Perubahan dunia pendidikan menuntut guru tidak lagi sekadar menjadi penyampai materi. Guru masa kini diharapkan mampu memfasilitasi proses berpikir, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta mendorong peserta didik untuk aktif menemukan pengetahuan. Salah satu pendekatan yang relevan dengan tuntutan tersebut adalah strategi mengajar berbasis inquiry. Pendekatan ini memiliki peran penting dalam pendidikan guru karena membentuk cara berpikir calon pendidik sejak masa perkuliahan.
Dalam konteks lembaga pendidikan tenaga kependidikan, inquiry bukan hanya metode pembelajaran, tetapi juga kerangka berpikir profesional. Calon guru perlu dibiasakan untuk bertanya, menganalisis, dan merefleksikan praktik pendidikan agar siap menghadapi dinamika kelas yang nyata.
Konsep Dasar Strategi Inquiry dalam Pembelajaran
Strategi inquiry berangkat dari gagasan bahwa belajar akan lebih bermakna ketika peserta didik terlibat secara aktif dalam proses pencarian jawaban. Proses pembelajaran tidak dimulai dari penjelasan panjang, melainkan dari pertanyaan, masalah, atau fenomena yang perlu ditelaah.
Inquiry mendorong mahasiswa untuk:
- Mengamati dan mengidentifikasi masalah
- Merumuskan pertanyaan kritis
- Mengumpulkan dan menganalisis informasi
- Menarik kesimpulan secara logis
- Mengomunikasikan hasil pemikiran
Pendekatan ini sangat relevan diterapkan dalam pendidikan guru karena sejalan dengan kompetensi pedagogik yang menekankan kemampuan berpikir kritis dan reflektif.
Urgensi Inquiry dalam Pendidikan Calon Guru
Pendidikan guru tidak cukup hanya membekali mahasiswa kemampuan mengajar secara teknis. Calon pendidik perlu memahami mengapa suatu strategi digunakan dan bagaimana dampaknya terhadap perkembangan peserta didik. Inquiry melatih mahasiswa untuk tidak menerima konsep secara pasif, tetapi menguji dan memaknainya.
Melalui inquiry, mahasiswa pendidikan guru belajar memandang pembelajaran sebagai proses dinamis. Mereka terbiasa mengevaluasi praktik mengajar, menyesuaikan strategi, serta merespons kebutuhan peserta didik secara kontekstual. Kebiasaan ini menjadi fondasi penting bagi profesionalisme guru di masa depan.
Penerapan Inquiry pada Program Pendidikan Bahasa Inggris
Pada program Pendidikan Bahasa Inggris, strategi inquiry dapat diterapkan melalui analisis penggunaan bahasa dalam konteks nyata. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori linguistik atau metodologi pengajaran, tetapi juga mengamati fenomena kebahasaan yang muncul di kelas maupun masyarakat.
Misalnya, mahasiswa diajak mengkaji kesalahan berbahasa siswa, pola code-switching, atau respons siswa terhadap teknik pembelajaran tertentu. Proses ini mendorong mereka memahami bahasa sebagai alat komunikasi yang hidup, bukan sekadar struktur gramatikal.
Inquiry juga membantu calon guru bahasa Inggris mengembangkan sensitivitas terhadap perbedaan latar belakang siswa. Pendekatan ini memperkuat kemampuan pedagogis sekaligus kompetensi profesional dalam pengajaran bahasa.
Strategi Inquiry dalam Pendidikan Bimbingan dan Konseling
Pada program Bimbingan dan Konseling, inquiry berperan penting dalam melatih mahasiswa memahami dinamika perilaku dan psikologi individu. Calon konselor tidak cukup menghafal teori perkembangan atau teknik konseling, tetapi perlu mengembangkan kemampuan analisis kasus.
Mahasiswa dilatih untuk mengamati gejala, mengajukan pertanyaan yang tepat, serta menarik kesimpulan berdasarkan data dan etika profesional. Inquiry membantu mereka menghindari penilaian subjektif dan mendorong pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.
Pendekatan ini relevan karena praktik bimbingan dan konseling selalu berhadapan dengan masalah yang kompleks dan kontekstual. Kemampuan berpikir inquiry menjadi bekal utama bagi calon konselor dalam menghadapi situasi nyata di lapangan.
Peran Dosen dalam Pembelajaran Berbasis Inquiry
Keberhasilan strategi inquiry sangat dipengaruhi oleh peran dosen sebagai fasilitator. Dosen tidak lagi menjadi pusat informasi, tetapi pengarah proses belajar. Pertanyaan pemantik, diskusi terstruktur, serta umpan balik reflektif menjadi kunci utama.
Dosen perlu menciptakan suasana kelas yang aman untuk bertanya dan berpendapat. Mahasiswa didorong untuk menyampaikan ide tanpa takut salah, karena kesalahan dipandang sebagai bagian dari proses belajar. Pola ini menumbuhkan kepercayaan diri dan kemandirian berpikir.
Inquiry sebagai Bekal Profesionalisme Guru
Strategi mengajar berbasis inquiry membentuk karakter guru yang adaptif dan reflektif. Guru terbiasa mengevaluasi praktik pembelajaran, mencari solusi atas masalah kelas, serta memperbarui pendekatan mengajar sesuai kebutuhan peserta didik.
Dalam jangka panjang, inquiry berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan. Guru yang berpikir kritis akan lebih peka terhadap perubahan kurikulum, perkembangan teknologi, serta karakter generasi belajar yang terus berkembang.
Penerapan di FKIP Ma’soem University
Di lingkungan FKIP Ma’soem University, strategi inquiry relevan diterapkan untuk mendukung pembentukan calon guru yang kompeten. Fokus pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Bimbingan dan Konseling memberikan ruang bagi pengembangan pembelajaran yang analitis dan kontekstual.
Sebagai bagian dari Ma’soem University, FKIP berperan menyiapkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki pola pikir ilmiah dan reflektif. Pendekatan inquiry sejalan dengan tujuan tersebut karena menekankan proses berpikir dan pemecahan masalah.





