“Kenapa langit tidak jatuh?”
“Kalau manusia tinggal di bulan, apakah masih bisa tidur?”
“Kenapa orang yang sudah meninggal tidak bisa bangun lagi?”
Pertanyaan seperti itu mungkin terdengar aneh bagi orang dewasa. Namun, bagi anak-anak, pertanyaan tersebut justru bisa menjadi bagian dari proses belajar. Rasa ingin tahu membuat mereka berusaha memahami berbagai hal yang ada di sekitar, termasuk sesuatu yang belum mampu mereka jelaskan secara logis.
Kebiasaan anak bertanya sebenarnya dapat menjadi tanda bahwa mereka sedang aktif mengembangkan kemampuan berpikir. Karena itu, orang tua maupun guru sebaiknya tidak langsung memarahi atau menganggap pertanyaan anak sebagai sesuatu yang mengganggu.
Mengapa Anak Sering Bertanya Hal yang Aneh?
Anak memiliki cara berpikir yang berbeda dari orang dewasa. Mereka sedang mengumpulkan informasi dan mencoba menghubungkan berbagai hal yang baru diketahui. Sesuatu yang bagi orang dewasa sudah dianggap sederhana bisa menjadi hal yang menarik bagi anak.
Rasa penasaran juga mendorong anak untuk mencari hubungan sebab-akibat. Setelah mengetahui satu jawaban, biasanya muncul pertanyaan baru yang berkaitan dengan jawaban tersebut.
Misalnya, ketika anak mengetahui bahwa hujan berasal dari awan, ia mungkin bertanya mengapa awan bisa menghasilkan air. Setelah mendapatkan penjelasan, pertanyaan berikutnya dapat berkembang menjadi alasan mengapa hujan turun, dari mana awan berasal, atau mengapa hujan tidak turun setiap hari.
Rangkaian pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa anak sedang mencoba memahami suatu konsep secara bertahap.
Pertanyaan Aneh Bisa Menunjukkan Rasa Ingin Tahu
Pertanyaan yang terdengar tidak biasa tidak selalu berarti anak sedang mencari perhatian. Bisa jadi ia memang ingin mengetahui sesuatu yang belum dipahaminya.
Rasa ingin tahu memiliki peran penting dalam proses belajar karena mendorong seseorang untuk mencari informasi. Anak yang terbiasa bertanya juga memiliki kesempatan lebih besar untuk mengenali berbagai sudut pandang dan mengembangkan pengetahuannya.
Beberapa pertanyaan bahkan dapat menjadi awal dari pembelajaran yang lebih luas. Pertanyaan sederhana seperti “Kenapa laut asin?” dapat mengarah pada pembahasan tentang lingkungan, air, mineral, hingga ekosistem laut.
Daripada langsung mengatakan “Jangan banyak tanya” atau “Pertanyaan kamu aneh”, orang dewasa dapat menggunakan kesempatan tersebut untuk membantu anak menemukan jawabannya.
Jangan Membuat Anak Takut untuk Bertanya
Respons orang tua terhadap pertanyaan anak dapat memengaruhi kebiasaan mereka dalam berkomunikasi. Jika anak berkali-kali mendapat respons berupa kemarahan, ejekan, atau larangan bertanya, mereka bisa menjadi ragu untuk menyampaikan rasa penasaran.
Padahal, kemampuan mengajukan pertanyaan merupakan bagian penting dalam pembelajaran. Anak perlu merasa bahwa bertanya merupakan aktivitas yang wajar.
Bukan berarti setiap pertanyaan harus langsung dijawab secara panjang. Orang tua dapat menyesuaikan penjelasan berdasarkan usia dan kemampuan memahami anak.
Contohnya, ketika anak bertanya tentang sesuatu yang belum diketahui orang tua, tidak ada salahnya mengatakan, “Ayah/Ibu belum tahu jawabannya. Yuk, kita cari tahu bersama.”
Jawaban tersebut justru memberikan contoh bahwa belajar tidak selalu berarti seseorang harus mengetahui semua hal.
Bagaimana Cara Menanggapi Pertanyaan Anak?
Ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan orang tua ketika menghadapi pertanyaan anak yang dianggap aneh atau sulit dijawab.
- Dengarkan pertanyaannya sampai selesai. Jangan langsung memotong pembicaraan hanya karena pertanyaannya terdengar tidak biasa.
- Cari tahu maksud pertanyaan. Terkadang anak menggunakan kata-kata sederhana untuk menjelaskan sesuatu yang sebenarnya cukup kompleks.
- Berikan jawaban sesuai usia. Gunakan bahasa yang mudah dipahami dan hindari penjelasan yang terlalu rumit.
- Jangan mempermalukan anak. Hindari menertawakan pertanyaan atau menyebut anak bodoh karena tidak mengetahui sesuatu.
- Ajak anak berpikir. Setelah menjawab, orang tua dapat memberikan pertanyaan balik seperti, “Menurut kamu, kenapa bisa begitu?”
- Manfaatkan sumber belajar. Buku, lingkungan sekitar, gambar, video edukasi, atau kegiatan sederhana dapat membantu anak memahami jawabannya.
Pendekatan tersebut membuat aktivitas bertanya tidak berhenti pada pemberian jawaban. Anak juga belajar bagaimana mencari informasi dan membangun pemahamannya sendiri.
Peran Guru dalam Menumbuhkan Keberanian Bertanya
Kebiasaan bertanya tidak hanya terbentuk di rumah. Lingkungan sekolah juga memiliki peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang membuat anak merasa aman untuk menyampaikan pendapat.
Guru dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya selama pembelajaran berlangsung. Pertanyaan yang belum tepat sekalipun dapat diarahkan agar menjadi bagian dari diskusi.
Misalnya, ketika seorang siswa bertanya sesuatu yang tidak berkaitan langsung dengan materi, guru dapat menghubungkannya kembali ke topik pelajaran jika memungkinkan. Cara tersebut membantu siswa memahami bahwa rasa ingin tahu tetap memiliki tempat dalam kegiatan belajar.
Lingkungan kelas yang terbuka juga dapat melatih kemampuan komunikasi. Anak tidak hanya belajar menjawab pertanyaan, tetapi juga belajar menyampaikan alasan, mendengarkan orang lain, dan menghargai perbedaan pendapat.
Rasa Ingin Tahu Berkaitan dengan Perkembangan Cara Berpikir
Kebiasaan bertanya dapat menjadi salah satu bagian dari perkembangan kemampuan berpikir anak. Ketika bertanya, anak sedang mencoba mengidentifikasi sesuatu yang belum diketahui.
Pertanyaan “mengapa”, “bagaimana”, dan “apa yang terjadi jika” juga dapat mengarah pada proses berpikir yang lebih mendalam. Anak mulai belajar memahami hubungan antara suatu kejadian dan akibat yang mungkin ditimbulkannya.
Orang tua dapat mendukung proses tersebut melalui aktivitas sederhana di rumah. Memasak bersama, berkebun, membaca buku, mengamati hewan, atau berjalan-jalan di lingkungan sekitar bisa menjadi kesempatan untuk mengembangkan percakapan dan rasa ingin tahu.
Yang terpenting bukan seberapa banyak pertanyaan yang dapat dijawab, melainkan bagaimana anak belajar menemukan informasi secara bertahap.
Pendidikan Perlu Memberikan Ruang untuk Anak Bertanya
Kemampuan anak untuk bertanya dan menyampaikan pendapat menjadi bagian yang relevan dalam pendidikan. Karena itu, calon pendidik juga perlu memahami perkembangan peserta didik serta cara menciptakan komunikasi yang mendukung proses belajar.
Ma’soem University sebagai salah satu kampus swasta dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang ingin mempelajari bidang pendidikan dan pengembangan peserta didik. Pada FKIP Ma’soem University, program studi yang tersedia adalah Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris.
Bidang Bimbingan dan Konseling memiliki keterkaitan dengan pemahaman perkembangan dan kebutuhan peserta didik, sedangkan Pendidikan Bahasa Inggris mempersiapkan mahasiswa pada bidang pembelajaran bahasa. Pemahaman terhadap karakter siswa dan komunikasi yang baik menjadi bagian yang relevan dalam lingkungan pendidikan.
Kapan Pertanyaan Anak Perlu Diperhatikan Lebih Lanjut?
Tidak semua pertanyaan anak harus dianggap sebagai tanda masalah. Namun, orang tua tetap perlu memperhatikan konteksnya, terutama jika pertanyaan muncul bersamaan dengan perubahan perilaku yang cukup signifikan.
Misalnya, anak terus-menerus bertanya karena terlihat sangat cemas terhadap suatu hal, takut melakukan aktivitas tertentu, atau mengalami kesulitan berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi seperti ini dapat menjadi alasan bagi orang tua untuk berdiskusi lebih lanjut bersama guru atau tenaga profesional yang sesuai.
Pendekatan yang tenang membantu orang dewasa memahami alasan di balik pertanyaan anak, bukan sekadar menilai pertanyaannya.
Pada akhirnya, pertanyaan yang terdengar aneh mungkin justru membuka kesempatan bagi anak untuk belajar. Rasa penasaran yang diberi ruang dapat berkembang menjadi kebiasaan mencari tahu, berdiskusi, dan berpikir kritis. Karena itu, sebelum mengatakan “jangan banyak tanya”, orang dewasa dapat berhenti sejenak dan bertanya balik: sebenarnya apa yang sedang ingin dipahami oleh anak?
Informasi Ma’soem University
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




