Target IELTS 6.5 sering menjadi salah satu standar yang ingin dicapai mahasiswa, calon penerima beasiswa, maupun pencari pengalaman akademik di luar negeri. Skor tersebut membutuhkan kemampuan bahasa Inggris yang cukup baik, bukan hanya dalam memahami kosakata, tetapi juga dalam listening, reading, writing, dan speaking.
Kemajuan teknologi membuat persiapan IELTS dapat dilakukan lebih fleksibel. Berbagai aplikasi belajar bahasa Inggris menyediakan latihan yang bisa diakses melalui ponsel. Namun, memasang banyak aplikasi saja tidak otomatis membuat skor meningkat. Hasil belajar lebih bergantung pada konsistensi dan cara menggunakan aplikasi tersebut.
Kenali Kemampuan Sebelum Mulai Belajar
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengetahui kemampuan bahasa Inggris saat ini. Jangan langsung menetapkan target latihan tanpa mengetahui bagian yang masih lemah.
Cobalah mengerjakan tes penempatan atau latihan IELTS untuk melihat kemampuan awal. Dari hasil tersebut, tentukan bagian yang perlu mendapatkan perhatian lebih besar.
Misalnya, seseorang mungkin memiliki kemampuan reading yang cukup baik, tetapi masih kesulitan memahami percakapan dalam listening. Ada juga yang mampu memahami materi bahasa Inggris, tetapi belum percaya diri ketika harus berbicara.
Pemetaan kemampuan membantu penggunaan aplikasi menjadi lebih terarah. Waktu belajar pun dapat digunakan untuk memperbaiki keterampilan yang benar-benar membutuhkan peningkatan.
Pilih Aplikasi Sesuai Kebutuhan IELTS
Tidak semua aplikasi belajar bahasa Inggris memiliki tujuan yang sama. Beberapa lebih cocok untuk memperkaya kosakata, sementara lainnya dapat membantu latihan listening atau speaking.
Untuk persiapan IELTS, aplikasi dapat digunakan berdasarkan keterampilan yang ingin dikembangkan, seperti:
- Vocabulary: memperbanyak kosakata akademik dan kosakata yang sering digunakan dalam konteks sehari-hari.
- Listening: membiasakan telinga memahami berbagai kecepatan dan variasi pengucapan bahasa Inggris.
- Reading: melatih pemahaman teks serta menemukan informasi penting secara cepat.
- Writing: mempelajari struktur tulisan dan membiasakan diri menyampaikan gagasan secara terorganisasi.
- Speaking: melatih kelancaran berbicara, pengucapan, dan kemampuan memberikan respons secara spontan.
Penggunaan beberapa sumber belajar boleh dilakukan, tetapi sebaiknya tidak terlalu banyak. Terlalu sering berpindah aplikasi justru dapat membuat rutinitas belajar tidak konsisten.
Buat Rutinitas Belajar Setiap Hari
Belajar selama beberapa jam hanya pada akhir pekan belum tentu lebih efektif dibandingkan latihan singkat setiap hari. Konsistensi menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan berbahasa Inggris.
Pelajar dapat menyediakan waktu sekitar 30–60 menit setiap hari. Durasi tersebut kemudian dibagi menjadi beberapa aktivitas sederhana.
Contohnya:
- 10 menit: mempelajari kosakata baru.
- 15 menit: mengerjakan latihan listening.
- 15 menit: membaca teks berbahasa Inggris.
- 10 menit: berbicara atau merekam jawaban menggunakan bahasa Inggris.
Jadwal tersebut tidak harus selalu sama. Pada hari tertentu, porsi speaking dapat diperbanyak. Hari berikutnya dapat digunakan untuk memperkuat reading atau listening.
Yang paling penting adalah mempertahankan frekuensi latihan. Kemampuan bahasa berkembang melalui paparan dan penggunaan yang berulang.
Gunakan Fitur Pengingat agar Tidak Mudah Lupa
Aplikasi belajar biasanya memiliki fitur pengingat, target harian, atau catatan perkembangan. Fitur tersebut dapat dimanfaatkan untuk menjaga konsistensi.
Tetapkan waktu belajar yang realistis. Misalnya, latihan dilakukan setelah kuliah, sebelum tidur, atau pada waktu lain yang relatif kosong setiap hari.
Target juga sebaiknya tidak terlalu tinggi. Memaksakan belajar selama dua jam setiap hari dapat terasa berat jika jadwal kuliah sedang padat. Sebaliknya, target 30 menit yang benar-benar dilakukan secara rutin lebih mudah dipertahankan.
Kebiasaan sederhana seperti membuka aplikasi pada waktu yang sama setiap hari dapat membantu membentuk rutinitas belajar.
Jangan Hanya Mengejar Streak
Fitur streak atau jumlah hari berturut-turut memang dapat menjadi motivasi. Namun, jangan sampai target mempertahankan streak lebih penting daripada memahami materi.
Misalnya, menyelesaikan latihan selama lima menit hanya untuk mempertahankan streak tidak akan memberikan hasil maksimal jika materi tidak benar-benar dipahami.
Setelah menyelesaikan latihan, luangkan waktu untuk melihat kesalahan. Catat kata yang belum dipahami, perhatikan pola kesalahan grammar, dan ulangi soal yang masih sulit.
Belajar bahasa Inggris bukan hanya tentang seberapa sering aplikasi dibuka, tetapi juga tentang seberapa banyak kemampuan yang berkembang dari latihan tersebut.
Latih Listening melalui Paparan Bahasa Inggris
Listening IELTS membutuhkan kemampuan memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Karena itu, latihan tidak harus selalu berasal dari soal IELTS.
Aplikasi belajar dapat digunakan sebagai awal, kemudian latihan diperluas melalui podcast, video edukasi, wawancara, atau materi berbahasa Inggris lainnya.
Cobalah mendengarkan materi tanpa langsung melihat transkrip. Setelah itu, periksa bagian yang tidak dipahami. Cara ini membantu mengetahui apakah kesulitan berasal dari kosakata, kecepatan bicara, atau pengucapan tertentu.
Kebiasaan mendengarkan bahasa Inggris setiap hari juga membuat telinga semakin terbiasa terhadap pola kalimat dan berbagai cara pengucapan.
Manfaatkan Aplikasi untuk Latihan Speaking
Speaking menjadi bagian yang sering membuat peserta IELTS merasa kurang percaya diri. Aplikasi dapat menjadi media latihan sebelum berbicara langsung bersama orang lain.
Pilih satu topik sederhana, kemudian berbicaralah selama satu sampai dua menit. Topiknya bisa berkaitan dengan pendidikan, pekerjaan, keluarga, teknologi, lingkungan, atau kehidupan sehari-hari.
Rekam suara sendiri jika fitur tersebut tersedia. Setelah itu, evaluasi beberapa aspek:
- Apakah jawaban mudah dipahami?
- Apakah terlalu banyak jeda?
- Apakah ada kata yang sering diulang?
- Apakah pengucapan beberapa kata masih kurang jelas?
- Apakah jawaban memiliki pengembangan ide yang cukup?
Latihan seperti ini dapat membantu membangun kebiasaan berbicara secara spontan.
Perkuat Vocabulary dan Grammar Secara Bertahap
Target IELTS 6.5 tidak cukup dicapai hanya melalui hafalan ribuan kosakata. Yang lebih penting adalah memahami penggunaan kata dalam konteks.
Ketika menemukan kata baru dari aplikasi, buat contoh kalimat sendiri. Misalnya, setelah mempelajari kata significant, gunakan kata tersebut dalam kalimat yang berkaitan dengan pendidikan atau kehidupan sehari-hari.
Grammar juga sebaiknya dipelajari berdasarkan kesalahan yang sering muncul. Jika sering keliru menggunakan tenses, fokuskan latihan pada bagian tersebut daripada mempelajari seluruh aturan grammar sekaligus.
Cara ini membuat pembelajaran terasa lebih relevan dan tidak terlalu membebani.
Hubungkan Latihan Aplikasi dengan Kegiatan Akademik
Mahasiswa dapat mengintegrasikan latihan bahasa Inggris ke dalam aktivitas kuliah. Membaca referensi berbahasa Inggris, membuat presentasi, atau berdiskusi menggunakan bahasa Inggris dapat menjadi bentuk latihan tambahan.
Bagi mahasiswa yang mengambil Pendidikan Bahasa Inggris, kebiasaan tersebut juga relevan karena kemampuan bahasa menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran dan aktivitas akademik.
Ma’soem University sebagai salah satu kampus swasta dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan tinggi, termasuk melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). FKIP Ma’soem University memiliki dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, penggunaan aplikasi belajar dapat menjadi salah satu cara untuk membangun kebiasaan latihan bahasa di luar kegiatan perkuliahan.
Evaluasi Perkembangan Setiap Minggu
Belajar setiap hari perlu diikuti evaluasi secara berkala. Sediakan waktu pada akhir minggu untuk melihat perkembangan yang sudah dicapai.
Bandingkan hasil latihan dari minggu sebelumnya. Perhatikan apakah jumlah kesalahan berkurang, kosakata semakin bertambah, atau kemampuan memahami audio semakin baik.
Jika hasil belum menunjukkan perubahan, jangan langsung menambah durasi belajar. Evaluasi terlebih dahulu metode yang digunakan. Bisa jadi latihan terlalu berfokus pada satu keterampilan atau materi yang dipilih kurang sesuai dengan kebutuhan.
Target IELTS 6.5 akan lebih mudah didekati ketika latihan dilakukan secara teratur, terarah, dan disesuaikan dengan kemampuan awal. Aplikasi belajar dapat menjadi alat bantu yang praktis, tetapi hasil akhirnya tetap bergantung pada konsistensi latihan dan kesediaan untuk mengevaluasi kesalahan.
Informasi Ma’soem University
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




