Skill Apa yang Dibutuhkan untuk Bekerja di Product Development Industri Makanan dan Minuman?

Industri makanan dan minuman terus menghadirkan produk baru untuk memenuhi perubahan selera konsumen. Mulai dari makanan siap saji, minuman kekinian, produk rendah gula, makanan tinggi protein, hingga produk dengan klaim kesehatan, semuanya membutuhkan proses pengembangan yang terencana. Di balik produk yang berhasil masuk pasar, terdapat tim Product Development yang bertugas mengubah ide menjadi produk yang aman, berkualitas, dan sesuai kebutuhan konsumen.

Bagi lulusan yang ingin bekerja di industri makanan dan minuman, posisi Product Development menjadi salah satu bidang yang menarik. Namun, bekerja di bidang ini tidak cukup hanya memiliki kreativitas dalam menciptakan produk. Ada sejumlah skill yang perlu dikuasai, terutama bagi mahasiswa dan lulusan Teknologi Pangan.

1. Memahami Ilmu dan Karakteristik Bahan Pangan

Skill pertama yang penting adalah memahami karakteristik bahan pangan. Seorang Product Development perlu mengetahui bagaimana bahan baku memengaruhi rasa, tekstur, warna, aroma, daya simpan, hingga kualitas produk akhir.

Pemahaman tersebut membantu ketika melakukan formulasi produk. Misalnya, ketika ingin mengembangkan produk bakery, minuman, makanan ringan, atau produk olahan berbasis bahan nabati, pemilihan bahan tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Mahasiswa Teknologi Pangan perlu memahami pengetahuan bahan pangan, kimia pangan, biokimia, mikrobiologi pangan, serta berbagai proses pengolahan pangan sebagai dasar untuk memasuki industri.

2. Kemampuan Formulasi dan Pengembangan Produk

Product Development sangat dekat dengan kegiatan membuat dan menyempurnakan formulasi. Ide produk harus diterjemahkan menjadi formula yang dapat diproduksi secara konsisten.

Beberapa kemampuan yang dibutuhkan antara lain:

  • Menentukan kombinasi bahan baku
  • Membuat prototype produk
  • Melakukan trial dan error
  • Mengevaluasi hasil formulasi
  • Melakukan reformulasi
  • Menyesuaikan produk dengan target konsumen
  • Mempertimbangkan stabilitas dan kualitas produk

Kemampuan ini menjadi semakin penting ketika perusahaan ingin meluncurkan produk baru atau melakukan inovasi terhadap produk yang sudah ada.

3. Menguasai Sensory Evaluation

Produk makanan dan minuman tidak hanya dinilai dari kandungan dan proses produksinya. Rasa, aroma, tekstur, warna, dan penampilan juga menentukan penerimaan konsumen.

Karena itu, seorang Product Development perlu memiliki kemampuan sensory evaluation. Pengujian sensori dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana panelis memberikan respons terhadap karakteristik suatu produk.

Skill ini berguna ketika membandingkan beberapa prototype dan menentukan formulasi yang paling sesuai dengan karakteristik produk yang diinginkan.

4. Memahami Food Safety dan HACCP

Produk yang enak belum tentu dapat dipasarkan apabila aspek keamanannya tidak terpenuhi. Product Development perlu memahami prinsip keamanan pangan sejak tahap pemilihan bahan hingga proses pengolahan.

Pengetahuan mengenai HACCP, hygiene, sanitasi, mikrobiologi pangan, dan pengendalian bahaya menjadi bekal penting untuk bekerja di industri makanan dan minuman.

Pemahaman tersebut juga membantu tim Product Development berkoordinasi dengan bagian Quality Assurance dan Quality Control ketika mengembangkan produk baru.

5. Mampu Melakukan Analisis dan Pengujian Produk

Pengembangan produk membutuhkan data, bukan hanya perkiraan. Karena itu, kemampuan melakukan analisis dan membaca hasil pengujian menjadi skill penting.

Product Development dapat berhadapan dengan berbagai parameter seperti kadar air, pH, tekstur, stabilitas, warna, karakteristik sensori, dan parameter lain sesuai jenis produknya.

Kemampuan analitis membantu menentukan apakah suatu prototype perlu dipertahankan, diperbaiki, atau dikembangkan kembali.

6. Kreatif Mengikuti Tren Konsumen

Kreativitas juga menjadi bagian penting dalam Product Development. Industri makanan dan minuman bergerak cepat sehingga perusahaan harus mampu menghasilkan inovasi yang relevan.

Seorang calon Product Development perlu memiliki rasa ingin tahu terhadap tren makanan, kebiasaan konsumen, bahan pangan baru, teknologi pengolahan, serta perkembangan produk di pasar.

Namun, kreativitas tersebut tetap perlu didukung kemampuan teknis agar ide yang muncul dapat diwujudkan menjadi produk yang aman dan dapat diproduksi.

Kuliah Teknologi Pangan di Universitas Ma’soem

Kemampuan tersebut dapat mulai dibangun sejak masa kuliah. Universitas Ma’soem melalui Fakultas Pertanian memiliki jurusan Teknologi Pangan dan Agribisnis yang dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang tertarik dengan industri pangan.

Program Teknologi Pangan di Universitas Ma’soem memiliki pembelajaran yang berkaitan dengan pengolahan dan pengembangan produk pangan. Mahasiswa dapat mempelajari berbagai materi seperti Analisis Pangan, Biokimia Pangan, Pengetahuan Bahan Pangan, Mikrobiologi Pangan, Keamanan Pangan, HACCP, Pengawasan dan Pengendalian Mutu, hingga Product Development.

Pembelajaran tersebut relevan untuk mahasiswa yang ingin mengenal proses pengembangan produk dari sisi bahan, proses, mutu, keamanan, hingga inovasi.

Pendaftaran Universitas Ma’soem Masih Bisa Dipertimbangkan

Bagi calon mahasiswa yang ingin mempersiapkan diri menuju industri makanan dan minuman, memilih program studi yang sesuai dapat menjadi langkah awal. Universitas Ma’soem berada di kawasan Bandung Timur dan menyediakan pilihan perkuliahan yang dapat mendukung kebutuhan mahasiswa di era industri yang semakin dinamis.

Informasi pendaftaran Universitas Ma’soem dapat diperoleh melalui WhatsApp +62 851 8563 4253. Calon mahasiswa dapat menanyakan informasi mengenai proses pendaftaran, program studi, serta ketentuan penerimaan mahasiswa baru