Banyak calon mahasiswa penasaran, sebenarnya seperti apa aktivitas kuliah di jurusan agribisnis? Apakah hanya belajar soal pertanian? Apakah harus sering turun ke sawah? Atau justru lebih banyak belajar bisnis dan manajemen?
Kalau kamu tertarik masuk jurusan agribisnis, penting banget tahu gambaran kesehariannya. Apalagi jika kamu mempertimbangkan kuliah di Universitas Ma’soem yang dikenal menggabungkan teori, praktik, dan pengembangan jiwa entrepreneur dalam proses pembelajarannya.
Yuk, kita lihat seperti apa sehari jadi mahasiswa jurusan agribisnis!
Pagi Hari: Belajar Teori yang Aplikatif
Sehari sebagai mahasiswa jurusan agribisnis biasanya dimulai dengan kelas teori. Tapi jangan bayangkan kelas yang kaku dan membosankan. Materi yang dipelajari justru sangat relevan dengan dunia bisnis modern.
Beberapa mata kuliah yang umum dipelajari antara lain:
- Pengantar Agribisnis
- Manajemen Usaha Pertanian
- Ekonomi Mikro dan Makro
- Pemasaran Produk Pertanian
- Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain)
- Kewirausahaan
Di kelas ini, mahasiswa belajar bagaimana mengelola usaha berbasis pertanian dan pangan secara profesional. Misalnya, bagaimana cara menentukan harga jual produk, menganalisis pasar, hingga membaca peluang bisnis.
Di Universitas Ma’soem, dosen sering mengaitkan materi dengan studi kasus nyata. Jadi mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga tahu bagaimana penerapannya di dunia usaha.
Siang Hari: Diskusi dan Studi Kasus
Setelah materi teori, biasanya dilanjutkan dengan diskusi kelompok atau pembahasan studi kasus. Ini salah satu bagian seru di jurusan agribisnis.
Mahasiswa akan diminta untuk:
- Menganalisis usaha pertanian tertentu
- Menghitung biaya produksi dan keuntungan
- Membuat strategi pemasaran
- Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan bisnis
Diskusi ini melatih kemampuan berpikir kritis dan analitis. Tidak jarang mahasiswa diminta mempresentasikan hasil analisis di depan kelas. Dari sini, kemampuan public speaking dan kerja sama tim ikut terasah.
Praktik dan Observasi Lapangan
Salah satu keunggulan jurusan agribisnis adalah adanya kegiatan praktik atau observasi lapangan. Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga melihat langsung bagaimana sistem bisnis pertanian berjalan.
Kegiatan ini bisa berupa:
- Kunjungan ke UMKM pangan
- Observasi ke perusahaan agribisnis
- Studi lapangan ke sentra pertanian
- Analisis pasar di lapangan
Di Universitas Ma’soem, pendekatan pembelajaran seperti ini membantu mahasiswa memahami kondisi riil di industri. Jadi saat lulus nanti, mereka sudah terbiasa dengan tantangan di dunia kerja.
Sore Hari: Mengerjakan Proyek atau Tugas Bisnis
Mahasiswa jurusan agribisnis juga sering mendapatkan tugas proyek. Bukan sekadar tugas teori, tapi berbentuk perencanaan bisnis nyata.
Contohnya:
- Membuat proposal usaha agribisnis
- Menyusun business plan lengkap
- Simulasi perhitungan BEP (Break Even Point)
- Membuat strategi branding produk pertanian
Tugas seperti ini sangat berguna, terutama bagi mahasiswa yang ingin menjadi wirausaha setelah lulus.
Apakah Jurusan Agribisnis Banyak Hitung-hitungan?
Banyak yang bertanya, apakah jurusan agribisnis banyak matematika?
Jawabannya: ada perhitungan, tetapi tidak sesulit jurusan teknik. Biasanya berkaitan dengan:
- Perhitungan biaya produksi
- Analisis keuntungan dan kerugian
- Perencanaan anggaran
- Analisis data pasar
Semua diajarkan secara bertahap, jadi tidak perlu khawatir. Yang penting adalah kemauan belajar dan ketelitian.
Suasana Belajar di Universitas Ma’soem
Lingkungan kampus juga berperan penting dalam pengalaman kuliah. Di Universitas Ma’soem, suasana belajar dirancang nyaman dan mendukung pengembangan potensi mahasiswa.
Mahasiswa jurusan agribisnis didorong untuk:
- Aktif berdiskusi
- Berani menyampaikan ide
- Mengembangkan inovasi bisnis
- Memiliki jiwa kepemimpinan
Pendekatan ini membuat mahasiswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga siap menghadapi dunia kerja maupun dunia usaha.
Prospek Setelah Lulus
Setelah lulus dari jurusan agribisnis, peluang kariernya cukup luas, seperti:
- Manajer pemasaran produk pertanian
- Analis bisnis agribisnis
- Konsultan usaha pertanian
- Supply chain specialist
- Wirausaha di bidang pangan dan pertanian
Karena sektor pangan dan pertanian selalu dibutuhkan, jurusan ini termasuk pilihan yang relevan untuk masa depan.
Sehari jadi mahasiswa jurusan agribisnis ternyata cukup dinamis. Mulai dari belajar teori bisnis, diskusi studi kasus, praktik lapangan, hingga menyusun rencana usaha. Kuliahnya tidak monoton dan sangat aplikatif.
Di Universitas Ma’soem, mahasiswa mendapatkan kombinasi pembelajaran teori dan praktik yang seimbang, serta dorongan untuk menjadi pribadi yang mandiri dan inovatif.
Kalau kamu tertarik dengan dunia bisnis, pertanian, dan ingin punya peluang menjadi pengusaha di masa depan, jurusan agribisnis bisa jadi pilihan yang tepat.





