Fb4afdbbdc73a7ac

Punya Jiwa Dagang? Jadi Distributor Produk Pertanian Bisa Jadi Karier Lulusan Agribisnis

Banyak yang berpikir jurusan Agribisnis hanya belajar soal menanam dan panen. Padahal, salah satu bagian paling vital dari bisnis pertanian adalah distribusi hasil tani ke pasar—dan itulah yang dipelajari mahasiswa Agribisnis dalam materi manajemen distribusi dan pemasaran produk pertanian.

Sebagai distributor produk pertanian, lulusan agribisnis memiliki peluang untuk mengelola jalur distribusi sayuran, buah, hasil olahan pangan, hingga produk ekspor. Mereka perlu memahami strategi logistik, kualitas produk, dinamika pasar, hingga rantai pasok dari petani ke konsumen.

Tak hanya teori, kampus-kampus juga membuka ruang praktik. Mahasiswa berkesempatan untuk:

  • Melakukan simulasi rantai distribusi

  • Magang di perusahaan distributor pangan

  • Mengikuti proyek distribusi hasil tani dari mitra petani ke retail

  • Belajar manajemen inventori dan pengemasan

Beberapa kampus seperti Ma’soem University juga mulai membekali mahasiswa dengan program pengembangan wirausaha berbasis agribisnis, agar mereka dapat memulai bisnis sendiri sebagai pelaku distribusi lokal maupun nasional.

“Distribusi itu bukan sekadar kirim barang. Kita harus pastikan produk sampai tepat waktu, dalam kondisi baik, dan punya nilai tambah,” ujar salah satu pengajar mata kuliah manajemen agribisnis.

Dengan kebutuhan pangan yang terus meningkat dan pola konsumsi yang berubah cepat, lulusan agribisnis berperan penting untuk menjembatani antara petani dan pasar. Mereka bisa menjadi distributor mandiri, bergabung dengan koperasi, atau bahkan membangun platform distribusi digital untuk sektor pertanian.