menjadi ahli dalam menciptakan inovasi pangan sehat? Bergabunglah dengan Program Studi Teknologi Pangan Ma’soem University. Di sini, Anda akan belajar cara mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dengan fasilitas laboratorium yang lengkap dan bimbingan dosen ahli.
Jangan lewatkan kesempatan untuk berkontribusi bagi ketahanan pangan bangsa! Segera daftarkan diri Anda secara online melalui tautan di bawah ini:
Link Pendaftaran: https://pmb.masoemuniversity.ac.id/
WhatsApp: 081385501914
Website Resmi: https://masoemuniversity.ac.id/





