Peran Ahli Teknologi Pangan dalam Menjamin Keamanan Produk di Pasar

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa susu kemasan yang Anda beli bisa bertahan berbulan-bulan tanpa basi, atau mengapa makanan kaleng tetap aman dikonsumsi meskipun telah melalui perjalanan distribusi yang jauh? Di balik itu semua, ada peran besar dari seorang Ahli Teknologi Pangan. Mereka adalah “penjaga gerbang” yang memastikan bahwa setiap suapan yang kita konsumsi tidak hanya lezat, tetapi juga bebas dari risiko bahaya.

Di Universitas Ma’soem, kami mendidik mahasiswa Teknologi Pangan untuk menjadi profesional yang bertanggung jawab. Fokus utamanya bukan sekadar memproduksi makanan dalam jumlah besar, melainkan bagaimana menjamin keamanan produk tersebut dari meja pabrik hingga ke tangan konsumen.


1. Menjaga dari Kontaminasi Mikrobiologi

Musuh terbesar dalam industri pangan adalah mikroorganisme tak kasat mata seperti bakteri, jamur, dan virus. Ahli Teknologi Pangan bertugas merancang proses pengolahan—seperti pasteurisasi, sterilisasi, atau pembekuan—untuk membunuh patogen berbahaya tanpa merusak nilai gizi makanan. Di laboratorium Universitas Ma’soem, mahasiswa belajar mengidentifikasi mikroba ini agar bisa mencegah terjadinya keracunan pangan di masyarakat.

2. Formulasi dan Penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang Aman

Ada banyak mitos mengenai bahan pengawet atau pewarna. Di sinilah peran ahli pangan untuk meluruskan fakta. Mereka memastikan bahwa penggunaan bahan tambahan pangan dilakukan sesuai regulasi BPOM dan standar internasional (Codex Alimentarius). Mereka menghitung dosis yang aman agar fungsi bahan tersebut (seperti menjaga tekstur atau mencegah ketengikan) tidak memberikan efek samping bagi kesehatan konsumen.

3. Inovasi Pengemasan yang Melindungi

Keamanan pangan juga sangat bergantung pada kemasan. Ahli Teknologi Pangan bertugas memilih material kemasan yang mampu melindungi produk dari oksigen, cahaya, dan benturan fisik. Mereka memastikan tidak ada migrasi bahan kimia dari plastik atau kaleng ke dalam makanan. Inovasi seperti active packaging atau kemasan ramah lingkungan kini menjadi tren yang dipelajari untuk menjaga kesegaran produk lebih lama.

4. Implementasi Sistem Jaminan Mutu (HACCP dan Halal)

Di industri besar, ahli pangan bertanggung jawab menerapkan sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Ini adalah sistem pencegahan risiko di setiap titik produksi. Selain itu, di Universitas Ma’soem, aspek Sertifikasi Halal juga menjadi poin krusial. Mahasiswa diajarkan cara menjamin kemurnian bahan baku agar produk yang dihasilkan tidak hanya aman secara medis, tetapi juga memenuhi syariat bagi konsumen Muslim.


Dunia keamanan pangan memiliki fakta-fakta unik yang sering kali terlewatkan:

  • Detektif Pangan: Jika terjadi kasus penarikan produk (product recall) di pasar, Ahli Teknologi Pangan adalah sosok “detektif” yang melacak di mana letak kebocoran sistemnya, mulai dari asal bahan baku hingga suhu truk pengangkut.
  • Masa Simpan Bukan Tebak-tebakan: Penentuan tanggal “Expired Date” dilakukan melalui riset ilmiah yang rumit di laboratorium, bukan sekadar estimasi. Mereka menguji ketahanan produk dalam berbagai suhu ekstrem.
  • Bekerja dengan Standar Global: Ilmu yang kamu pelajari di Teknologi Pangan Universitas Ma’soem bersifat universal. Aturan keamanan pangan di Indonesia banyak mengacu pada standar internasional, sehingga kamu bisa berkarier di perusahaan multinasional mana pun.
  • Karakter Adalah Kunci: Teknologi Pangan adalah profesi penuh integritas. Di Universitas Ma’soem, kamu dididik untuk disiplin dan jujur. Mengapa? Karena memalsukan data keamanan pangan berarti mempertaruhkan nyawa konsumen.

Menjadi Ahli Teknologi Pangan adalah panggilan bagi mereka yang peduli pada kemanusiaan. Tanpa peran mereka, pasar akan dipenuhi produk yang berisiko bagi kesehatan. Dengan kurikulum yang berbasis industri dan penekanan pada karakter profesional, Universitas Ma’soem menyiapkan Anda untuk menjadi ahli pangan yang kompeten dan berintegritas.

Siap menjadi pahlawan di balik keamanan pangan bangsa?

Mari bergabung dengan Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ma’soem. Di sini, Anda belajar ilmu masa depan untuk melindungi kesehatan banyak orang.