Ketika mempertimbangkan Jurusan Teknologi Pangan, banyak calon mahasiswa mulai mencari tahu mata kuliah yang akan dipelajari. Setelah melihat adanya Kimia Dasar, Kimia Analitik, Kimia Organik, hingga Kimia Pangan, muncul pertanyaan yang cukup wajar: apakah masuk Teknologi Pangan harus jago Kimia?
Jawabannya, tidak harus sudah jago Kimia sebelum masuk Jurusan Teknologi Pangan. Namun, mahasiswa perlu siap mempelajari Kimia karena ilmu tersebut menjadi salah satu dasar penting untuk memahami bahan pangan dan berbagai proses yang terjadi selama pengolahan.
Kemampuan Kimia saat masih sekolah memang dapat menjadi bekal awal. Akan tetapi, mahasiswa tidak dituntut langsung menguasai seluruh konsep Kimia sejak hari pertama kuliah. Pembelajaran akan dimulai dari materi dasar dan berkembang secara bertahap menuju penerapannya dalam bidang pangan.
Mengapa Teknologi Pangan Belajar Kimia?
Makanan bukan hanya soal rasa dan cara pengolahan. Setiap bahan pangan memiliki komponen yang dapat mengalami perubahan ketika dipanaskan, didinginkan, dicampur, difermentasi, atau disimpan dalam waktu tertentu.
Kimia membantu mahasiswa memahami berbagai perubahan tersebut.
Sebagai contoh, mahasiswa dapat mempelajari mengapa warna bahan pangan berubah setelah diproses, bagaimana protein dapat memengaruhi tekstur, mengapa minyak dapat mengalami penurunan kualitas, atau bagaimana komposisi suatu bahan memengaruhi karakter produk.
Pemahaman Kimia juga digunakan untuk mempelajari kandungan bahan pangan, menganalisis kualitas produk, serta memahami proses yang dapat memengaruhi keamanan dan daya simpan makanan.
Karena itu, Kimia di Teknologi Pangan tidak dipelajari sebagai materi yang berdiri sendiri. Konsep-konsepnya akan dihubungkan dengan bahan, proses, dan produk pangan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Mata Kuliah Kimia Apa Saja yang Dipelajari?
Dalam kurikulum S1 Teknologi Pangan Ma’soem University, pembelajaran Kimia dimulai dari mata kuliah dasar. Mahasiswa mempelajari Kimia Dasar I pada semester pertama, kemudian melanjutkan ke Kimia Dasar II, Kimia Fisika, dan Kimia Analitik pada semester berikutnya.
Setelah memiliki dasar yang cukup, mahasiswa akan mempelajari materi yang lebih spesifik, seperti Kimia Organik, Biokimia Pangan, Kimia Pangan I, dan Kimia Pangan II.
Susunan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran dilakukan secara bertahap. Mahasiswa tidak langsung mempelajari materi Kimia Pangan yang lebih kompleks tanpa terlebih dahulu memahami konsep dasarnya.
Materi Kimia kemudian digunakan untuk mendukung pembelajaran lain, seperti Analisis Pangan, Pangan dan Gizi, Teknologi Pengolahan, Pengawasan dan Pengendalian Mutu, serta Keamanan Pangan.
Apakah Materi Kimianya Sulit?
Tingkat kesulitan Kimia dapat berbeda bagi setiap mahasiswa. Ada yang merasa nyaman dengan perhitungan dan rumus, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami konsep tertentu.
Bagi mahasiswa yang kurang menyukai Kimia saat sekolah, beberapa materi mungkin terasa menantang pada awal perkuliahan. Misalnya, ketika harus memahami struktur senyawa, reaksi kimia, perhitungan konsentrasi, atau hubungan antara komponen bahan dengan sifat suatu produk.
Namun, kesulitan tersebut tidak berarti mahasiswa yang nilai Kimianya biasa saja tidak dapat mengikuti Jurusan Teknologi Pangan.
Dalam perkuliahan, pemahaman dibangun melalui penjelasan dosen, diskusi, latihan, praktikum, dan penerapan konsep dalam konteks pangan. Dengan belajar secara konsisten, materi yang awalnya terasa rumit dapat dipahami secara bertahap.
Yang penting, mahasiswa tidak hanya menghafal rumus atau istilah. Memahami alasan di balik suatu proses biasanya akan membuat materi lebih mudah dipelajari.
Apakah Harus Berasal dari Jurusan IPA?
Tidak selalu. Latar belakang IPA dapat memberikan keuntungan karena mahasiswa mungkin sudah mengenal dasar Kimia, Biologi, Fisika, dan Matematika.
Namun, calon mahasiswa dari latar belakang lain tetap dapat mempelajari Teknologi Pangan selama memenuhi ketentuan penerimaan yang berlaku di perguruan tinggi. Hal yang perlu dipersiapkan adalah kesiapan untuk mempelajari materi sains dari dasar dan membangun pemahaman secara bertahap.
Mahasiswa yang belum memiliki dasar Kimia yang kuat mungkin perlu meluangkan waktu lebih banyak untuk mengulang materi dasar. Misalnya, memahami struktur atom, ikatan kimia, reaksi, larutan, serta konsep perhitungan sederhana.
Kebiasaan belajar yang konsisten dapat membantu mengejar materi yang belum dikuasai.
Kimia di Teknologi Pangan Lebih Dekat dengan Kehidupan Sehari-Hari
Salah satu hal yang membuat pembelajaran Kimia di Teknologi Pangan menarik adalah penerapannya yang dekat dengan makanan sehari-hari.
Konsep Kimia dapat digunakan untuk memahami berbagai hal, seperti:
- perubahan warna pada buah setelah dipotong;
- perubahan tekstur telur ketika dipanaskan;
- proses pembentukan aroma dan rasa pada makanan;
- perubahan kualitas minyak selama penggunaan;
- proses fermentasi pada produk pangan;
- pengaruh suhu terhadap karakter bahan;
- perubahan produk selama penyimpanan.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa Kimia dapat membantu menjelaskan berbagai fenomena yang selama ini mungkin hanya dilihat sebagai bagian biasa dari proses memasak atau pengolahan makanan.
Melalui pembelajaran Teknologi Pangan, mahasiswa diajak melihat makanan tidak hanya dari hasil akhirnya, tetapi juga dari proses ilmiah yang terjadi di dalamnya.
Kimia Bukan Satu-Satunya Materi di Teknologi Pangan
Walaupun Kimia memiliki peran penting, Teknologi Pangan bukan jurusan yang hanya berisi pelajaran Kimia.
Mahasiswa juga mempelajari Biologi, Mikrobiologi, Matematika, Statistika, Pangan dan Gizi, Pengetahuan Bahan Pangan, Rekayasa Pangan, Bioteknologi Pangan, Analisis Sensori, Keamanan Pangan, HACCP, Pengemasan dan Penyimpanan, hingga Kewirausahaan dan e-Bisnis.
Selain memahami teori, mahasiswa juga dapat mengikuti kegiatan praktikum, melakukan pengujian, mengolah bahan, mengevaluasi produk, serta mempelajari penerapan ilmu dalam dunia industri.
Perpaduan materi tersebut membuat Teknologi Pangan menjadi bidang yang luas. Mahasiswa tidak hanya belajar memahami zat dan reaksi, tetapi juga mempelajari bagaimana bahan pangan dapat dikembangkan menjadi produk yang aman, berkualitas, dan sesuai kebutuhan konsumen.
Bagaimana Jika Nilai Kimia Saat Sekolah Kurang Bagus?
Nilai Kimia yang kurang memuaskan bukan berarti harus mengurungkan niat masuk Teknologi Pangan. Nilai tersebut dapat menjadi gambaran bahwa ada beberapa materi yang mungkin perlu dipelajari kembali, bukan penentu mutlak kemampuan seseorang untuk menyelesaikan kuliah.
Sebelum masuk kuliah, calon mahasiswa dapat mulai mengulang beberapa konsep dasar, seperti:
- struktur atom dan sistem periodik;
- ikatan kimia;
- reaksi kimia sederhana;
- konsep mol dan stoikiometri;
- larutan dan konsentrasi;
- asam, basa, dan pH;
- senyawa organik dasar.
Tidak perlu menguasai seluruh materi secara mendalam. Memahami konsep dasarnya dapat membantu calon mahasiswa lebih siap ketika mengikuti mata kuliah Kimia Dasar.
Selain itu, kemampuan belajar selama kuliah juga dipengaruhi oleh kedisiplinan, rasa ingin tahu, kemampuan bertanya, serta kemauan untuk memperbaiki pemahaman ketika menemukan materi yang sulit.
Tips Agar Lebih Siap Belajar Kimia di Teknologi Pangan
Calon mahasiswa dapat mempersiapkan diri dengan membangun pemahaman dasar sebelum perkuliahan dimulai.
Mulailah dari konsep sederhana dan pahami hubungannya dengan bahan pangan. Misalnya, ketika mempelajari pH, coba pahami kaitannya dengan tingkat keasaman suatu produk. Saat mempelajari protein, hubungkan materi tersebut dengan perubahan tekstur bahan setelah dipanaskan.
Cara belajar seperti ini dapat membuat Kimia terasa lebih relevan daripada hanya menghafal rumus.
Mahasiswa juga sebaiknya membiasakan diri mengerjakan latihan secara rutin. Materi yang berkaitan dengan perhitungan biasanya lebih mudah dipahami jika sering dipraktikkan, bukan hanya dibaca.
Jadi, Apakah Masuk Teknologi Pangan Harus Jago Kimia?
Tidak, calon mahasiswa tidak harus sudah jago Kimia untuk masuk Jurusan Teknologi Pangan.
Namun, mahasiswa perlu siap mempelajari Kimia karena ilmu tersebut menjadi salah satu fondasi untuk memahami bahan pangan, proses pengolahan, perubahan kualitas, serta pengembangan produk.
Di S1 Teknologi Pangan Ma’soem University, pembelajaran Kimia dimulai dari mata kuliah dasar sebelum berkembang ke Kimia Organik, Biokimia Pangan, dan Kimia Pangan. Konsep tersebut kemudian diterapkan dalam pembelajaran mengenai analisis, pengolahan, keamanan, mutu, dan teknologi pangan.
Jadi, jika tertarik pada dunia makanan tetapi merasa belum terlalu menguasai Kimia, hal tersebut tidak harus menjadi alasan untuk menghindari Jurusan Teknologi Pangan. Dengan kesiapan belajar, ketekunan, dan pemahaman yang dibangun secara bertahap, Kimia dapat dipelajari sebagai bagian dari perjalanan untuk memahami ilmu dan teknologi di balik berbagai produk pangan.



