Cara belajar Bahasa Inggris kini makin beragam dan menyenangkan. Di Ma’soem University, para mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris tak hanya belajar dari buku teks atau grammar, tapi juga dari buku cerita berbahasa Inggris yang mereka baca dan diskusikan bersama.
Foto yang diambil dari suasana kegiatan di perpustakaan kampus ini menunjukkan bagaimana pembelajaran berbasis cerita (story-based learning) mampu membuat proses belajar lebih hidup dan tidak membosankan.
Kenapa Belajar Lewat Buku Cerita?
-
Bahasa Lebih Kontekstual
Mahasiswa tidak hanya belajar struktur kalimat, tapi juga ekspresi sehari-hari yang sering muncul dalam cerita. -
Meningkatkan Minat Baca dan Daya Imajinasi
Membaca cerita dalam Bahasa Inggris membantu mahasiswa membayangkan alur cerita dan memahami budaya asing. -
Latihan Kosakata dan Grammar secara Natural
Kosakata baru dan pola kalimat bisa dipahami langsung dalam konteks, tanpa harus menghafal definisi. -
Meningkatkan Kemampuan Speaking dan Writing
Setelah membaca, mahasiswa sering diminta mendiskusikan atau menulis ulang cerita versi mereka sendiri.
Salah satu dosen Pendidikan Bahasa Inggris di Ma’soem University menjelaskan bahwa metode ini dikenal sebagai “extensive reading”, yaitu mendorong mahasiswa membaca sebanyak mungkin untuk meningkatkan pemahaman dan kecintaan terhadap Bahasa Inggris.
“Kegiatan seperti ini bikin mahasiswa lebih rileks dalam belajar. Mereka bisa memilih genre favorit mereka—drama, horror, fantasy—dan justru lebih cepat berkembang,” ujarnya.
Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya menjadi pembaca yang aktif, tetapi juga belajar menjadi penulis kreatif, penyaji cerita, bahkan pembicara yang lebih percaya diri.
Selain itu, program ini mendukung terbentuknya komunitas literasi Bahasa Inggris di kampus, tempat mahasiswa saling berbagi buku, berdiskusi, hingga membuat karya tulis bersama.





