Pernahkah kita bertanya mengapa seorang anak yang dulu ceria tiba-tiba menjadi pendiam? Atau mengapa seorang remaja sering kali berubah suasana hati, mulai mempertanyakan jati dirinya, dan ingin lebih mandiri? Perubahan-perubahan tersebut sering dianggap sebagai hal yang wajar karena bertambahnya usia. Padahal, di balik setiap perubahan itu terdapat proses perkembangan yang kompleks, melibatkan aspek fisik, kognitif, emosional, sosial, hingga moral.
Memahami proses perkembangan anak dan remaja menjadi hal yang sangat penting, terutama bagi pendidik, orang tua, maupun calon konselor. Dengan memahami karakteristik perkembangan pada setiap tahap usia, kita tidak hanya mampu melihat perubahan yang terjadi, tetapi juga memahami kebutuhan, tantangan, dan potensi yang dimiliki setiap individu. Inilah yang menjadi fokus dalam pembelajaran Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, sebuah bidang ilmu yang membekali mahasiswa untuk memahami bagaimana manusia tumbuh dan berkembang dari masa kanak-kanak hingga remaja sebagai dasar dalam memberikan pendampingan dan layanan pendidikan yang tepat.
Menurut Dosen Pengampu Mata Kuliah Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja Program Studi Bimbingan dan Konseling Ma’soem University, Ibu Ananda Rachmaniar, M.Pd., memahami perkembangan peserta didik merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh setiap calon guru BK maupun pendidik.
“Setiap anak dan remaja berada pada tahapan perkembangan yang berbeda sehingga memiliki kebutuhan, cara berpikir, serta cara merespons lingkungan yang tidak sama. Melalui pembelajaran Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, mahasiswa Bimbingan dan Konseling sebagai calon pendidik diharapkan mampu memahami karakteristik tersebut agar dapat memberikan pendampingan dan layanan bimbingan yang tepat sesuai dengan tahap perkembangannya,” ujar Ibu Ananda Rachmaniar, M.Pd.
Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa perkembangan individu tidak hanya ditandai oleh pertambahan usia, tetapi juga oleh perubahan yang terjadi pada berbagai aspek kehidupan. Mulai dari perkembangan fisik, kemampuan berpikir, emosi, hubungan sosial, hingga pembentukan nilai dan identitas diri, semuanya berlangsung secara bertahap dan saling memengaruhi. Pemahaman tersebut menjadi bekal penting agar calon pendidik mampu melihat setiap peserta didik sebagai individu yang unik dengan kebutuhan yang berbeda-beda.
Pemahaman terhadap psikologi perkembangan juga menjadi landasan dalam pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Guru BK perlu mengetahui karakteristik perkembangan peserta didik agar dapat merancang layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, baik melalui layanan bimbingan klasikal, konseling individu, bimbingan kelompok, maupun kegiatan pengembangan diri. Pendekatan yang diberikan kepada peserta didik sekolah dasar, misalnya, tentu berbeda dengan pendekatan yang diterapkan kepada siswa sekolah.
Lebih dari itu, mata kuliah ini membentuk cara pandang mahasiswa untuk lebih peka terhadap proses tumbuh kembang setiap individu serta mampu menghargai perbedaan karakteristik yang dimiliki setiap peserta didik. Bekal inilah yang akan menjadi dasar bagi mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Ma’soem dalam menjalankan perannya sebagai pendidik dan konselor yang profesional, empatik, serta mampu mendampingi peserta didik berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
Segera daftarkan diri Anda melalui link berikut:https://pmb.masoemuniversity.ac.id/
Untuk informasi lebih lanjut kunjungi juga website resmi kami di:https://masoemuniversity.ac.id/
- Nama Prodi: Bimbingan dan Konseling
- Link Pendaftaran: https://pmb.masoemuniversity.ac.id/
- Kontak/WhatsApp: 022 7798340 / +62 851 8563 4253
- Website Resmi:https://masoemuniversity.ac.id/





