
Tidak semua mahasiswa tinggal di kos atau apartemen. Di kampus seperti Universitas Ma’soem, mahasiswa penerima beasiswa Tahfidz justru tinggal di asrama pesantren kampus yang dirancang untuk mendukung pembinaan spiritual dan akademik secara bersamaan.
Asrama ini menjadi bagian dari program pembinaan jangka panjang untuk menjaga kualitas hafalan, akhlak, dan semangat belajar para mahasiswa Hafidz.
Asrama bukan sekadar tempat tinggal, melainkan juga pusat pembinaan karakter. Mahasiswa dibina secara rohani dan akademik melalui:
Jadwal harian yang teratur: termasuk waktu khusus untuk tahfidz, kajian Islam, dan belajar malam
Kegiatan pembinaan bersama ustaz dan pengajar Al-Qur’an
Lingkungan yang mendukung, diisi oleh sesama mahasiswa penghafal Al-Qur’an
Atmosfer yang tenang dan religius, menjadikan belajar terasa lebih bermakna
Aktivitas harian mahasiswa Hafidz yang tinggal di asrama pesantren biasanya mencakup:
Pagi: kuliah sesuai jurusan masing-masing
Siang: muraja’ah atau mentoring hafalan
Sore: kajian tematik atau diskusi kelompok
Malam: tadarus, hafalan individu, dan penguatan spiritual
Semua berjalan seimbang agar tidak mengganggu akademik, tapi tetap menjaga semangat menjaga Al-Qur’an.
“Tinggal di pesantren kampus bikin saya lebih disiplin dan dekat dengan Al-Qur’an. Suasana belajarnya tenang, teman-temannya juga saling dukung.”
— Mahasiswa Teknologi Pangan, penerima beasiswa Tahfidz
Lingkungan pesantren kampus membantu mahasiswa untuk tetap fokus, disiplin, dan menjaga akhlak di tengah kesibukan kuliah. Ini selaras dengan misi mencetak lulusan yang berilmu dan berakhlak, sebuah kombinasi penting untuk masa depan pendidikan dan karier.