5 Mitos Salah Tentang Jurusan Pertanian yang Bikin Kamu Ragu, Padahal Prospeknya Gede!

Banyak calon mahasiswa yang masih ragu memilih jurusan pertanian karena terpengaruh berbagai anggapan lama yang tidak lagi relevan dengan kondisi industri saat ini. Padahal, sektor pertanian modern sudah berkembang jauh, tidak hanya soal bercocok tanam, tetapi juga mencakup teknologi, bisnis, hingga industri pangan yang bernilai tinggi. Di Indonesia sendiri, kebutuhan tenaga ahli di bidang ini terus meningkat seiring pertumbuhan industri pangan dan agribisnis.

Di lingkungan pendidikan tinggi, salah satu kampus yang ikut berperan dalam mencetak sumber daya unggul di bidang ini adalah Ma’soem University melalui Fakultas Pertanian (Faperta) yang hanya memiliki dua program studi, yaitu Teknologi Pangan dan Agribisnis.


1. Jurusan Pertanian Itu Ketinggalan Zaman

Banyak yang mengira jurusan pertanian identik dengan cara-cara tradisional seperti mencangkul di sawah atau bekerja di ladang. Padahal, pertanian modern sudah berbasis teknologi tinggi seperti sensor tanah, analisis data cuaca, hingga sistem pertanian presisi.

Di Faperta Ma’soem University, mahasiswa justru diarahkan untuk memahami teknologi yang digunakan dalam industri pangan dan sistem agribisnis modern, sehingga lulusannya siap menghadapi era digitalisasi sektor pangan.


2. Lulusan Pertanian Susah Cari Kerja

Mitos ini sudah tidak relevan. Faktanya, industri pangan dan agribisnis merupakan sektor vital yang tidak pernah berhenti berkembang. Kebutuhan akan ahli teknologi pangan, manajemen distribusi, hingga pengelolaan bisnis pertanian sangat tinggi.

Jurusan Teknologi Pangan dan Agribisnis di Ma’soem University membuka peluang karier di berbagai bidang seperti industri makanan, perusahaan agribisnis, hingga wirausaha berbasis pangan.


3. Gaji Lulusan Pertanian Rendah

Anggapan bahwa lulusan pertanian hanya mendapatkan gaji kecil tidak lagi tepat. Di era industri modern, posisi seperti analis pangan, quality control, hingga manajer agribisnis memiliki standar gaji kompetitif.

Apalagi jika lulusan memiliki kemampuan tambahan seperti manajemen bisnis atau inovasi produk pangan, peluang mendapatkan penghasilan tinggi semakin besar. Program studi di Faperta Ma’soem University juga menekankan pada pengembangan keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan industri.


4. Jurusan Pertanian Tidak Menantang

Banyak yang berpikir bahwa jurusan ini mudah dan tidak membutuhkan kemampuan analitis. Faktanya, mahasiswa pertanian harus memahami biologi, kimia, teknologi, hingga ekonomi bisnis.

Di jurusan Teknologi Pangan dan Agribisnis Ma’soem University, mahasiswa dituntut untuk mampu menganalisis proses produksi pangan, manajemen rantai pasok, hingga strategi pemasaran produk pertanian secara modern.


5. Hanya Cocok untuk yang Ingin Jadi Petani

Mitos terakhir ini sangat sering membuat calon mahasiswa salah paham. Jurusan pertanian bukan hanya mencetak petani, tetapi juga mencetak ahli industri, peneliti pangan, konsultan bisnis, hingga entrepreneur.

Di Faperta Ma’soem University, pendekatan pembelajaran diarahkan pada pengembangan industri pangan dan bisnis pertanian modern, sehingga lulusannya memiliki banyak pilihan karier di berbagai sektor.


Program Studi di Fakultas Pertanian Ma’soem University

Fakultas Pertanian di Ma’soem University memiliki fokus yang jelas dan terarah dengan hanya dua program studi unggulan, yaitu:

1. Teknologi Pangan
Mempelajari proses pengolahan, pengawetan, pengemasan, hingga inovasi produk pangan agar memiliki nilai tambah dan aman dikonsumsi.

2. Agribisnis
Menggabungkan ilmu pertanian dengan manajemen bisnis, mencakup produksi, distribusi, hingga pemasaran hasil pertanian.

Kedua program studi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan industri modern yang terus berkembang, terutama dalam sektor pangan dan bisnis pertanian.


Kenapa Memilih Ma’soem University untuk Bidang Pertanian

Ma’soem University menawarkan pendekatan pendidikan yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif. Mahasiswa dibekali dengan keterampilan yang relevan dengan industri, mulai dari teknologi pengolahan pangan hingga strategi bisnis agribisnis.

Lingkungan belajar yang mendukung serta kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri membuat lulusan lebih siap bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha. Selain itu, fokus pada dua program studi di Faperta membuat pembelajaran lebih terarah dan mendalam.


Pendaftaran mahasiswa baru dapat dilakukan melalui kontak WhatsApp: +62 851 8563 4253