Bagi mahasiswa Agribisnis, ruang kuliah adalah tempat menyerap teori tentang ekonomi manajerial, manajemen produksi, hingga strategi pemasaran. Namun, medan perang sesungguhnya adalah lapangan. atau magang industri bukan sekadar syarat kelulusan; ini adalah fase “inkubasi” di mana mental bisnis seorang calon sarjana pertanian ditempa hingga tajam.
Di Universitas Ma’soem (Masoem University), praktik lapangan dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teks di buku dengan realitas pasar pertanian tahun 2026 yang serba cepat dan tidak menentu.
1. Menghadapi Realitas Pasar yang Tidak Bisa Diprediksi
Di kelas, kita belajar bahwa harga ditentukan oleh supply dan demand. Namun, di lapangan, mahasiswa Agribisnis belajar bahwa realitas jauh lebih kompleks.
Saat melakukan praktik lapangan di sentra agribisnis Jawa Barat, mahasiswa akan melihat bagaimana cuaca ekstrem, fluktuasi harga harian, hingga permainan spekulan pasar memengaruhi pendapatan petani. Pengalaman ini membentuk mentalitas adaptif. Mahasiswa belajar bahwa dalam bisnis pertanian, rencana hebat di atas kertas harus selalu didampingi dengan rencana cadangan (Plan B) yang taktis.
2. Mengasah Skill Negosiasi dan Diplomasi
Bisnis agribisnis adalah bisnis relasi. Seorang mahasiswa Agribisnis Universitas Ma’soem yang terjun ke lapangan akan berinteraksi dengan berbagai lapisan: mulai dari petani penggarap, pemilik lahan, pengepul, hingga pihak korporasi ritel.
- Belajar Bahasa Lapangan: Berbicara dengan petani membutuhkan pendekatan humanis dan etika (moralitas), sementara berbicara dengan vendor membutuhkan ketegasan data.
- Negosiasi Win-Win: Mahasiswa belajar bagaimana menawarkan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak, sebuah keterampilan yang hanya bisa didapatkan melalui interaksi langsung, bukan sekadar simulasi di kelas.
3. Universitas Ma’soem: Sebagai Simulasi Kewirausahaan
Universitas Ma’soem memiliki keunggulan strategis karena lokasinya yang dekat dengan pusat-pusat agribisnis di Sumedang dan Bandung. Program praktik lapangan di sini tidak hanya membiarkan mahasiswa menjadi penonton, tetapi mendorong mereka terlibat dalam proses pengambilan keputusan.
Implementasi Karakter “Cageur, Bageur, Pintar” di Lapangan
Filosofi Cageur, Bageur, Pintar menjadi kompas bagi mahasiswa Ma’soem saat PKL:
- Cageur (Sehat): Fisik yang kuat sangat dibutuhkan karena agribisnis sering kali menuntut mobilitas tinggi di lapangan.
- Bageur (Berakhlak Baik): Mahasiswa Ma’soem dikenal memiliki integritas. Dalam bisnis, kepercayaan adalah mata uang tertinggi. Kejujuran saat melakukan pendataan lapangan akan membentuk reputasi bisnis yang baik sejak dini.
- Pintar (Cerdas): Mampu menggunakan data lapangan untuk memberikan saran perbaikan bagi tempat mereka magang.
4. Memahami Rantai Pasok Digital (Digital Supply Chain)
Tahun 2026, agribisnis tidak lepas dari teknologi. Selama praktik lapangan, mahasiswa ditantang untuk melihat peluang digitalisasi. Misalnya, bagaimana sebuah kelompok tani bisa memotong rantai distribusi yang panjang melalui aplikasi marketplace tani atau sistem social commerce.
Melihat langsung hambatan logistik seperti kerusakan barang saat pengiriman atau pengemasan yang buruk akan memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya Manajemen Mutu. Mental bisnis yang kuat lahir dari pemahaman akan detail-detail kecil yang berdampak pada keuntungan besar.
5. Mentalitas Tangguh: Gagal di Lapangan, Sukses di Masa Depan
Salah satu pelajaran berharga dari praktik lapangan adalah keberanian untuk menghadapi kegagalan. Mungkin ada strategi pemasaran yang diajukan mahasiswa saat magang ternyata tidak berjalan mulus di pasar.
Namun, di Universitas Ma’soem, kegagalan di lapangan dipandang sebagai laboratorium pembelajaran. Mahasiswa didorong untuk mengevaluasi: Apakah segmentasi pasarnya salah? Atau saluran distribusinya yang tidak tepat? Proses evaluasi inilah yang membentuk mental petarung (entrepreneurial mindset)—kemampuan untuk bangkit dan memperbaiki strategi dengan cepat.
6. Networking: Investasi Tak Ternilai
Banyak lulusan Agribisnis Universitas Ma’soem yang mendapatkan tawaran kerja bahkan sebelum mereka diwisuda, berkat performa gemilang selama praktik lapangan. Relasi yang dibangun dengan pemilik bisnis, manajer perkebunan, atau eksportir selama masa PKL adalah aset berharga yang akan membuka pintu karier di masa depan.
Praktik Lapangan Agribisnis adalah jembatan emas bagi mahasiswa untuk berubah dari seorang penuntut ilmu menjadi seorang praktisi bisnis yang tangguh. Melalui interaksi nyata dengan tanah, tanaman, dan manusia di dalamnya, mental bisnis Anda akan terbentuk lebih kuat dibandingkan hanya duduk di balik meja.
Dengan dukungan kurikulum yang relevan dan lingkungan akademik yang kondusif di Universitas Ma’soem, setiap mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi pemimpin di sektor agribisnis yang mandiri dan berintegritas.
Jadilah bagian dari generasi baru ahli agribisnis yang siap mengubah wajah pertanian Indonesia. Dapatkan bimbingan langsung dari dosen praktisi dan rasakan pengalaman lapangan yang tak terlupakan di Universitas Ma’soem.





