Website sering kali menjadi salah satu titik pertama yang digunakan calon pelanggan untuk mengenal sebuah bisnis. Di dalamnya, pelanggan dapat menemukan informasi produk, layanan, harga, kontak, hingga berbagai informasi yang membantu mereka mempertimbangkan pembelian. Namun, memiliki website saja belum tentu membuat bisnis mudah ditemukan atau menghasilkan transaksi.
Di sinilah strategi digital marketing mengambil peran. Website dan digital marketing sebenarnya dapat berjalan beriringan. Digital marketing berfungsi menarik perhatian audiens, sedangkan website dapat menjadi tempat untuk mengarahkan audiens tersebut agar mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan melakukan tindakan tertentu.
Ketika Konten Sudah Ramai, tetapi Website Sepi
Salah satu masalah yang sering terjadi adalah bisnis sudah aktif membuat konten di media sosial, tetapi jumlah pengunjung website masih rendah. Konten mungkin mendapatkan banyak tayangan dan interaksi, tetapi audiens tidak diarahkan ke halaman yang dapat memberikan informasi lebih lengkap.
Sebaliknya, ada pula bisnis yang sudah mempunyai website dengan tampilan menarik, tetapi tidak memiliki strategi untuk mendatangkan pengunjung. Akibatnya, website terlihat profesional, tetapi jarang dikunjungi. Kedua kondisi tersebut menunjukkan bahwa website dan digital marketing tidak seharusnya berjalan sendiri-sendiri. Keduanya membutuhkan tujuan yang saling terhubung.
Dari Konten ke Website, Lalu ke Aksi
Bayangkan seseorang melihat konten sebuah brand di Instagram. Ia tertarik dengan produknya, kemudian menekan tautan yang tersedia dan masuk ke website. Di sana, ia dapat membaca detail produk, melihat pilihan yang tersedia, lalu menghubungi penjual atau melakukan pembelian.
Alurnya dapat dibuat sederhana:
- Konten digital marketing menarik perhatian audiens.
- Tautan atau call-to-action mengarahkan audiens ke website.
- Website memberikan informasi yang lebih lengkap.
- Fitur website membantu audiens melakukan tindakan.
- Data pengunjung dan transaksi dapat digunakan untuk mengevaluasi strategi berikutnya.
Alur tersebut membuat aktivitas digital marketing tidak berhenti pada jumlah likes atau views, tetapi dapat dilanjutkan menuju tindakan yang lebih terukur.
Peran Website dalam Strategi Digital Marketing
Website dapat menjadi pusat berbagai aktivitas pemasaran digital. Ketika bisnis menjalankan iklan, membuat konten media sosial, mengoptimalkan mesin pencari, atau mengirimkan email marketing, audiens dapat diarahkan ke halaman website yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Misalnya, sebuah bisnis menjual sepatu olahraga. Konten media sosial dapat membahas tips memilih sepatu untuk olahraga tertentu. Ketika audiens tertarik, mereka dapat diarahkan ke artikel atau halaman produk di website. Dari sana, pelanggan dapat melihat spesifikasi, ukuran, harga, dan pilihan produk sebelum mengambil keputusan. Dengan cara tersebut, website bukan hanya menjadi “etalase online”, tetapi juga bagian dari perjalanan pelanggan.
Saat Website Tidak Mendukung Aktivitas Pemasaran
Masalah lain muncul ketika website sulit digunakan. Pengunjung mungkin datang melalui iklan atau media sosial, tetapi akhirnya meninggalkan halaman karena informasi sulit ditemukan, tampilan tidak nyaman di perangkat mobile, atau proses pembelian terlalu panjang.
Untuk mengatasinya, bisnis perlu memperhatikan beberapa bagian penting, seperti:
- Navigasi yang sederhana.
- Informasi produk yang jelas.
- Tombol call-to-action yang mudah ditemukan.
- Kecepatan dan kenyamanan akses.
- Tampilan yang menyesuaikan perangkat pengguna.
Jika pengalaman pengunjung sudah diperhatikan, traffic yang diperoleh dari strategi digital marketing memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan tindakan.
Website dan Digital Marketing Perlu Didukung Data
Strategi digital marketing akan lebih mudah dievaluasi ketika bisnis mengetahui apa yang dilakukan pengunjung setelah masuk ke website. Data dapat membantu melihat halaman yang banyak dikunjungi, sumber traffic, tindakan yang dilakukan pengguna, hingga bagian yang membuat pengunjung berhenti.
Informasi tersebut dapat digunakan untuk menentukan langkah berikutnya. Jika banyak orang mengunjungi halaman produk tetapi sedikit yang melakukan pembelian, misalnya, bisnis dapat mengevaluasi informasi produk, harga, tampilan halaman, atau proses checkout.
Dengan begitu, keputusan pemasaran tidak hanya berdasarkan perkiraan, tetapi dapat mengacu pada perilaku pengguna yang tercatat.
Belajar Menghubungkan Bisnis dengan Sistem Digital
Memahami hubungan website dan digital marketing membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan membuat konten. Ada aspek sistem informasi, pengelolaan data, pengalaman pengguna, strategi pemasaran, hingga pemahaman terhadap kebutuhan bisnis. Ma’soem University menyediakan program studi S1 Sistem Informasi dan S1 Bisnis Digital yang dapat menjadi ruang pembelajaran untuk memahami bagaimana teknologi informasi dan strategi bisnis digital dapat digunakan dalam menyelesaikan kebutuhan bisnis. Informasi mengenai program perkuliahan dapat ditanyakan melalui Admin Univ Ma’soem di +62 851 8563 4253.
Bukan Pilih Website atau Digital Marketing
Pertanyaan yang lebih tepat bukan “website atau digital marketing?”, tetapi bagaimana keduanya dapat digunakan untuk mencapai tujuan yang sama. Website membutuhkan traffic agar dapat menjangkau audiens, sementara digital marketing membutuhkan tujuan yang jelas agar aktivitas pemasaran tidak berhenti pada awareness saja.
Ketika keduanya dirancang dalam satu alur, bisnis dapat membangun perjalanan pelanggan yang lebih terarah: dikenal melalui digital marketing, mendapatkan informasi melalui website, kemudian melakukan tindakan yang diharapkan.
Bagi mahasiswa yang ingin memahami cara merancang website sekaligus menyusun strategi digital yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, mempelajari bidang Sistem Informasi dan Bisnis Digital di Ma’soem University dapat menjadi langkah untuk mengenal proses tersebut secara lebih mendalam. Dengan pemahaman yang tepat, website tidak hanya menjadi halaman yang “ada”, tetapi dapat menjadi bagian aktif dari strategi pemasaran sebuah bisnis.




