Penggunaan video interaktif dalam teaching practice menjadi salah satu topik penting dalam dunia pendidikan saat ini. Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara guru merancang dan melaksanakan pembelajaran, termasuk dalam kegiatan praktik mengajar mahasiswa calon guru. Video tidak lagi berfungsi sebagai media tontonan pasif, melainkan sebagai sarana interaktif yang mampu mendorong partisipasi, refleksi, dan pemahaman peserta didik secara lebih mendalam.
Dalam konteks pendidikan guru, teaching practice atau praktik mengajar membutuhkan media yang tidak hanya menarik, tetapi juga relevan dengan karakteristik peserta didik abad ke-21. Video interaktif hadir sebagai solusi yang menjembatani kebutuhan tersebut tanpa menghilangkan peran guru sebagai fasilitator utama pembelajaran.
Konsep Video Interaktif dalam Pembelajaran
Video interaktif merujuk pada media video yang memungkinkan adanya respons atau interaksi dari pengguna. Interaksi tersebut dapat berupa pilihan menu, pertanyaan reflektif, kuis singkat, maupun jeda untuk diskusi. Karakteristik ini membedakan video interaktif dari video konvensional yang hanya bersifat satu arah.
Dalam teaching practice, video interaktif dapat digunakan sebagai stimulus awal pembelajaran, penguatan materi, maupun sarana evaluasi formatif. Mahasiswa praktik mengajar dapat memanfaatkan video untuk memancing respons siswa, mengukur pemahaman awal, serta menyesuaikan strategi mengajar secara langsung berdasarkan interaksi yang muncul.
Peran Video Interaktif dalam Teaching Practice
Teaching practice merupakan tahap krusial dalam pendidikan calon guru karena menjadi ruang penerapan teori pedagogik ke dalam praktik nyata. Video interaktif membantu mahasiswa praktik mengajar mengelola kelas secara lebih terstruktur dan kontekstual.
Melalui video interaktif, mahasiswa dapat:
- Menyajikan materi secara visual dan auditori sekaligus
- Mengurangi dominasi metode ceramah
- Menciptakan suasana belajar yang lebih aktif
- Mengembangkan keterampilan bertanya dan memberi umpan balik
Video juga memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk merancang alur pembelajaran yang lebih sistematis, karena setiap bagian video dapat disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensi.
Dampak terhadap Keterlibatan Peserta Didik
Keterlibatan peserta didik menjadi salah satu indikator keberhasilan pembelajaran. Video interaktif terbukti mampu meningkatkan fokus dan minat belajar karena menyajikan informasi secara kontekstual dan variatif. Peserta didik tidak hanya menonton, tetapi juga diminta berpikir, memilih, dan merespons.
Dalam teaching practice, kondisi ini sangat membantu mahasiswa yang masih belajar mengelola kelas. Video interaktif berperan sebagai jembatan antara materi dan pengalaman belajar siswa, sehingga interaksi kelas tidak sepenuhnya bergantung pada kemampuan verbal guru praktik.
Selain itu, penggunaan video interaktif mendorong siswa untuk lebih berani menyampaikan pendapat, terutama ketika video disertai pertanyaan terbuka atau diskusi singkat.
Tantangan dalam Implementasi
Meskipun memiliki banyak kelebihan, penggunaan video interaktif dalam teaching practice juga menghadapi beberapa tantangan. Keterbatasan sarana teknologi, seperti perangkat dan koneksi internet, masih menjadi kendala di beberapa sekolah. Selain itu, kemampuan mahasiswa dalam merancang video interaktif yang sesuai tujuan pembelajaran juga perlu terus dikembangkan.
Video yang terlalu kompleks justru dapat mengalihkan fokus siswa dari materi utama. Oleh karena itu, mahasiswa praktik mengajar perlu memahami prinsip desain pembelajaran agar video tetap berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti proses pedagogik.
Pendampingan dari dosen pembimbing dan refleksi setelah praktik mengajar menjadi bagian penting untuk memastikan penggunaan video interaktif berjalan efektif.
Relevansi dalam Pendidikan Calon Guru
Penggunaan video interaktif dalam teaching practice sejalan dengan tuntutan kompetensi guru di era digital. Calon guru tidak hanya dituntut menguasai materi ajar, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara pedagogis dan etis.
Di lingkungan pendidikan keguruan seperti FKIP, pengenalan dan pemanfaatan media digital menjadi bagian dari penguatan kompetensi profesional mahasiswa. Beberapa institusi, termasuk Ma’soem University, menempatkan praktik mengajar sebagai sarana pembelajaran reflektif yang mendorong mahasiswa berpikir kritis terhadap metode dan media yang digunakan.
Pendekatan ini membantu mahasiswa memahami bahwa teknologi hanyalah alat, sedangkan keberhasilan pembelajaran tetap bergantung pada perencanaan, interaksi, dan refleksi pedagogik.
Strategi Efektif Mengintegrasikan Video Interaktif
Agar penggunaan video interaktif dalam teaching practice berjalan optimal, beberapa strategi dapat diterapkan. Pertama, pemilihan video harus selaras dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik. Kedua, video sebaiknya disertai aktivitas lanjutan seperti diskusi kelompok atau penugasan singkat.
Ketiga, mahasiswa perlu menguasai manajemen waktu agar penggunaan video tidak mengurangi kesempatan interaksi langsung. Keempat, refleksi pasca-pembelajaran penting dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas media yang digunakan.
Pendekatan ini membantu mahasiswa praktik mengajar mengembangkan sikap profesional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan.





