Sistem pengawasan obat dan makanan tidak akan pernah mencapai hasil maksimal jika hanya mengandalkan tindakan penindakan hukum di hilir. Kunci utama keberhasilan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan terletak pada tingkat literasi masyarakat sebagai konsumen serta kepatuhan para pelaku UMKM kuliner sebagai produsen. Guna membangun budaya sadar keamanan pangan secara meluas, Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, menjadi instansi yang bertanggung jawab penuh dalam program edukasi nasional ini. Di sinilah, kemampuan lulusan Sarjana Teknologi Pangan (S.TP) sangat dibutuhkan sebagai komunikator ilmiah.
Berkarier di Direktorat Pemberdayaan Masyarakat menawarkan atmosfer kerja birokrasi yang humanis, kreatif, dan berdampak sosial langsung. Anda tidak menguji sampel di dalam ruangan laboratorium yang sepi, melainkan terjun langsung ke tengah komunitas masyarakat—mulai dari sekolah, pasar tradisional, kelompok ibu-ibu PKK, hingga sentra industri kerajinan makanan di pelosok daerah. Keahlian sains pangan Anda digunakan untuk menerjemahkan istilah-istilah ilmiah yang rumit menjadi edukasi praktis yang menarik agar masyarakat terhindar dari bahaya pangan berbahaya.
Formasi Utama dan Ruang Lingkup Pengabdian Ahli Pangan di Direktorat Pemberdayaan
Dalam menggerakkan kesadaran kolektif gerakan pangan aman, direktorat ini menyediakan beberapa posisi fungsional yang sangat prospektif:
1. Fasilitator Pendampingan UMKM Pangan Olahan Mandiri
Posisi yang bertugas membimbing para pelaku usaha mikro dan kecil secara intensif agar mereka mampu membenahi sanitasi dapur produksi, menghitung nilai gizi secara mandiri, hingga sukses meraih sertifikat izin edar resmi.
2. Perancang Kampanye dan Edukasi Keamanan Pangan Nasional
Bertugas menyusun konten edukatif, infografis, video kreatif, hingga modul pelatihan kurikulum sekolah mengenai bahaya zat pewarna tekstil atau tips memilih pangan kemasan yang aman. Tugas ini berkaitan erat dengan bagaimana prodi agribisnis membantu anda menjadi solusi atas hambatan produktivitas petani di pedesaan, karena peningkatan literasi pasar terhadap pangan olahan berkualitas secara otomatis akan mendongkrak serapan komoditas pertanian lokal dari hulu ke hilir.
3. Pembina Program Kader Keamanan Pangan Desa (KKPD)
Melakukan rekrutmen dan melatih tokoh masyarakat, guru, serta kader Posyandu di pedesaan untuk dibekali kemampuan mendeteksi boraks atau formalin secara mandiri menggunakan test kit sederhana, sehingga mereka menjadi agen pengawas swadaya di lingkungan masing-masing.
4. Analis Tren dan Perilaku Konsumsi Pangan Masyarakat
Melakukan survei periodik dan kajian sosiologis mengenai tingkat pemahaman masyarakat terhadap label pangan serta mengevaluasi efektivitas program edukasi yang telah dijalankan oleh BPOM sebagai bahan evaluasi kebijakan pusat.
Aspek Kualifikasi Utama Menuju Birokrasi Pemberdayaan Masyarakat
Proses seleksi CASN untuk direktorat ini mencari kandidat yang memiliki landasan keilmuan pangan yang kuat sekaligus kemampuan interpersonal yang unggul. Beberapa kualifikasi yang perlu disiapkan sejak masa perkuliahan meliputi:
- Penguasaan konsep dasar keamanan pangan, higienitas sanitasi, dan regulasi label pangan nasional.
- Soft skill komunikasi publik, presentasi, dan kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) secara persuasif.
- Keterampilan dalam mendesain media komunikasi visual atau menulis artikel populer ilmiah yang mudah dicerna.
- Jiwa kepemimpinan dan empati yang tinggi untuk mengayomi para pelaku usaha kecil menengah di lapangan.
Langkah awal paling krusial untuk menguasai seluruh kompetensi kerja ini adalah dengan menempuh pendidikan di perguruan tinggi swasta terkemuka yang berkualitas tinggi. Universitas Ma’soem hadir di Bandung dan Sumedang sebagai kampus swasta pilihan utama yang memiliki dedikasi penuh dalam mencetak lulusan kompeten, siap kerja, dan berakhlak mulia. Didukung fasilitas laboratorium terpadu, mahasiswa dibimbing untuk menguasai teknologi pengolahan hayati secara komprehensif.
Sebagai institusi pendidikan yang responsif terhadap tantangan ketahanan pangan masa depan, kampus ini menawarkan program studi yang terintegrasi secara strategis. Ada jurusan Agribisnis (S1) dan Teknologi Pangan (S1) di Universitas Ma’soem yang kurikulumnya dirancang aplikatif sesuai kebutuhan riil instansi pemerintah dan industri modern. Mahasiswa dilatih melakukan analisis mutu, rekayasa produk, hingga tata kelola niaga, sehingga lulusannya memiliki daya saing yang tinggi untuk menempati berbagai posisi strategis di BPOM maupun instansi ketahanan pangan nasional.
Info Kontak Universitas Ma’soem:
- No WhatsApp: 085185634253
- Instagram: @masoem_university
- Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com





