Belajar Menjadi Konsultan Mutu Pangan: Mahasiswa Terjun Langsung ke UMKM Menganalisis dan Merancang Dokumen Pengendalian Mutu Berbasis Regulasi

Oleh : Tanty Sulistiani Widodo

Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan dan mutu pangan, industri pangan, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dituntut untuk menerapkan sistem pengendalian mutu yang baik. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Teknologi Pangan menghadirkan pengalaman belajar yang aplikatif melalui mata kuliah Pengendalian dan Pengawasan Mutu Pangan, di mana mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga terjun langsung ke UMKM untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memberikan rekomendasi perbaikan terhadap sistem mutu yang diterapkan. Melalui pembelajaran berbasis Project Based Learning (PJBL), mahasiswa berperan layaknya seorang “konsultan mutu pangan” yang membantu UMKM memahami pentingnya penerapan regulasi, salah satunya Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) sebagai fondasi dalam menghasilkan produk pangan yang aman, bermutu, dan memiliki daya saing.

Belajar Langsung dari Dunia Industri
Pembelajaran dimulai dengan pemilihan UMKM pangan sebagai mitra kegiatan. Setiap
kelompok mahasiswa melakukan observasi secara langsung ke lokasi produksi untuk mengenal proses bisnis, alur produksi, serta sistem pengendalian mutu yang telah diterapkan. Mahasiswa berdiskusi dengan pemilik usaha, mengamati proses produksi dari penerimaan bahan baku hingga produk siap dipasarkan, serta mendokumentasikan berbagai aspek yang berkaitan dengan keamanan dan mutu pangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata mengenai tantangan yang dihadapi UMKM dalam menjaga kualitas produk sekaligus memahami bahwa setiap proses
produksi memiliki risiko yang harus dikendalikan secara sistematis.

Mengevaluasi UMKM Berdasarkan Standar CPPOB
Salah satu kegiatan utama dalam mata kuliah ini adalah melakukan penilaian terhadap
penerapan CPPOB. Mahasiswa menggunakan instrumen evaluasi yang mengacu pada
pedoman CPPOB untuk menilai berbagai aspek penting, di antaranya:

  • Lokasi dan lingkungan produksi;
  • Bangunan dan fasilitas produksi;
  • Peralatan yang digunakan;
  • Higiene dan sanitasi;
  • Kesehatan serta higiene karyawan;
  • Pengendalian proses produksi;
  • Penyimpanan bahan baku dan produk jadi;
  • Pelabelan produk;
  • Dokumentasi dan pencatatan;
  • Pengendalian hama;
  • Distribusi
  • Hingga sistem penanganan keluhan konsumen.
    Setiap temuan kemudian dianalisis untuk mengetahui tingkat kesesuaian terhadap persyaratan CPPOB serta mengidentifikasi aspek yang masih memerlukan perbaikan.

Menyusun Dokumen Pengendalian dan Pengawasan Mutu
Tidak berhenti pada proses evaluasi, mahasiswa juga ditugaskan menyusun berbagai dokumen yang menjadi bagian penting dalam sistem pengendalian mutu di industri pangan. Dokumen yang disusun disesuaikan dengan kondisi masing-masing UMKM, antara lain:

  • Analisis Mutu dan Sistem Pengendalian
  • Standar Operasional Prosedur (SOP);
  • Instruksi Kerja (IK);
  • Formulir inspeksi dan monitoring;
  • Formulir penerimaan bahan baku;
  • Formulir sanitasi;
  • Formulir pengendalian proses produksi;
  • Formulir pencatatan produksi;
  • Formulir ketidaksesuaian produk;
  • Serta dokumen pendukung lainnya yang diperlukan dalam sistem pengawasan mutu.
    Melalui penyusunan dokumen tersebut, mahasiswa memahami bahwa sistem mutu tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga pada konsistensi proses yang didukung oleh dokumentasi yang bai

Mari Bergabung dengan Jurusan Teknologi Pangan Ma’soem University!

Segera daftarkan diri Anda secara online melalui tautan di bawah ini:

Link Pendaftaran: https://pmb.masoemuniversity.ac.id/

WhatsApp: 081385501914

Website Resmi: https://masoemuniversity.ac.id/