Bayangkan sebuah toko yang memiliki produk bagus, tetapi etalasenya berantakan, pencahayaannya kurang, dan pelanggan kesulitan menemukan barang yang dicari. Kemungkinan besar orang akan memilih pergi sebelum melihat lebih jauh. Hal serupa dapat terjadi pada bisnis yang memiliki website. Website sebagai etalase digital menjadi salah satu bagian yang dapat membentuk kesan pertama ketika seseorang mengenal sebuah bisnis secara online.
Website tidak cukup hanya berisi nama usaha, foto produk, dan nomor kontak. Pengunjung membutuhkan informasi yang jelas, tampilan yang nyaman, serta alur yang memudahkan mereka melakukan tindakan berikutnya. Ketika website mampu memberikan pengalaman tersebut, pengunjung memiliki alasan untuk bertahan lebih lama dan mengenal bisnis secara lebih mendalam.
Kesan Pertama Dimulai dari Tampilan
Salah satu persoalan yang sering ditemukan adalah website terlihat terlalu penuh. Penggunaan terlalu banyak warna, tulisan yang sulit dibaca, gambar dengan ukuran tidak konsisten, atau susunan menu yang membingungkan dapat membuat pengunjung kehilangan fokus.
Agar website terasa lebih menarik, beberapa elemen berikut perlu diperhatikan:
- Gunakan kombinasi warna yang sesuai dengan identitas bisnis.
- Pilih jenis huruf yang mudah dibaca.
- Tampilkan foto atau visual berkualitas baik.
- Susun informasi berdasarkan tingkat kepentingannya.
- Pastikan tombol dan menu mudah ditemukan.
Tampilan yang menarik bukan berarti harus dipenuhi berbagai animasi. Justru, desain yang sederhana tetapi terarah dapat membuat informasi lebih mudah diterima oleh pengunjung.
Pengunjung Datang, Lalu Harus Bisa Menemukan Apa yang Dicari
Website yang bagus tidak hanya membuat orang tertarik untuk melihat, tetapi juga membantu mereka menemukan informasi tanpa harus berpikir terlalu lama. Misalnya, seseorang ingin mengetahui harga produk. Jika informasi tersebut tersembunyi di beberapa halaman, pengunjung bisa saja merasa kesulitan dan akhirnya meninggalkan website.
Masalah seperti ini biasanya muncul karena struktur halaman tidak dirancang berdasarkan kebutuhan pengguna. Solusinya adalah membuat navigasi yang sederhana dan logis.
Contohnya, sebuah website bisnis dapat memiliki menu:
- Beranda
- Tentang Kami
- Produk atau Layanan
- Informasi
- Kontak
Struktur tersebut dapat dikembangkan sesuai karakter bisnis. Intinya, setiap menu harus memiliki tujuan yang jelas dan membantu pengunjung bergerak dari satu informasi ke informasi lainnya.
Isi Website Juga Harus Punya “Alasan untuk Dibaca”
Desain yang menarik akan kehilangan fungsinya apabila konten di dalamnya tidak memberikan informasi yang dibutuhkan. Pengunjung tidak hanya ingin melihat tampilan, tetapi juga ingin mengetahui apa yang ditawarkan dan mengapa mereka perlu memperhatikannya.
Konten website dapat dibuat lebih hidup dengan menggunakan bahasa yang jelas dan langsung. Hindari paragraf terlalu panjang apabila informasi dapat disampaikan secara singkat. Gunakan judul, subjudul, gambar, serta poin penting untuk membantu pengunjung memahami isi halaman.
Bagi bisnis, beberapa informasi yang dapat ditampilkan antara lain:
- Keunggulan produk atau layanan.
- Harga atau pilihan paket.
- Profil dan nilai bisnis.
- Testimoni pelanggan.
- Cara melakukan pemesanan.
- Informasi kontak.
Website yang Menarik Harus Nyaman Dibuka dari Berbagai Perangkat
Pernah membuka website melalui ponsel lalu harus memperbesar layar hanya untuk membaca tulisan? Pengalaman seperti itu tentu kurang menyenangkan. Padahal, pengunjung dapat mengakses website menggunakan perangkat yang berbeda, mulai dari smartphone, tablet, hingga laptop. Karena itu, tampilan website perlu menyesuaikan ukuran layar. Gambar tidak boleh terpotong, tulisan harus tetap terbaca, dan tombol harus mudah ditekan melalui layar sentuh.
Jika aspek ini diabaikan, masalahnya bukan hanya pada estetika. Pengunjung dapat merasa tidak nyaman dan memilih mencari informasi dari tempat lain. Untuk memahami bagaimana sebuah website dirancang agar tidak hanya menarik, tetapi juga berfungsi dengan baik, calon mahasiswa dapat mempelajari bidang yang menggabungkan teknologi informasi dan kebutuhan bisnis.
Belajar Memahami Website dari Sisi Teknologi dan Bisnis
Ma’soem University menyediakan program studi S1 Sistem Informasi dan S1 Bisnis Digital yang dapat menjadi ruang pembelajaran untuk memahami hubungan antara sistem, teknologi, dan kebutuhan bisnis. S1 Sistem Informasi berkaitan dengan bagaimana sistem informasi dirancang dan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan organisasi, sedangkan S1 Bisnis Digital mengarahkan pembelajaran pada pemanfaatan teknologi digital dalam aktivitas bisnis. Informasi mengenai perkuliahan dapat ditanyakan melalui Admin Univ Ma’soem di +62 851 8563 4253.
Jangan Hanya Membuat Website, Pahami Penggunanya
Kesalahan lain dalam membuat website adalah terlalu fokus pada keinginan pemilik bisnis dan melupakan pengalaman pengunjung. Misalnya, pemilik ingin menampilkan semua informasi di halaman utama karena menganggap semuanya penting. Akibatnya, halaman justru menjadi terlalu padat.
Solusinya adalah melihat website dari sudut pandang pengguna. Tanyakan hal-hal sederhana seperti:
- Apa yang pertama kali ingin diketahui pengunjung?
- Informasi apa yang paling sering dicari?
- Apakah tombol pemesanan mudah ditemukan?
- Apakah halaman dapat dibuka dengan nyaman melalui ponsel?
Pertanyaan tersebut dapat membantu menentukan bagian mana yang harus diprioritaskan.
Detail Kecil Bisa Mengubah Pengalaman Pengunjung
Website sebagai etalase digital pada akhirnya bukan hanya tentang “terlihat bagus”. Kecepatan halaman, kualitas gambar, penempatan tombol, susunan informasi, hingga kemudahan navigasi ikut menentukan bagaimana pengunjung berinteraksi dengan website.
Semakin jelas kebutuhan pengguna dipahami, semakin mudah pula website dirancang secara tepat. Di sinilah pengetahuan mengenai sistem informasi dan bisnis digital menjadi relevan. Membuat website dapat menjadi proses belajar untuk menggabungkan desain, data, teknologi, dan strategi bisnis dalam satu solusi.
Bagi yang ingin mendalami cara merancang solusi digital secara lebih terarah, masuk ke Ma’soem University dan mempelajari S1 Sistem Informasi atau S1 Bisnis Digital dapat menjadi langkah untuk membangun pemahaman tersebut. Karena website yang menarik bukan sekadar membuat pengunjung berkata “bagus”, tetapi membuat mereka berpikir, “Saya tahu harus melakukan apa setelah melihat website ini.”




