Perbedaan Sinkronus dan Asinkronus: Panduan Lengkap untuk Mahasiswa dan Guru

Dalam dunia pendidikan modern, terutama di era digital, istilah sinkronus dan asinkronus sering muncul dalam konteks pembelajaran online. Memahami perbedaan keduanya menjadi penting bagi mahasiswa, guru, maupun pengelola pendidikan. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa yang membedakan kedua konsep tersebut, termasuk penerapannya di Ma’soem University, khususnya pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Apa Itu Sinkronus?

Sinkronus berasal dari kata “synchronous” yang berarti terjadi secara bersamaan. Dalam konteks pendidikan, pembelajaran sinkronus mengharuskan interaksi terjadi secara real-time. Contohnya termasuk kelas daring yang menggunakan platform video conference, webinar, atau sesi tanya jawab langsung.

Keuntungan utama dari pembelajaran sinkronus adalah adanya komunikasi langsung antara pengajar dan mahasiswa. Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami secara instan, serta mendapat feedback langsung dari pengajar. Di FKIP Ma’soem University, misalnya, metode ini sering digunakan pada mata kuliah praktikum bahasa atau pendidikan dasar, di mana interaksi aktif sangat dibutuhkan.

Namun, metode ini juga memiliki keterbatasan. Jadwal yang harus seragam antara pengajar dan mahasiswa sering menjadi tantangan, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas lain di luar kampus. Selain itu, kualitas koneksi internet menjadi faktor penting agar sesi berjalan lancar.

Apa Itu Asinkronus?

Berbeda dengan sinkronus, asinkronus (asynchronous) memungkinkan interaksi tidak harus terjadi secara bersamaan. Mahasiswa dapat mengakses materi, video, atau tugas kapan saja sesuai fleksibilitas waktu masing-masing. Sistem Learning Management System (LMS) adalah contoh umum penerapan pembelajaran asinkronus.

Metode ini memberi kebebasan belajar lebih besar. Mahasiswa dapat meninjau materi berulang kali, belajar sesuai ritme masing-masing, dan mengatur waktu belajar tanpa terikat jadwal kelas tertentu. FKIP Ma’soem University menerapkan metode asinkronus ini pada beberapa mata kuliah teori, seperti pendidikan karakter atau pengantar psikologi pendidikan. Mahasiswa dapat mengunduh materi, menonton video kuliah, dan mengunggah tugas secara mandiri.

Kelemahan dari metode ini adalah interaksi yang lebih minim. Mahasiswa tidak bisa langsung mendapatkan klarifikasi dari pengajar, sehingga kadang memerlukan inisiatif lebih untuk bertanya melalui forum diskusi atau email.

Perbedaan Utama Sinkronus dan Asinkronus

Secara ringkas, perbedaan utama antara sinkronus dan asinkronus dapat dilihat dari beberapa aspek:

  • Waktu Interaksi: Sinkronus terjadi real-time, sedangkan asinkronus bersifat fleksibel dan tidak serentak.
  • Interaksi Langsung: Sinkronus memungkinkan komunikasi instan, sedangkan asinkronus lebih banyak bergantung pada forum atau pesan.
  • Fleksibilitas: Asinkronus lebih fleksibel bagi mahasiswa yang memiliki jadwal padat.
  • Kontrol Belajar: Mahasiswa memiliki kontrol lebih besar pada asinkronus karena bisa mengatur waktu dan kecepatan belajar sendiri.

Dengan memahami perbedaan ini, mahasiswa dapat memilih metode belajar yang paling sesuai dengan gaya belajar mereka. FKIP Ma’soem University mendorong kombinasi kedua metode ini untuk memaksimalkan efektivitas pembelajaran.

Penerapan Sinkronus dan Asinkronus di FKIP Ma’soem University

Di Ma’soem University, khususnya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, kedua metode digunakan secara terpadu untuk mendukung proses belajar mengajar.

Pada mata kuliah yang membutuhkan praktik langsung, seperti metode mengajar di kelas atau laboratorium pendidikan, sinkronus menjadi pilihan utama. Mahasiswa dapat berlatih menyampaikan materi, melakukan simulasi mengajar, dan mendapat evaluasi langsung dari dosen.

Sementara itu, pada mata kuliah teori seperti manajemen kelas, psikologi pendidikan, dan penelitian pendidikan, metode asinkronus digunakan. Mahasiswa mengakses materi melalui LMS, menonton video pembelajaran, dan mengerjakan tugas atau kuis secara mandiri. Pendekatan ini memudahkan mahasiswa untuk belajar lebih mendalam dan meninjau materi berulang kali.

Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing

Memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing metode akan membantu mahasiswa dan dosen menyesuaikan strategi pembelajaran.

Kelebihan Sinkronus:

  • Komunikasi langsung dan interaktif.
  • Feedback instan dari pengajar.
  • Cocok untuk praktik dan diskusi kelompok.

Kekurangan Sinkronus:

  • Terikat jadwal tertentu.
  • Membutuhkan koneksi internet stabil.
  • Kurang fleksibel bagi mahasiswa yang sibuk.

Kelebihan Asinkronus:

  • Belajar fleksibel sesuai waktu mahasiswa.
  • Bisa meninjau materi berkali-kali.
  • Mempermudah mahasiswa mengatur ritme belajar.

Kekurangan Asinkronus:

  • Interaksi terbatas dengan pengajar dan teman.
  • Memerlukan inisiatif lebih untuk bertanya.
  • Kurang efektif untuk praktik langsung.

Di FKIP Ma’soem University, kombinasi kedua metode ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan proses belajar. Mahasiswa mendapat pengalaman belajar yang interaktif sekaligus fleksibel.

Tips Memanfaatkan Kedua Metode

Agar pembelajaran efektif, mahasiswa bisa menerapkan beberapa tips berikut:

  1. Atur Jadwal: Buat jadwal belajar pribadi untuk materi asinkronus.
  2. Catat Pertanyaan: Saat mengikuti kelas sinkronus, catat pertanyaan untuk klarifikasi.
  3. Gunakan Forum Diskusi: Manfaatkan forum untuk berinteraksi pada materi asinkronus.
  4. Kombinasikan Keduanya: Gunakan materi asinkronus sebagai persiapan sebelum kelas sinkronus agar lebih siap berpartisipasi.