Oleh : Lenny Amelia HK
Nugget Ayam, Bagaimana Daging Ayam Bisa Berubah Menjadi Bentuk yang Seragam?
Proses pembuatan nugget diawali dengan pemilihan bahan baku. Daging ayam yang digunakan harus memiliki kualitas yang baik dan memenuhi persyaratan keamanan pangan. Setelah melalui pemeriksaan, daging kemudian dipotong dan digiling.
Penggilingan bertujuan memperkecil ukuran partikel daging sehingga lebih mudah dicampur dengan bahan lainnya. Pada tahap ini, pengendalian suhu menjadi sangat penting. Proses penggilingan dapat menghasilkan panas akibat gesekan, sementara suhu yang terlalu tinggi dapat memengaruhi karakteristik protein daging.
Karena itu, dalam proses industri dapat digunakan air dingin atau es untuk membantu menjaga suhu adonan tetap terkendali.
Setelah digiling, daging dicampur dengan bahan lain sesuai formulasi produk. Bahan tersebut dapat berupa air, garam, bumbu, bahan pengikat, dan komponen lainnya. Setiap produsen dapat memiliki formulasi yang berbeda.
Rahasia Tekstur Nugget
Mengapa nugget bisa memiliki tekstur yang lembut tetapi tetap kompak dan tidak mudah hancur? Salah satu jawabannya terdapat pada protein daging.
Ketika daging digiling dan dicampur dengan garam serta air dalam kondisi yang tepat, protein tertentu pada daging dapat membantu membentuk struktur yang mampu mengikat air dan lemak. Struktur tersebut kemudian semakin kuat ketika mengalami pemanasan. Inilah salah satu alasan mengapa proses pencampuran tidak boleh dilakukan sembarangan.
Teknologi pangan perlu mempertimbangkan berbagai faktor seperti ukuran partikel daging, suhu adonan, waktu pencampuran, jumlah air, dan komposisi bahan. Perubahan kecil pada proses dapat menghasilkan nugget dengan tekstur yang berbeda.
Bagaimana Nugget Mendapatkan Bentuknya?
Setelah adonan siap, proses berikutnya adalah pembentukan atau forming. Dalam skala industri, adonan dapat dimasukkan ke mesin pembentuk yang telah dirancang dengan cetakan tertentu. Dari sinilah kita mendapatkan nugget dengan bentuk yang relatif seragam.
Bentuk tersebut bukan hanya untuk membuat produk terlihat menarik. Keseragaman ukuran juga penting agar proses pemasakan dapat berlangsung lebih konsisten. Bayangkan jika dalam satu batch terdapat nugget yang sangat tebal dan sangat tipis. Produk yang tipis mungkin sudah matang, sementara bagian tengah produk yang tebal belum mencapai kondisi yang sama. Karena itu, ukuran dan bentuk merupakan bagian dari pengendalian proses.
Mengapa Nugget Memiliki Lapisan Renyah?
Setelah dibentuk, nugget biasanya mendapatkan lapisan luar. Pada beberapa proses, nugget terlebih dahulu dilapisi dengan batter, kemudian diberi breading berupa remah atau bahan pelapis lainnya. Lapisan inilah yang nantinya memberikan karakteristik khas pada permukaan nugget.
Ketika nugget dipanaskan, air pada bagian permukaan dan lapisan pelapis mengalami perubahan. Struktur lapisan menjadi lebih kering dan renyah, sementara bagian dalam tetap memiliki tekstur yang lebih lembut. Perbedaan tekstur antara bagian luar dan bagian dalam inilah yang membuat nugget begitu disukai.
Mengapa Nugget Bisa Disimpan dalam Freezer?
Setelah melalui proses pengolahan tertentu, nugget dapat dibekukan dan dikemas. Pembekuan merupakan salah satu teknologi pengawetan pangan yang berfungsi menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan memperlambat berbagai perubahan yang dapat menurunkan mutu produk. Namun, pembekuan bukan berarti nugget dapat disimpan tanpa memperhatikan kondisi.
Rantai dingin tetap harus dijaga sejak produk keluar dari pabrik, selama transportasi, ketika berada di supermarket, hingga sampai ke freezer konsumen. Jika kondisi suhu tidak terkendali, kualitas produk dapat mengalami perubahan. Tekstur, warna, kadar air, dan karakteristik lainnya dapat terpengaruh.




