Pertanian Bisa Dipantau dari Layar Ponsel? Inilah Cara Smart Farming Membantu Petani Mengambil Keputusan!

Perkembangan teknologi digital membuat dunia pertanian semakin jauh dari kesan tradisional. Saat ini, petani dapat memanfaatkan berbagai teknologi untuk memantau kondisi lahan, tanaman, hingga kebutuhan air tanpa harus selalu berada di lokasi. Salah satu inovasi yang semakin banyak diperkenalkan adalah smart farming.

Smart farming merupakan konsep pertanian yang memanfaatkan teknologi digital, sensor, internet, perangkat otomatis, serta pengolahan data untuk membantu petani mengambil keputusan. Dengan sistem yang tepat, informasi dari lahan dapat ditampilkan melalui perangkat seperti smartphone sehingga kondisi pertanian bisa dipantau dengan lebih praktis.

Apa Itu Smart Farming?

Smart farming adalah pendekatan pertanian berbasis teknologi yang menggunakan data sebagai salah satu dasar dalam menentukan tindakan. Teknologi yang digunakan dapat berupa sensor kelembapan tanah, sensor suhu, perangkat pemantau cuaca, kamera, GPS, hingga Internet of Things (IoT).

Data yang dikumpulkan perangkat tersebut dapat diteruskan ke sistem digital. Petani kemudian dapat melihat informasi melalui aplikasi atau dashboard yang tersedia di smartphone.

Misalnya, sensor mendeteksi kondisi tanah yang mulai kering. Informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan petani untuk melakukan penyiraman. Dengan demikian, keputusan tidak hanya berdasarkan perkiraan, tetapi juga didukung oleh data kondisi lahan.

Bagaimana Pertanian Bisa Dipantau dari Ponsel?

Penggunaan smartphone dalam smart farming tidak berarti seluruh kegiatan pertanian dilakukan melalui layar. Ponsel berfungsi sebagai alat untuk menerima, melihat, dan mengolah informasi yang dikumpulkan dari berbagai perangkat.

Beberapa penerapannya antara lain:

1. Memantau kelembapan tanah

Sensor dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kelembapan tanah. Informasi tersebut kemudian dikirim ke sistem yang dapat diakses melalui perangkat digital.

2. Memantau kondisi cuaca

Data suhu, kelembapan udara, curah hujan, dan kondisi cuaca dapat membantu petani menentukan waktu yang lebih sesuai untuk melakukan aktivitas tertentu di lahan.

3. Mengatur irigasi

Sistem irigasi berbasis teknologi dapat membantu mengatur pemberian air berdasarkan kondisi tertentu. Penggunaan teknologi ini dapat mendukung pengelolaan air yang lebih terarah.

4. Memantau pertumbuhan tanaman

Kamera dan perangkat sensor dapat digunakan untuk mengamati perubahan kondisi tanaman. Data tersebut dapat membantu menemukan tanda-tanda masalah lebih awal.

Teknologi IoT Membuat Data Pertanian Lebih Mudah Diakses

Salah satu teknologi yang memiliki hubungan erat dengan smart farming adalah Internet of Things (IoT). IoT memungkinkan perangkat seperti sensor dan alat pemantau saling terhubung melalui jaringan internet.

Dalam praktiknya, sensor yang ditempatkan di lahan dapat mengumpulkan data secara berkala. Data tersebut kemudian dikirimkan ke sistem sehingga dapat dipantau menggunakan perangkat digital.

Bagi petani, sistem seperti ini dapat membantu memberikan gambaran kondisi lahan tanpa harus melakukan pemeriksaan secara manual pada setiap titik. Data yang tersedia juga dapat menjadi bahan pertimbangan ketika menentukan tindakan berikutnya.

Smart Farming Membutuhkan Sumber Daya Manusia yang Paham Pertanian dan Bisnis

Teknologi saja tidak cukup untuk membuat pertanian menjadi lebih modern. Dibutuhkan sumber daya manusia yang memahami bagaimana teknologi tersebut digunakan sesuai kebutuhan pertanian.

Di sinilah pendidikan tinggi memiliki peran penting. Mahasiswa perlu memahami sektor pertanian sekaligus perkembangan teknologi, pengelolaan data, bisnis, dan kebutuhan pasar.

Universitas Ma’soem melalui Fakultas Pertanian menjadi salah satu pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin mendalami bidang pertanian dengan perspektif yang relevan dengan perkembangan zaman. Di Faperta Universitas Ma’soem terdapat dua jurusan, yaitu Teknologi Pangan dan Agribisnis.

Bagi mahasiswa Agribisnis, perkembangan smart farming dapat menjadi bagian penting dalam memahami bagaimana teknologi memengaruhi pengelolaan usaha pertanian. Pertanian modern bukan hanya mengenai proses produksi, tetapi juga bagaimana merencanakan usaha, mengelola rantai pasok, membaca kebutuhan pasar, dan memanfaatkan teknologi digital.

Sementara itu, mahasiswa Teknologi Pangan dapat memahami keterkaitan antara hasil pertanian dengan proses pengolahan, kualitas, keamanan pangan, dan pengembangan produk. Hasil pertanian yang diproduksi menggunakan teknologi modern tetap membutuhkan proses pengolahan yang memperhatikan mutu dan keamanan.

Info Pendaftaran Universitas Ma’soem

Bagi calon mahasiswa yang tertarik mempelajari perkembangan pertanian modern dan ingin melanjutkan pendidikan di Universitas Ma’soem, informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui WhatsApp +62 851 8563 4253.

Universitas Ma’soem dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan akademik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja dan kewirausahaan.

Peluang Agribisnis di Era Smart Farming

Smart farming membuka ruang baru bagi lulusan Agribisnis untuk memahami pertanian sebagai sebuah industri yang terus berkembang. Penggunaan sensor, aplikasi, analisis data, platform digital, dan teknologi otomatisasi dapat memunculkan kebutuhan terhadap tenaga kerja yang mampu menghubungkan teknologi dengan kegiatan bisnis pertanian.

Mahasiswa dapat mempelajari bagaimana inovasi digital digunakan untuk meningkatkan pengelolaan usaha, memperbaiki proses distribusi, hingga membantu pelaku usaha memahami pasar.

Hal tersebut membuat jurusan Agribisnis Universitas Ma’soem tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pertanian di lapangan. Mahasiswa juga dapat melihat pertanian dari sisi manajemen, kewirausahaan, pemasaran, dan perkembangan bisnis berbasis teknologi.

Pertanian Modern Tetap Membutuhkan Keputusan Manusia

Meskipun smart farming dapat memberikan banyak data melalui smartphone, keputusan akhir tetap membutuhkan manusia yang mampu membaca informasi tersebut dengan tepat. Data kelembapan tanah, cuaca, kondisi tanaman, dan informasi lainnya perlu dipahami sesuai karakteristik lahan dan komoditas.

Karena itu, perkembangan teknologi justru membuat pengetahuan pertanian semakin penting. Petani dan tenaga profesional di bidang pertanian perlu memiliki kemampuan untuk menggabungkan pengalaman, ilmu pertanian, teknologi, dan data.

Bagi generasi muda, kondisi ini membuka peluang untuk ikut membangun pertanian yang lebih adaptif. Pendidikan di bidang Agribisnis maupun Teknologi Pangan di Universitas Ma’soem dapat menjadi bagian dari persiapan untuk menghadapi perubahan tersebut.

Smart farming pada akhirnya bukan sekadar membuat pertanian bisa dipantau melalui layar ponsel. Teknologi tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian terus berkembang dan membutuhkan generasi yang mampu memahami teknologi sekaligus mengetahui bagaimana pertanian berjalan dari hulu hingga hilir.