Mengambil Gap Year Bukan Masalah
Banyak siswa yang setelah lulus SMA/SMK memilih gap year untuk istirahat, bekerja sementara, atau mempersiapkan diri kuliah. Selama gap year dimanfaatkan dengan baik, hal ini justru bisa membantu menentukan jurusan dan arah karier.
Risiko Gap Year Terlalu Lama
Namun, jika gap year dilakukan terlalu lama tanpa arah jelas, ada beberapa risiko yang muncul:
-
Tertinggal dalam Pembelajaran – ilmu yang dipelajari di sekolah semakin memudar.
-
Sulit Beradaptasi Saat Kembali Kuliah – semakin lama menunda, semakin sulit membiasakan diri dengan ritme belajar.
-
Tertinggal dari Teman Sebaya – banyak yang sudah lebih dulu berkarier atau melanjutkan studi.
-
Persaingan Kerja Lebih Ketat – tanpa gelar, mencari pekerjaan tetap jadi tantangan.
Kuliah Membuka Jalan Lebih Cepat
Melanjutkan kuliah tepat waktu membantu menjaga momentum belajar, memperluas relasi, dan memberi akses pada peluang karier sejak dini. Dengan gelar dan keterampilan yang diperoleh, jalan menuju profesi impian bisa lebih jelas.
Solusi bagi yang Menunda Kuliah
Bagi yang masih ragu karena alasan biaya atau motivasi, kampus kini menawarkan banyak pilihan: beasiswa, biaya kuliah yang bisa dicicil, hingga program kerja sama dengan industri. Masoem University misalnya, memberikan jaminan kerja, fasilitas lengkap, dan inkubator bisnis bagi mahasiswa yang ingin kuliah sambil mempersiapkan karier.
Gap Year Tidak Salah, Tapi Jangan Terlalu Lama
Mengambil waktu istirahat setelah sekolah bisa bermanfaat, tapi penting untuk kembali ke jalur pendidikan agar tidak tertinggal. Kuliah tetap menjadi investasi yang menentukan masa depan.





