Daging Tanpa Membunuh Hewan?Selamat Datang di Masa Depan Pangan yang Kamu Bisa Ciptakan Sendiri

Oleh : Tanty Sulistiani Widodo

Bayangkan sepotong steak yang rasanya sama lezat, teksturnya sama juicy, tetapi tidak ada satu pun hewan yang harus mati untuk menghasilkannya. Terdengar seperti fiksi ilmiah? Nyatanya, ini sudah menjadi kenyataan. Dan kamu bisa menjadi bagian dari orang-orang yang menciptakannya. Selamat datang di dunia daging sintetis dan protein alternatif, salah satu bidang paling menarik dan menjanjikan dalam ilmu Teknologi Pangan saat ini. Populasi dunia diperkirakan mencapai hampir 10 miliar jiwa pada tahun 2050. Semua orang butuh makan terutama sumber protein sebagai pembentuk jaringan tubuh. Protein hewani adalah salah satu kebutuhan pangan paling krusial. Masalahnya, peternakan konvensional punya jejak lingkungan yang besar dengan menggunakan lahan dalam jumlah masif, menghabiskan air dalam jumlah besar, dan menyumbang emisi gas rumah kaca yang signifikan terhadap perubahan iklim. Di sisi lain, permintaan daging terus meningkat seiring pertumbuhan kelas menengah global. Sehingga timbul pertanyaan sederhana, yaitu bagaimana caranya kita tetap bisa makan enak, tanpa mengorbankan bumi tempat kita tinggal?

Di sinilah para ilmuwan pangan turun tangan. Terdapat dua jalur utama protein di masa depan, yaitu:

  1. Daging Kultivasi (Cultivated Meat)
    Cultivated Meat bukan daging tiruan tetapi benar-benar daging asli, hanya saja diproduksi dengan cara yang berbeda. Prosesnya dimulai dari pengambilan sejumlah kecil sel dari hewan hidup, kemudian sel tersebut “dibiakkan” di dalam bioreaktor menggunakan nutrisi khusus hingga tumbuh menjadi jaringan otot dan lemak, persis seperti daging yang biasa kita makan, namun tanpa harus memelihara dan menyembelih hewan dalam skala besar. Beberapa negara seperti Singapura dan Amerika Serikat bahkan sudah menyetujui penjualan produk ini untuk dikonsumsi publik.
Image

2. Protein Nabati Alternatif (Plant-Based Protein)
Berbeda dengan daging kultivasi, jalur ini memanfaatkan bahan nabati seperti kedelai,
kacang polong, atau jamur yang diproses menggunakan teknologi pangan canggih agar
rasa, aroma, dan teksturnya semirip mungkin dengan daging asli. Inilah yang membuat
burger nabati masa kini bisa “juicy” saat digigit dan tetap terasa gurih di lidah. Rahasianya ada pada ilmu di balik layer, yaitu ekstraksi protein, rekayasa tekstur, hingga penggunaan senyawa seperti heme untuk menciptakan sensasi rasa daging yang otentik.

Pertanyaan selanjutnya, kenapa hal ini penting?
Bidang ini bukan sekadar tren sesaat. Ini adalah industri masa depan yang sedang tumbuh pesat secara global, dengan investasi miliaran dolar mengalir ke perusahaan-perusahaan rintisan (startup) pangan di seluruh dunia. Artinya, kebutuhan akan tenaga ahli yang memahami sains di baliknya juga akan terus meningkat. Disinilah letak menariknya dengan menciptakan protein alternatif bukan pekerjaan satu orang.
Dibutuhkan kolaborasi berbagai keahlian, mulai dari:

  • Ilmu biologi sel dan bioproses, untuk memahami cara sel tumbuh dan berkembang
  • Rekayasa pangan, untuk merancang tekstur dan rasa yang meyakinkan
  • Mikrobiologi, untuk memastikan produk aman dikonsumsi
  • Ilmu gizi, untuk memastikan produk tetap bernutrisi seimbang
  • Teknik dan manajemen produksi, agar bisa diproduksi secara massal dan terjangkau
    Semua keahlian ini adalah fondasi utama yang dipelajari mahasiswa di jurusan Teknologi Pangan. Ini bukan sekadar kuliah, ini kesempatan jadi bagian dari solusi global. Jika kamu adalah orang yang penasaran dengan proses di balik makanan, peduli dengan isu lingkungan, dan tertarik dengan sains yang punya dampak nyata bagi kehidupan manusia, Teknologi Pangan adalah tempat yang tepat untukmu. Di jurusan ini, kamu tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga akan masuk ke laboratorium, memahami proses produksi pangan dari hulu ke hilir, serta ikut mengembangkan inovasi yang bisa jadi solusi atas tantangan pangan dunia, termasuk alternatif protein di masa depan. Bayangkan, suatu hari nanti, mungkin kamu adalah orang yang menciptakan produk pangan masa depan yang akan dinikmati jutaan orang di seluruh dunia. Tertarik menjadi bagian dari perubahan ini? Jelajahi lebih jauh Program Studi Teknologi Pangan di Universitas Ma’soem dan mulai langkahmu menjadi inovator pangan masa depan karena masa depan pangan dunia, bisa jadi ada di tanganmu.

Mari Bergabung dengan Jurusan Teknologi Pangan Ma’soem University!

Segera daftarkan diri Anda secara online melalui tautan di bawah ini:

Link Pendaftaran: https://pmb.masoemuniversity.ac.id/

WhatsApp: 081385501914

Website Resmi: https://masoemuniversity.ac.id/