Sikap atau Sifat Guru yang Dapat Membuat Murid Semangat

Peran guru tidak hanya sebatas mentransfer ilmu. Guru juga menjadi motivator, inspirator, dan pembimbing bagi murid. Terkadang, murid bisa kehilangan semangat belajar karena suasana kelas yang kurang menyenangkan atau metode pengajaran yang monoton. Oleh karena itu, sikap atau sifat guru yang dapat membuat murid semangat menjadi faktor penting dalam pendidikan. Artikel ini akan membahas beberapa sifat dan perilaku guru yang efektif, sekaligus menyinggung peran FKIP Ma’soem University dalam membekali calon guru agar memiliki kemampuan tersebut.


1. Menjadi Teladan Positif

Sikap guru yang positif dapat memengaruhi energi kelas. Murid cenderung meniru perilaku guru. Jika guru menunjukkan sikap disiplin, ramah, dan bersemangat dalam mengajar, murid akan terdorong mengikuti. Sebaliknya, guru yang mudah frustrasi atau acuh terhadap murid sering membuat motivasi belajar menurun.

Di FKIP Ma’soem University, mahasiswa pendidikan diajarkan pentingnya membangun karakter sebagai guru. Pembelajaran tidak hanya teori, tetapi juga praktik mengelola kelas dan mengembangkan sifat positif yang dapat menular ke murid.


2. Mengapresiasi Usaha Murid

Setiap murid memiliki kemampuan belajar yang berbeda. Guru yang pandai mengapresiasi usaha murid, bukan hanya hasilnya, akan menumbuhkan rasa percaya diri. Pujian yang tulus, ucapan motivasi, atau sekadar perhatian terhadap proses belajar murid membuat mereka merasa dihargai dan termotivasi untuk terus mencoba.

Contohnya, seorang mahasiswa FKIP Ma’soem University yang sedang magang mengajar di sekolah dasar dilatih untuk memberikan feedback yang membangun. Mereka belajar menyeimbangkan antara koreksi dan motivasi agar murid tetap semangat.


3. Mengajar dengan Antusiasme

Antusiasme guru dalam mengajar menular ke murid. Ketika guru menunjukkan minat yang tinggi terhadap materi, murid lebih mudah tertarik. Guru yang monoton dan kaku bisa membuat kelas terasa membosankan. Sebaliknya, guru yang enerjik dan kreatif membuat suasana belajar hidup.

FKIP Ma’soem University menekankan pentingnya kreativitas dalam mengajar. Mahasiswa dilatih menggunakan berbagai metode interaktif, media pembelajaran, dan teknik storytelling agar materi lebih menarik dan memotivasi murid.


4. Bersikap Sabar dan Empati

Kesabaran adalah kunci dalam mendidik. Murid tidak selalu langsung memahami materi atau mengikuti instruksi. Guru yang sabar dan mampu memahami kesulitan murid dapat membantu mereka belajar lebih efektif. Empati membuat guru mampu menyesuaikan metode pengajaran sesuai kebutuhan murid, sehingga mereka tidak merasa tertekan.

Di FKIP Ma’soem University, mahasiswa diajarkan memahami psikologi anak dan remaja. Hal ini membantu mereka mengenali karakter murid dan menyesuaikan pendekatan agar tetap memotivasi tanpa memaksa.


5. Memberikan Tantangan yang Tepat

Guru yang baik tidak hanya memberi materi, tetapi juga tantangan yang sesuai kemampuan murid. Tantangan ini membuat murid terdorong berpikir kritis dan kreatif. Jika terlalu mudah, murid bosan; jika terlalu sulit, mereka frustrasi. Guru yang mampu menyeimbangkan hal ini membuat murid tetap bersemangat dan ingin berkembang.

Mahasiswa FKIP Ma’soem University belajar merancang rencana pembelajaran yang seimbang. Mereka diajarkan menyesuaikan tingkat kesulitan soal dan aktivitas kelas agar merangsang minat belajar murid.


6. Komunikasi yang Efektif dan Ramah

Cara guru berkomunikasi sangat memengaruhi motivasi murid. Bahasa yang jelas, ramah, dan menyenangkan membuat murid lebih nyaman bertanya dan aktif berpartisipasi. Sebaliknya, komunikasi yang kaku atau terlalu formal bisa menimbulkan jarak antara guru dan murid.

Dalam praktik pembelajaran di FKIP Ma’soem University, mahasiswa sering melakukan simulasi mengajar. Tujuannya melatih komunikasi efektif agar murid merasa diterima, didengar, dan termotivasi.


7. Memberikan Ruang Kreativitas Murid

Guru yang membebaskan murid berkreasi dalam belajar bisa meningkatkan semangat mereka. Misalnya, dalam membuat proyek, tugas, atau presentasi, murid diberikan kesempatan mengekspresikan ide sesuai imajinasi. Hal ini mendorong rasa percaya diri dan minat belajar yang tinggi.

FKIP Ma’soem University mendorong mahasiswa untuk memahami pentingnya pembelajaran aktif. Mahasiswa belajar bagaimana mendorong murid agar tidak hanya pasif menerima materi, tetapi ikut berpikir, meneliti, dan berinovasi.


8. Konsistensi dan Keadilan

Guru yang konsisten dalam aturan dan adil dalam perlakuan akan menciptakan suasana kelas yang aman dan nyaman. Murid merasa diperlakukan sama dan tahu apa yang diharapkan. Ketidakadilan atau ketidakkonsistenan bisa menurunkan semangat murid dan menimbulkan ketidakpercayaan.

FKIP Ma’soem University mengajarkan calon guru untuk membangun manajemen kelas yang adil. Mereka belajar menegakkan aturan tanpa menimbulkan ketegangan, sehingga murid tetap fokus dan termotivasi.