Penulis : Azpan Fauzi
Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, perusahaan tidak lagi bisa mengandalkan strategi pemasaran yang bersifat umum. Konsumen saat ini memiliki kebutuhan, preferensi, dan perilaku yang sangat beragam. Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami pasar secara lebih spesifik agar mampu menawarkan produk atau jasa yang tepat sasaran. Strategi segmentasi, targeting, dan positioning (STP) menjadi fondasi utama dalam pemasaran modern, khususnya di era digital yang serba cepat dan berbasis data. Segmentasi pasar merupakan proses membagi pasar yang luas menjadi kelompok- kelompok konsumen dengan karakteristik yang serupa. Segmentasi ini dapat dilakukan berdasarkan wilayah, usia, gaya hidup, hingga perilaku konsumen. Dengan memahami segmentasi, perusahaan dapat menciptakan strategi pemasaran yang lebih efektif karena mereka benar-benar memahami siapa konsumennya. Selanjutnya, targeting atau penetapan pasar sasaran menjadi langkah penting dalam menentukan segmen mana yang akan difokuskan. Perusahaan tidak perlu melayani semua pasar, tetapi cukup memilih segmen yang paling potensial dan sesuai dengan kemampuan mereka. Tahap terakhir adalah positioning, yaitu bagaimana sebuah produk atau brand ingin dipersepsikan di benak konsumen. Positioning yang kuat akan membuat suatu produk memiliki identitas yang jelas dan mudah diingat.

Contoh Nyata: TikTok Affiliate
Contoh nyata penerapan strategi ini dapat dilihat pada fenomena TikTok Affiliate. Dalam sistem ini, individu atau kreator mempromosikan produk melalui konten video pendek dan mendapatkan komisi dari setiap penjualan.
Seorang affiliator biasanya:
- Melakukan segmentasi (misalnya: remaja, ibu rumah tangga, beauty enthusiast)
- Menentukan targeting (contoh: wanita usia 18–40 pecinta skincare)
- Membangun positioning melalui konten (review jujur, before-after, storytelling)
Konten yang berhasil biasanya bukan hanya viral, tetapi juga tepat sasaran dan memiliki kepercayaan tinggi dari audiens.
Kaitan dengan Bisnis Digital Universitas Ma’soem

Konsep ini sangat relevan dengan pembelajaran di Program Studi Bisnis Digital di Universitas Ma’soem. Di prodi ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori pemasaran, tetapi juga langsung memahami bagaimana strategi STP diterapkan dalam dunia digital seperti e-commerce, social media marketing, dan affiliate marketing.
Mahasiswa Bisnis Digital di Universitas Ma’soem dibekali dengan kemampuan analisis pasar, pemahaman perilaku konsumen digital, serta keterampilan membuat konten yang menarik dan strategis. Mereka juga dilatih untuk memanfaatkan platform digital seperti TikTok, Instagram, dan marketplace dalam membangun bisnis. Keunggulan lain dari Prodi Bisnis Digital Universitas Ma’soem adalah pendekatan pembelajaran yang praktis dan mengikuti perkembangan zaman. Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga didorong untuk mencoba langsung, seperti menjadi affiliator, membangun brand, atau menjalankan bisnis online. Hal ini membuat lulusan lebih siap menghadapi dunia kerja maupun menjadi wirausahawan digital.
Mahasiswa dilatih menjadi:
- Digital Marketer
- Content Creator
- Entrepreneur Digital
Pendekatan pembelajaran yang praktis ini membuat lulusan lebih siap menghadapi dunia kerja maupun membangun usaha sendiri. Di era digital, persaingan tidak hanya antar perusahaan, tetapi juga antar individu. Oleh karena itu, strategi segmentasi, targeting, dan positioning menjadi keterampilan wajib. Melalui pembelajaran di Universitas Ma’soem, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara nyata. Hal ini menjadikan Prodi Bisnis Digital sebagai pilihan tepat bagi mereka yang ingin sukses di dunia bisnis digital.




