Kestabilan sistem keuangan global sering dipertanyakan setelah krisis besar, mendorong pencarian model yang lebih adil dan minim risiko. Bagaimana Program Studi Perbankan Syariah S1 menawarkan kerangka manajemen risiko yang berbeda dan unik? Artikel ini mengulas urgensi topik, manfaat akademik mendalam, dan relevansi keilmuan modern untuk mencetak praktisi perbankan syariah yang kompeten dan berintegritas tinggi.
Masalah Dominasi Risiko Bunga dan Spekulasi Konvensional
Perbankan konvensional sangat bergantung pada pendapatan bunga (riba) dan sering terlibat dalam transaksi spekulatif yang berisiko tinggi. Praktik ini menciptakan ketidakstabilan sistemik dan ketidakadilan bagi nasabah dan masyarakat.
Model risiko konvensional cenderung berfokus pada mitigasi kerugian aset tanpa mempertimbangkan dampak sosial dan etika dari transaksi yang dilakukan. Diperlukan pendekatan yang mengedepankan bagi hasil dan berbagi risiko.
Dampak Ketidakpastian Risiko pada Stabilitas Keuangan
Ketergantungan pada model debt-based konvensional memperbesar risiko gagal bayar yang sistemik dan dapat memicu krisis ekonomi yang meluas. Model ini juga menghambat investasi riil di sektor produktif.
Lulusan yang hanya menguasai manajemen risiko konvensional akan kurang kompetitif di pasar yang menuntut profesionalisme beretika tinggi. Mereka juga kehilangan kesempatan untuk menjadi penggerak jurusan perbankan syariah wirausaha yang etis.
Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan studi dan menguasai perbedaan initentang berapa lama kuliah s1perlu dimanfaatkan maksimal untuk menguasai ilmu syariah yang fundamental. Studi intensif sangat dibutuhkan.
Solusi Manajemen Risiko Berbasis Bagi Hasil (Profit-Loss Sharing)
Perbankan syariah menggeser fokus dari risiko bunga ke risiko kemitraan dan bagi hasil (profit-loss sharing). Dalam model ini, risiko ditanggung bersama antara bank dan nasabah dalam setiap transaksi pembiayaan.
Program Studi Perbankan Syariah di Ma’soem University menawarkan pendidikan yang komprehensif mengenai teori, mekanisme, serta manajemen keuangan syariah. Mahasiswa mempelajari prinsip keadilan dan transparansi.
Salah satu perbedaan utama adalah risiko pasar dan likuiditas dikelola melalui instrumen yang sesuai syariat, seperti murabahah, mudharabah, dan musharakah. Ini jauh berbeda dari pinjaman berbunga konvensional.
Program studi ini didukung penuh oleh PT BPRS Al Ma’soem, lembaga keuangan yang telah berpredikat SEHAT selama 13 tahun berturut-turut. Dukungan ini memberikan akses langsung ke praktik manajemen risiko terbaik di lapangan.
Keunggulan lulusan Ma’soem meliputi kemampuan akuntansi perbankan, pemahaman hukum ekonomi syariah, dan penguasaan teknologi informasi untuk layanan perbankan yang transparan dan akuntabel.
Strategi Pembinaan Etika dan Kompetensi Industri
Strategi pendidikan harus menekankan pada pengembangan integritas etika dan pemahaman yang mendalam tentang hukum ekonomi syariah (fiqh muamalah). Etika adalah filter utama dalam pengambilan keputusan risiko.
Ma’soem University bekerja sama dengan MES untuk pelatihan Akuntansi Syariah berbasis web dan mobile guna meningkatkan kompetensi lulusan. Pelatihan ini penting untuk mengelola risiko operasional berbasis teknologi.
Misi program studi adalah menyelenggarakan pendidikan nasional bidang Perbankan Syariah berbasis entrepreneurship melalui jaringan nasional dan global. Tujuannya adalah mencetak lulusan yang profesional dan berjiwa wirausaha.
Visi program studi adalah menjadi Program Studi Perbankan Syariah bermutu tinggi di Indonesia tahun 2038 dengan karakter cageur, bageur, pinter yang menjamin kompetensi dan integritas lulusan.
-
Bagi Hasil (Mudharabah): Risiko ditanggung bank dan nasabah berdasarkan perjanjian.
-
Risiko Kepatuhan (Sharia Compliance): Risiko unik terkait ketidaksesuaian praktik dengan prinsip syariah.
-
Risiko Kredit: Dimitigasi melalui jaminan riil (aset), bukan bunga majemuk.
-
Risiko Likuiditas: Dikelola melalui instrumen pasar modal syariah.
Kelas Hybrid Ma’soem University memadukan perkuliahan tatap muka dan online, memberi fleksibilitas bagi mahasiswa reguler maupun karyawan. Ini memastikan proses belajar tetap berkualitas dan relevan dengan dunia kerja digital.
Prospek Lulusan sebagai Manajer Risiko Beretika
Lulusan Perbankan Syariah dipersiapkan untuk menjadi Manajer Risiko, Auditor, atau Analis Keuangan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga menjunjung tinggi keadilan. Mereka akan berkontribusi pada stabilitas sistem.
Mereka memiliki peran penting dalam memastikan setiap produk dan operasi bank sesuai dengan prinsip syariah (risiko kepatuhan). Ini adalah jenis risiko yang tidak ada dalam model perbankan konvensional.
Semua dukungan ini ditujukan untuk memperkuat kontribusi lulusan terhadap perkembangan ekonomi syariah nasional. Lulusan Ma’soem siap menjadi pemimpin di industri keuangan yang beretika dan berkelanjutan.
Program Studi Perbankan Syariah di Ma’soem University menawarkan jalur karir yang unik dan beretika dalam manajemen risiko. Jadilah profesional yang tidak hanya mengelola uang, tetapi juga membangun keadilan ekonomi.





