Ingin menjadi pengusaha setelah lulus kuliah? Sebelum menentukan jurusan, ada satu hal yang perlu dipikirkan: bisnis seperti apa yang ingin kamu bangun? Apakah kamu tertarik membuka toko online, membangun merek sendiri, dan memasarkan produk melalui media sosial? Atau kamu lebih tertarik mengelola usaha dengan prinsip syariah, memahami keuangan, serta membangun bisnis yang berorientasi pada keuntungan dan keberkahan?
Dua pilihan yang menarik untuk dipertimbangkan adalah Bisnis Digital dan Manajemen Bisnis Syariah. Keduanya sama-sama mempelajari dunia usaha, tetapi memiliki fokus pembelajaran yang berbeda. Memahami perbedaan tersebut dapat membantu calon mahasiswa memilih program studi yang sesuai dengan minat, tujuan karier, dan rencana bisnisnya.
Apa Bedanya Bisnis Digital dan Manajemen Bisnis Syariah?
Bisnis Digital berfokus pada pemanfaatan teknologi dan strategi digital untuk menjalankan serta mengembangkan usaha. Mahasiswa mempelajari bagaimana bisnis menarik pelanggan melalui kanal online, memahami perilaku konsumen, dan memanfaatkan data untuk mendukung keputusan bisnis.
Sementara itu, Manajemen Bisnis Syariah berfokus pada pengelolaan usaha berdasarkan prinsip-prinsip syariah Islam. Pembelajarannya berkaitan dengan manajemen, pemasaran, keuangan, serta penerapan nilai-nilai Islam dalam kegiatan bisnis.
Supaya lebih mudah membedakannya, berikut gambaran fokus masing-masing jurusan:
- Bisnis Digital: pemasaran digital, perdagangan elektronik, strategi bisnis online, analisis data, dan inovasi model bisnis.
- Manajemen Bisnis Syariah: pengelolaan usaha sesuai prinsip syariah, manajemen keuangan, pemasaran, kewirausahaan, serta etika bisnis Islam.
Perlu diingat, keduanya tetap mempelajari dasar-dasar bisnis. Perbedaannya terletak pada penekanan pembelajaran dan pendekatan yang digunakan.
Kalau Ingin Punya Bisnis Sendiri, Mana yang Lebih Menguntungkan?
Jawabannya bergantung pada jenis usaha yang ingin kamu jalankan. Tidak ada jurusan yang otomatis membuat seseorang lebih sukses menjadi pengusaha. Kemampuan membaca peluang, mengelola modal, memahami pelanggan, dan konsisten menjalankan bisnis tetap menjadi faktor penting.
Sebagai contoh, kamu ingin membangun usaha pakaian dengan target pasar anak muda. Kamu perlu membuat konten promosi, mengelola toko online, membaca tren pasar, dan mengevaluasi performa penjualan. Bisnis Digital dapat menjadi pilihan relevan karena pembelajarannya berkaitan dengan strategi digital dan pengembangan usaha berbasis teknologi.
Namun, jika kamu ingin membangun usaha yang mengutamakan prinsip syariah, seperti bisnis kuliner halal atau usaha jasa dengan pengelolaan keuangan sesuai syariah, Manajemen Bisnis Syariah dapat menjadi pilihan yang sesuai. Jadi, jangan hanya bertanya, “Jurusan mana yang paling bagus?” Cobalah bertanya, “Keterampilan apa yang paling saya butuhkan untuk membangun bisnis impian?”
Peluang Usaha yang Bisa Dikembangkan dari Kedua Jurusan
Kedua program studi tersebut dapat mendukung calon pengusaha dalam bidang yang beragam. Pilihannya tidak terbatas pada menjadi karyawan setelah lulus, karena pengetahuan yang diperoleh juga dapat diterapkan untuk membangun usaha sendiri.
Beberapa contoh peluang yang bisa dipertimbangkan antara lain:
- Lulusan Bisnis Digital: membangun toko online, mengembangkan merek produk, membuka jasa pemasaran digital, atau mengelola bisnis berbasis platform digital.
- Lulusan Manajemen Bisnis Syariah: merintis usaha kuliner halal, mengembangkan bisnis keluarga, membangun usaha sesuai prinsip syariah, atau mengelola bisnis dengan memperhatikan etika dan keuangan syariah.
Meskipun demikian, peluang tersebut bukan jaminan keberhasilan ataupun batasan karier lulusan. Keduanya tetap membutuhkan pengalaman, keterampilan praktis, dan kemauan untuk terus belajar.
Jangan Sampai Salah Pilih karena Hanya Melihat Nama Jurusan
Salah satu masalah yang sering dihadapi calon mahasiswa adalah memilih jurusan berdasarkan rekomendasi teman atau anggapan bahwa jurusan tertentu lebih mudah mendapatkan pekerjaan. Padahal, setiap orang memiliki minat dan cara belajar yang berbeda.
Jika kamu menyukai media sosial, pemasaran online, dan eksperimen ide bisnis, pelajari lebih jauh kurikulum Bisnis Digital. Sebaliknya, jika kamu ingin memahami pengelolaan usaha dengan landasan syariah, cari tahu materi yang dipelajari dalam Manajemen Bisnis Syariah.
Bagi yang masih bingung menentukan pilihan, kamu bisa mulai dengan tiga langkah sederhana:
- Tentukan jenis bisnis yang ingin dikembangkan.
- Cari tahu mata kuliah dan keterampilan yang ditawarkan setiap program studi.
- Sesuaikan pilihan dengan minat, kemampuan, dan rencana jangka panjang.
Belajar Bisnis di Kampus yang Sesuai dengan Tujuanmu
Memilih kampus juga penting karena pendidikan tinggi bukan hanya tentang memperoleh gelar, melainkan membangun kemampuan untuk menghadapi tantangan nyata. Ma’soem University menyediakan program studi S1 Bisnis Digital dan S1 Sistem Informasi, serta D3 Komputerisasi Akuntansi. Program-program tersebut dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin mempelajari bisnis digital, sistem informasi, maupun pengelolaan informasi akuntansi. Jika ingin mengetahui informasi pendaftaran, kurikulum, dan biaya kuliah, kamu dapat menghubungi Admin Univ Ma’soem melalui nomor +62 851 8563 4253. Untuk pilihan Manajemen Bisnis Syariah, pastikan juga memeriksa ketersediaan program studi di kampus yang kamu tuju.
Siapkan Diri Menjadi Pengusaha Sejak Bangku Kuliah
Apa pun jurusan yang dipilih, menjadi pengusaha membutuhkan lebih dari sekadar pengetahuan teori. Kamu perlu berani mencoba, belajar dari kegagalan, memahami kebutuhan pasar, dan mengelola keuangan dengan disiplin.
Mulailah dari hal sederhana, seperti menjual produk dalam skala kecil, membantu mengembangkan usaha keluarga, atau membuat proyek bisnis bersama teman. Pengalaman tersebut dapat menjadi sarana untuk menguji ide sekaligus memahami tantangan dalam menjalankan usaha.
Pada akhirnya, Bisnis Digital vs Manajemen Bisnis Syariah bukan tentang menentukan jurusan yang mutlak lebih unggul, melainkan menemukan jalur pembelajaran yang paling sesuai dengan tujuanmu. Jika ingin memperkuat kemampuan membangun usaha melalui strategi digital, Bisnis Digital layak dipertimbangkan. Jika ingin mendalami pengelolaan bisnis berdasarkan prinsip syariah, Manajemen Bisnis Syariah bisa menjadi pilihan yang tepat. Pilih dengan pertimbangan matang, lalu manfaatkan masa kuliah untuk mulai membangun pengalaman sebagai calon pengusaha.



