Peran BK dalam Mengatasi Fear of Missing Out di Era Digital

Di era digital saat ini, mahasiswa hidup dalam lingkungan yang serba terhubung. Media sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun di balik manfaatnya, muncul fenomena psikologis yang semakin umum terjadi, yaitu Fear of Missing Out (FOMO).

FOMO adalah perasaan takut tertinggal dari pengalaman, pencapaian, atau kebahagiaan orang lain. Mahasiswa sering merasa harus selalu “ikut” tren, aktif, produktif, dan sukses seperti yang mereka lihat di media sosial. Jika tidak, mereka merasa tertinggal.

Fenomena ini bukan sekadar perasaan biasa. Jika dibiarkan, FOMO dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental mahasiswa.

Mengapa Mahasiswa Rentan Mengalami FOMO?

Mahasiswa berada pada fase pencarian jati diri dan pembentukan identitas. Pada tahap ini, mereka sangat sensitif terhadap penilaian sosial.

Beberapa faktor yang memperkuat FOMO:

  • Paparan konten “kesuksesan instan” di media sosial
  • Budaya perbandingan sosial (social comparison)
  • Kebutuhan akan validasi eksternal
  • Tekanan untuk terlihat produktif dan sukses

Mahasiswa sering lupa bahwa apa yang terlihat di media sosial hanyalah “highlight”, bukan realitas utuh.

Dampak FOMO terhadap Kesehatan Mental

FOMO tidak hanya berdampak pada emosi, tetapi juga perilaku dan kualitas hidup mahasiswa.

Dampaknya meliputi:

  • Kecemasan berlebih
  • Penurunan kepercayaan diri
  • Ketergantungan pada media sosial
  • Gangguan fokus belajar
  • Perasaan tidak puas terhadap diri sendiri

Dalam jangka panjang, FOMO dapat memicu stres kronis hingga depresi ringan.

Peran Bimbingan dan Konseling (BK)

BK memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa mengatasi FOMO melalui pendekatan preventif dan kuratif.

  1. Psikoedukasi tentang Realitas Media Sosial: Mahasiswa perlu diedukasi bahwa media sosial sering kali menampilkan realitas yang telah diseleksi.
  2. Penguatan Self-Acceptance: Konselor membantu mahasiswa menerima diri sendiri tanpa harus membandingkan dengan orang lain.
  3. Pengelolaan Digital Wellbeing: Mahasiswa diajarkan mengatur waktu penggunaan media sosial secara sehat.
  4. Konseling Individual: Pendekatan ini membantu mahasiswa menggali akar kecemasan yang dialami.

Strategi Mengatasi FOMO Secara Mandiri

  • Batasi waktu penggunaan media sosial
  • Fokus pada tujuan pribadi
  • Latih rasa syukur
  • Hindari perbandingan sosial berlebihan

FOMO adalah tantangan nyata di era digital. Dengan dukungan BK dan kesadaran diri, mahasiswa dapat menjalani kehidupan yang lebih autentik dan sehat secara mental.

Mari Bergabung dengan Keluarga Besar Ma’soem University

Ingin menjadi mahasiswa yang mandiri dan berprestasi? Wujudkan masa depan Anda bersama kami di Prodi Bimbingan dan Konseling Ma’soem University.

Segera daftarkan diri Anda melalui link berikut:https://pmb.masoemuniversity.ac.id/
Untuk informasi lebih lanjut kunjungi juga website resmi kami di:https://masoemuniversity.ac.id/