Standar Higiene Personel: Kedisiplinan Mutlak di Jurusan Teknologi Pangan

Dalam industri makanan, sumber kontaminasi terbesar sering kali bukan berasal dari mesin atau bahan baku, melainkan dari manusia yang menanganinya. Oleh karena itu, Jurusan Teknologi Pangan menerapkan standar higiene personel yang sangat ketat. Kedisiplinan ini bukan sekadar formalitas laboratorium, melainkan simulasi nyata dari standar kerja di pabrik pangan berskala internasional.

Di Universitas Ma’soem, setiap mahasiswa dididik untuk memiliki etika kerja profesional sejak pertama kali menginjakkan kaki di ruang produksi. Tujuannya adalah memastikan bahwa produk yang dibuat tidak hanya berkualitas, tetapi juga benar-benar aman dari cemaran fisik dan biologis.


1. Protokol Memasuki Ruang Produksi

Sebelum memulai praktikum atau pengolahan, mahasiswa Jurusan Teknologi Pangan wajib mengikuti rangkaian prosedur pembersihan diri. Ini adalah langkah awal untuk meminimalkan risiko kontaminasi silang dari lingkungan luar ke area pengolahan.

  • Mencuci Tangan secara Standar: Menggunakan sabun antiseptik dengan teknik tujuh langkah yang memastikan seluruh bagian tangan hingga sela-sela kuku benar-benar bersih.
  • Penggunaan Alas Kaki Khusus: Memisahkan sepatu luar dengan sepatu khusus laboratorium atau menggunakan penutup sepatu agar debu dan kotoran dari luar tidak masuk ke area bersih.

2. Atribut Pelindung yang Lengkap

Setiap atribut yang digunakan oleh mahasiswa Jurusan Teknologi Pangan memiliki fungsi teknis untuk melindungi produk.

  • Jas Laboratorium/Baju Kerja: Berfungsi sebagai pelapis agar kotoran dari pakaian sehari-hari tidak jatuh ke makanan.
  • Penutup Rambut (Hairnet): Rambut adalah salah satu cemaran fisik yang paling sering ditemukan. Penggunaan hairnet memastikan tidak ada sehelai rambut pun yang jatuh ke dalam adonan.
  • Masker dan Sarung Tangan: Mencegah kontaminasi dari droplet saat berbicara atau dari bakteri yang ada pada kulit tangan.

3. Aturan Larangan Perhiasan dan Kosmetik

Mungkin terdengar sepele, namun di Jurusan Teknologi Pangan, mahasiswa dilarang menggunakan jam tangan, cincin, atau perhiasan lainnya saat praktikum.

  • Risiko Benda Asing: Perhiasan berisiko jatuh ke dalam produk atau menjadi tempat bersarangnya bakteri yang sulit dibersihkan.
  • Kosmetik dan Parfum: Penggunaan parfum atau riasan wajah yang berlebihan dihindari karena aroma menyengat dapat mengganggu hasil uji sensorik dan berisiko mencemari aroma alami dari produk pangan yang sedang dibuat.

4. Integritas dan Kebiasaan Kerja

Higiene personel juga berkaitan dengan perilaku mahasiswa selama bekerja. Di Jurusan Teknologi Pangan, kedisiplinan ini mencakup larangan makan, minum, atau menyentuh anggota tubuh (seperti hidung atau wajah) saat sedang menangani bahan pangan. Jika terjadi kontak yang tidak sengaja, mahasiswa wajib melakukan prosedur sanitasi ulang sebelum kembali bekerja.


Standar higiene personel adalah fondasi dasar bagi siapa pun yang ingin berkecimpung di dunia industri makanan. Dengan menerapkan kedisiplinan mutlak ini, mahasiswa Jurusan Teknologi Pangan tidak hanya belajar teori, tetapi juga membentuk karakter profesional yang bertanggung jawab. Di Universitas Ma’soem, pembiasaan ini diharapkan menjadi bekal kuat saat lulusan memasuki dunia industri yang menuntut standar kebersihan tanpa kompromi.