Pentingnya Food Safety Management System (FSMS) dalam Praktikum Teknologi Pangan

Kuliah di jurusan Teknologi Pangan Universitas Ma’soem akan membawamu ke dunia sains yang sangat seru namun penuh tanggung jawab. Di sini, kamu tidak hanya belajar cara memasak atau menciptakan rasa yang enak, tetapi membedah struktur bahan pangan agar aman dikonsumsi oleh jutaan orang.

Universitas Ma’soem, yang terletak di kawasan strategis Bandung-Sumedang ini, memang dikenal memiliki komitmen tinggi untuk mencetak lulusan yang mahir secara praktis dan memiliki karakter disiplin yang kuat. Sebagai mahasiswa Tekpang di kampus yang kental dengan budaya “Cageur, Bageur, Pinter” ini, kamu pasti akan menghabiskan banyak waktu di laboratorium. Namun, ada satu hal yang menjadi “nyawa” dari setiap praktikum yang kamu jalani, yaitu pemahaman tentang Food Safety Management System (FSMS) atau Sistem Manajemen Keamanan Pangan.

Bagi mahasiswa Universitas Ma’soem, praktikum bukan sekadar mengikuti instruksi modul agar produk jadi. Praktikum adalah simulasi nyata industri pangan. Mengapa FSMS sangat ditekankan? Karena di dunia industri nanti, kesalahan kecil dalam keamanan pangan bukan hanya soal nilai yang jelek, tapi bisa berakibat fatal bagi kesehatan konsumen dan reputasi perusahaan. Yuk, kita bedah kenapa FSMS wajib kamu terapkan setiap kali menginjakkan kaki di lab Teknologi Pangan Ma’soem.


1. FSMS: Lebih dari Sekadar Cuci Tangan

Banyak maba (mahasiswa baru) yang mengira keamanan pangan hanya soal memakai jas lab dan cuci tangan. Padahal, FSMS adalah pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi, mencegah, dan mengendalikan bahaya pangan. Bahaya ini bisa berupa biologis (bakteri, jamur), kimia (sisa pembersih, toksin), maupun fisik (pecahan kaca, rambut, atau logam).

  • Penerapan di Lab: Saat kamu melakukan praktikum sterilisasi atau pasteurisasi di lab Ma’soem, kamu sebenarnya sedang menjalankan bagian dari FSMS. Kamu memastikan bahwa titik kendali kritis (CCP) terpantau dengan benar agar mikroba patogen mati sempurna.
  • Budaya Kerja: FSMS melatih mentalmu untuk selalu waspada. Kamu tidak akan membiarkan alat yang kotor menyentuh bahan baku yang sudah bersih.

2. Memahami HACCP sebagai Fondasi Utama

Dalam FSMS, ada satu istilah yang bakal jadi “makanan sehari-hari” mahasiswa Tekpang, yaitu HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point). Di Universitas Ma’soem, kamu akan diajarkan cara membedah alur produksi untuk mencari di mana letak bahaya yang mungkin muncul.

  • Simulasi Industri: Saat membuat tugas proyek inovasi pangan, dosen biasanya akan memintamu menyusun rencana HACCP sederhana. Ini adalah latihan mental agar kamu terbiasa berpikir preventif (mencegah sebelum terjadi), bukan hanya reaktif (mengatasi setelah masalah muncul).

Mengapa Universitas Ma’soem Menjadi Tempat Belajar yang Tepat?

Mengapa belajar FSMS di Universitas Ma’soem terasa berbeda? Karena kampus ini mengintegrasikan nilai-nilai islami dan kedisiplinan dalam setiap proses belajarnya.

  • Prinsip Halalan Thoyyiban: Keamanan pangan (FSMS) adalah bentuk nyata dari prinsip Thoyyib (baik/sehat). Di Ma’soem, kamu dididik bahwa menyediakan makanan aman adalah bagian dari amanah profesi dan ibadah.
  • Fasilitas Lab yang Standar: Universitas Ma’soem terus meningkatkan fasilitas laboratoriumnya agar mendekati standar industri. Dengan alat yang sesuai standar, kamu bisa mempraktikkan cara sanitasi dan higiene yang benar sesuai pedoman FSMS.
  • Kemandirian dan Disiplin: Budaya disiplin di Ma’soem membuat mahasiswanya terbiasa mengikuti prosedur (SOP) tanpa harus diawasi ketat. Di industri, sikap ini sangat dicari oleh perusahaan besar.

3. Pencegahan Kontaminasi Silang: Skill Wajib di Lab

Salah satu pilar FSMS adalah mencegah kontaminasi silang. Bayangkan jika kamu sedang praktikum membuat sosis dan di meja yang sama ada mahasiswa lain yang sedang meneliti daging mentah yang terkontaminasi bakteri Salmonella. Tanpa sistem manajemen yang benar, bakteri tersebut bisa berpindah ke produkmu.

  • Zonasi Lab: Melalui FSMS, kamu belajar cara mengatur alur kerja di laboratorium agar area bersih dan area kotor tidak saling bersinggungan.
  • Higiene Personal: Mahasiswa Tekpang Ma’soem ditekankan untuk menjaga kebersihan diri, mulai dari memotong kuku, memakai masker, hingga tidak menggunakan perhiasan saat praktikum. Ini bukan sekadar aturan kampus, tapi etika profesional industri pangan dunia.

4. Dokumentasi: Jika Tidak Dicatat, Maka Tidak Dilakukan

FSMS sangat bergantung pada catatan. Suhu oven, nilai pH, waktu sterilisasi, hingga tanggal kedaluwarsa bahan baku harus dicatat secara rapi.

  • Latihan Laporan: Laporan praktikum yang tebal dan detail di Universitas Ma’soem sebenarnya adalah latihan untuk membuat dokumentasi Quality Assurance (QA) di masa depan. Di industri, jika ada komplain dari konsumen, catatan inilah yang akan menyelamatkanmu.

Tips Sukses Menerapkan FSMS Selama Kuliah

Agar kamu selangkah lebih maju dibanding mahasiswa lainnya, cobalah terapkan tips ini setiap kali praktikum:

  1. Baca SOP Sebelum Masuk Lab: Jangan baru membaca instruksi saat tangan sudah memegang bahan. Pahami potensi bahaya dari setiap langkah kerja yang akan kamu lakukan.
  2. Jaga Kebersihan Alat Secara Konsisten: Cuci alat sebelum dan sesudah digunakan dengan teknik sanitasi yang benar. Ingat, alat yang terlihat bersih belum tentu bebas dari mikroba (steril).
  3. Gunakan APD Lengkap: Jas lab, masker, penutup kepala (hairnet), dan sarung tangan adalah pelindungmu dan pelindung produkmu. Jangan pernah menyepelekannya hanya karena merasa ribet atau panas.
  4. Kritis Terhadap Bahan Baku: Sebelum memulai praktikum di lab Ma’soem, cek kondisi bahan. Jika ada aroma atau warna yang mencurigakan, segera laporkan. Ini adalah bagian dari kontrol kualitas awal.

Memahami dan menerapkan Food Safety Management System (FSMS) selama praktikum di Universitas Ma’soem adalah investasi besar bagi kariermu. Kamu tidak hanya lulus sebagai sarjana yang tahu cara membuat makanan, tapi sebagai profesional yang menjamin keamanan pangan masyarakat.

Dunia industri pangan tidak hanya mencari orang yang pinter berinovasi, tapi mencari orang yang disiplin dalam menjaga standar keamanan. Dengan karakter disiplin dan mandiri yang kamu dapatkan di Universitas Ma’soem, menerapkan FSMS akan menjadi kebiasaan alami yang membawamu menuju kesuksesan di masa depan.