Ff83342250809393

Apa Tantangan Bisnis Halal di Era Digital? Ini yang Harus Dipahami Mahasiswa

Bisnis halal kini tak hanya populer di pasar tradisional, tapi juga berkembang pesat di platform digital. Namun, di balik peluang yang terbuka lebar, ada sejumlah tantangan yang harus dipahami oleh mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah, khususnya mereka yang ingin menjadi pengusaha atau konsultan di sektor halal.

Peluang vs Tantangan di Era Digital

Digitalisasi membuat proses bisnis lebih cepat, efisien, dan murah. Tapi dalam konteks bisnis halal, kecepatan ini bisa mengaburkan batas antara halal dan tidak halal jika tidak dibarengi dengan pengetahuan dan etika yang kuat.

Beberapa tantangan yang sering muncul di antaranya:

  1. Kurangnya Pemahaman Produk Halal
    Banyak pelaku usaha menjual produk tanpa tahu proses sertifikasi atau standar kehalalan.

  2. Transparansi dalam Transaksi Online
    Jual beli di platform digital seringkali minim kejelasan akad, deskripsi produk, dan kejelasan pengiriman—hal-hal yang menjadi bagian penting dalam muamalah.

  3. Pemasaran yang Tidak Etis
    Dalam persaingan digital, ada godaan untuk menggunakan teknik promosi manipulatif atau clickbait yang bertentangan dengan prinsip kejujuran dalam Islam.

  4. Kurangnya Sertifikasi Resmi
    Banyak usaha online kecil belum memiliki izin usaha maupun sertifikasi halal, padahal hal ini penting dalam menjaga kepercayaan konsumen muslim.

Apa yang Harus Dipahami Mahasiswa Bisnis Syariah?

Mahasiswa perlu memahami bahwa bisnis halal bukan hanya soal produk tanpa bahan haram, tapi juga menyangkut cara kerja, transaksi, hingga penyampaian informasi kepada konsumen. Nilai-nilai seperti kejujuran, keterbukaan, dan tanggung jawab tetap harus dipegang, meski dalam ruang digital.

Peran Kampus dalam Menyiapkan Mahasiswa

Kampus seperti Ma’soem University mendorong mahasiswa untuk:

  • Mempelajari sertifikasi halal dan etika digital marketing

  • Mengikuti pelatihan MSIB di bidang halal industry dan bisnis digital

  • Melakukan simulasi bisnis berbasis e-commerce

  • Mengenal risiko dan etika berjualan di platform online

Dengan penguatan tersebut, mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan dan mampu menjaga nilai syariah dalam lanskap bisnis yang serba cepat dan kompetitif.

Kesimpulannya, di era digital, menjaga kehalalan bukan hanya soal produk, tapi juga soal proses. Mahasiswa Bisnis Syariah harus bisa menjadi pelaku usaha yang adaptif sekaligus amanah.