A702e60e4a606157

Lingkungan Kampus yang Mendukung Mahasiswa Hafidz Berkembang, Ini Kuncinya

Menjadi penghafal Al-Qur’an bukan hanya soal hafalan yang lancar, tapi juga tentang proses panjang yang membutuhkan lingkungan yang kondusif dan pembinaan berkelanjutan. Di perguruan tinggi seperti Universitas Ma’soem, mahasiswa Hafidz tidak dibiarkan berjalan sendiri. Mereka didampingi dalam atmosfer kampus yang mendukung dari segi akademik maupun spiritual.

1. Tersedianya Asrama Pesantren Mahasiswa

Mahasiswa penerima Beasiswa Tahfidz mendapatkan akses tinggal di asrama pesantren khusus, di mana mereka dapat mengatur waktu belajar, mengulang hafalan, dan beribadah dalam suasana yang tenang dan religius.
Asrama ini juga menjadi tempat tumbuhnya komunitas mahasiswa yang saling memotivasi satu sama lain.

2. Pembinaan Rutin dan Kajian Keagamaan

Kampus menyediakan program pembinaan rohani seperti kajian tafsir, halaqah tahfidz, dan mentoring Islami. Aktivitas ini penting untuk menjaga hafalan dan meningkatkan pemahaman terhadap isi Al-Qur’an. Mahasiswa tidak hanya dituntut lancar menghafal, tapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

3. Dukungan Dosen dan Civitas Akademika

Dosen dan tenaga kependidikan memahami kebutuhan khusus mahasiswa tahfidz. Mereka diberi ruang fleksibilitas untuk tetap menjaga hafalannya tanpa meninggalkan kewajiban akademik.
Bahkan, beberapa dosen juga terlibat langsung sebagai pembimbing tahfidz atau pembina rohani.

4. Kegiatan yang Selaras dengan Nilai-Nilai Qur’ani

Universitas Ma’soem menjaga nilai-nilai Islami dalam kehidupan kampus. Mulai dari budaya salat berjamaah, larangan plagiarisme, hingga pembiasaan adab di ruang kelas.
Hal ini menciptakan atmosfer yang membuat mahasiswa tahfidz merasa nyaman, dihargai, dan bertumbuh bersama nilai-nilai yang mereka bawa.

5. Peluang Dakwah dan Pengembangan Diri

Mahasiswa Hafidz juga didorong aktif dalam kegiatan sosial dan organisasi dakwah kampus. Ini memberi mereka ruang untuk berbagi ilmu, melatih komunikasi, dan berkontribusi ke masyarakat.
Beberapa di antaranya bahkan menjadi pembicara, guru ngaji, atau mentor keislaman untuk lingkungan sekitar.

Lingkungan kampus yang mendukung bukan hanya memudahkan mahasiswa tahfidz menjaga hafalannya, tapi juga membuka jalan mereka untuk menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas dan berakhlak mulia.