Strategi Pemasaran Digital untuk Produk Pertanian di Jurusan Agribisnis

Salah satu tantangan terbesar bagi petani di Indonesia bukanlah cara menanam, melainkan cara menjual hasil panen dengan harga yang adil. Rantai distribusi yang terlalu panjang seringkali membuat keuntungan petani menjadi minim. Di sinilah Jurusan Agribisnis mengambil peran melalui pengajaran Strategi Pemasaran Digital.

Di Universitas Ma’soem, mahasiswa Jurusan Agribisnis dilatih untuk memutus rantai distribusi yang tidak efisien tersebut dengan memanfaatkan teknologi digital. Fokusnya adalah bagaimana menghubungkan hasil bumi langsung ke tangan konsumen atau industri melalui strategi pemasaran yang modern.


1. Pemanfaatan Social Commerce dan Marketplace

Mahasiswa Jurusan Agribisnis belajar bahwa produk pertanian tidak lagi hanya bisa dijual di pasar tradisional. Media sosial dan platform dagang elektronik memiliki potensi yang sangat besar.

  • Content Marketing: Mahasiswa diajarkan cara membuat konten visual yang menarik, seperti proses panen yang higienis atau keunggulan nutrisi produk, untuk membangun kepercayaan pembeli.
  • Optimasi Marketplace: Belajar mengelola toko daring khusus produk segar, termasuk pengaturan stok dan penggunaan fitur iklan agar produk pertanian lebih mudah ditemukan oleh calon pembeli.

2. Membangun Branding Produk Pertanian Lokal

Produk pertanian sering dianggap sebagai komoditas tanpa nama. Di Jurusan Agribisnis, mahasiswa belajar memberikan “identitas” pada hasil tani agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

  • Storytelling: Menceritakan kisah di balik produk, misalnya “Beras Organik dari Petani Lokal Sumedang”. Cerita ini memberikan nilai emosional bagi konsumen yang peduli pada isu kesehatan dan kesejahteraan petani.
  • Packaging Digital-Friendly: Merancang kemasan yang tidak hanya melindungi produk selama pengiriman, tetapi juga terlihat estetis saat difoto untuk dipajang di galeri digital.

3. Pemasaran Berbasis Komunitas dan Direct-to-Consumer (D2C)

Salah satu strategi yang dipelajari di Jurusan Agribisnis adalah sistem pre-order atau langganan melalui grup komunikasi digital.

  • Database Pelanggan: Mahasiswa belajar mengelola data pembeli untuk menawarkan produk yang sedang musim secara langsung.
  • Efisiensi Logistik: Dengan pemasaran digital, mahasiswa bisa mengatur jadwal panen sesuai dengan jumlah pesanan yang masuk, sehingga mengurangi risiko produk layu atau terbuang karena tidak laku.

4. Analisis Data dan Tren Pasar

Kelebihan pemasaran digital adalah adanya data yang bisa diukur. Dalam kurikulum Jurusan Agribisnis, mahasiswa diajarkan cara membaca data untuk strategi bisnis.

  • Analisis Tren: Melihat jenis sayuran atau buah apa yang sedang banyak dicari di mesin pencari.
  • Segmentasi Pasar: Belajar menentukan target konsumen, misalnya menargetkan ibu rumah tangga yang peduli gaya hidup sehat untuk produk sayuran organik lewat iklan yang terukur.

Strategi pemasaran digital di Jurusan Agribisnis adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha pertanian. Mahasiswa tidak hanya dididik menjadi manajer lahan, tetapi juga menjadi pemasar digital yang andal. Di Universitas Ma’soem, penguasaan teknologi ini diharapkan dapat mencetak lulusan yang mampu membawa produk pertanian lokal bersaing di pasar yang lebih luas dan modern.