Pembelajaran yang efektif tidak selalu bergantung pada seberapa banyak materi disampaikan. Kualitas interaksi di kelas justru sering menjadi penentu utama keberhasilan belajar. Salah satu pendekatan yang terbukti mampu menghidupkan suasana kelas dan mendorong keterlibatan peserta didik adalah Teaching with Questions. Strategi ini menempatkan pertanyaan sebagai alat utama untuk membangun pemahaman, melatih berpikir kritis, serta memfasilitasi dialog bermakna antara guru dan siswa.
Dalam konteks pendidikan modern, guru dituntut tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing proses berpikir. Oleh karena itu, kemampuan merancang dan mengajukan pertanyaan yang tepat menjadi kompetensi pedagogis yang penting, terutama bagi mahasiswa keguruan yang sedang menyiapkan diri terjun ke dunia pendidikan.
Konsep Dasar Teaching with Questions
Teaching with Questions merujuk pada pendekatan pembelajaran yang menekankan penggunaan pertanyaan sebagai inti strategi mengajar. Pertanyaan tidak lagi diposisikan sekadar alat evaluasi di akhir pembelajaran, melainkan menjadi penggerak utama proses belajar itu sendiri. Melalui pertanyaan, guru dapat mengarahkan perhatian siswa, memancing rasa ingin tahu, serta membantu siswa mengonstruksi pengetahuan secara aktif.
Pendekatan ini berangkat dari asumsi bahwa belajar merupakan proses aktif. Siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi menafsirkan, menghubungkan, dan merefleksikan pengetahuan baru berdasarkan pengalaman sebelumnya. Pertanyaan yang dirancang secara tepat mampu membuka ruang dialog dan pemikiran mendalam di kelas.
Peran Pertanyaan dalam Proses Pembelajaran
Pertanyaan memiliki peran strategis dalam pembelajaran. Pertama, pertanyaan membantu guru memetakan pemahaman awal siswa. Melalui respons yang muncul, guru dapat menyesuaikan strategi dan kedalaman materi. Kedua, pertanyaan mendorong siswa untuk berpikir, bukan sekadar mengingat. Aktivitas kognitif seperti menganalisis, membandingkan, dan menyimpulkan dapat terstimulasi melalui pertanyaan terbuka.
Selain itu, pertanyaan juga berfungsi sebagai sarana membangun interaksi dua arah. Kelas tidak lagi bersifat satu arah, melainkan menjadi ruang diskusi yang dinamis. Situasi ini berdampak positif pada motivasi belajar karena siswa merasa pendapatnya dihargai dan dilibatkan secara aktif.
Jenis-Jenis Pertanyaan dalam Teaching with Questions
Penerapan Teaching with Questions menuntut pemahaman terhadap berbagai jenis pertanyaan. Pertanyaan faktual berfungsi untuk memastikan pemahaman dasar terhadap materi. Pertanyaan konseptual digunakan untuk menggali makna dan hubungan antar konsep. Sementara itu, pertanyaan reflektif mendorong siswa mengevaluasi pengalaman belajar dan mengaitkannya dengan konteks nyata.
Penggunaan variasi pertanyaan penting agar proses pembelajaran tidak monoton. Guru perlu menyesuaikan jenis pertanyaan sesuai tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, serta tahap kegiatan belajar. Kombinasi yang seimbang akan menghasilkan pembelajaran yang lebih bermakna.
Strategi Merancang Pertanyaan yang Efektif
Pertanyaan yang efektif tidak muncul secara spontan tanpa perencanaan. Guru perlu merancang pertanyaan sejak tahap perencanaan pembelajaran. Perumusan tujuan belajar menjadi titik awal dalam menentukan jenis dan arah pertanyaan. Pertanyaan sebaiknya disusun secara bertahap, dari tingkat sederhana menuju kompleks.
Bahasa pertanyaan juga perlu diperhatikan. Kalimat yang jelas dan kontekstual akan memudahkan siswa memahami maksud pertanyaan. Selain itu, guru perlu memberikan waktu berpikir yang cukup sebelum meminta jawaban. Ruang jeda ini membantu siswa memproses informasi dan menyusun respons yang lebih matang.
Teaching with Questions dalam Praktik Kelas
Dalam praktiknya, Teaching with Questions dapat diterapkan pada berbagai mata pelajaran dan jenjang pendidikan. Pada awal pembelajaran, pertanyaan pemantik dapat digunakan untuk mengaitkan materi baru dengan pengalaman siswa. Pada tahap inti, pertanyaan eksploratif membantu siswa menggali konsep secara lebih mendalam. Di akhir pembelajaran, pertanyaan reflektif dapat dimanfaatkan untuk menilai pemahaman dan proses belajar.
Pendekatan ini juga fleksibel untuk dikombinasikan dengan metode lain seperti diskusi kelompok, pembelajaran berbasis masalah, atau project-based learning. Pertanyaan berperan sebagai pengikat aktivitas, menjaga fokus pembelajaran tetap pada tujuan yang telah ditetapkan.
Relevansi bagi Mahasiswa FKIP
Bagi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, penguasaan strategi Teaching with Questions menjadi bekal penting dalam praktik mengajar. Mahasiswa tidak hanya dilatih menyusun RPP, tetapi juga mengembangkan keterampilan komunikasi pedagogis. Kemampuan bertanya secara efektif mencerminkan pemahaman terhadap materi sekaligus sensitivitas terhadap kebutuhan belajar siswa.
Di lingkungan Ma’soem University, khususnya pada program FKIP, pendekatan pembelajaran aktif menjadi bagian dari penguatan kompetensi calon pendidik. Mahasiswa didorong untuk menerapkan strategi bertanya secara reflektif dalam kegiatan microteaching maupun praktik lapangan, tanpa harus bergantung pada metode ceramah semata.
Tantangan dan Solusi dalam Penerapan
Penerapan Teaching with Questions tidak lepas dari tantangan. Salah satu kendala yang sering muncul adalah rendahnya partisipasi siswa dalam menjawab pertanyaan. Situasi ini dapat diatasi melalui penciptaan iklim kelas yang aman dan suportif. Guru perlu menegaskan bahwa kesalahan merupakan bagian dari proses belajar.
Tantangan lain berkaitan dengan manajemen waktu. Diskusi berbasis pertanyaan membutuhkan pengelolaan waktu yang baik agar tujuan pembelajaran tetap tercapai. Solusi yang dapat diterapkan adalah seleksi pertanyaan kunci yang benar-benar relevan dan berorientasi pada capaian pembelajaran.





