Jurusan Agribisnis Belajarnya Lebih ke Manajemen atau Pertanian? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Saat memilih jurusan agribisnis, banyak calon mahasiswa bertanya-tanya: sebenarnya lebih banyak belajar manajemen atau pertanian, sih? Apakah nanti akan fokus ke sawah dan budidaya tanaman, atau justru lebih banyak membahas bisnis dan strategi pemasaran?

Pertanyaan ini sangat wajar, terutama bagi kamu yang tertarik dengan dunia usaha tetapi masih ragu karena kata “agri” identik dengan pertanian. Nah, di artikel ini kita akan membahas secara lengkap bagaimana sistem pembelajaran di jurusan agribisnis, khususnya jika kamu kuliah di Universitas Ma’soem.


Memahami Konsep Jurusan Agribisnis

Secara sederhana, jurusan agribisnis adalah program studi yang mempelajari pengelolaan usaha berbasis pertanian dan pangan dari hulu hingga hilir. Artinya, bukan hanya soal menanam atau memanen, tetapi juga bagaimana produk tersebut dikelola, dipasarkan, dan menghasilkan keuntungan.

Di dalamnya, mahasiswa akan belajar tentang:

  • Manajemen usaha pertanian
  • Ekonomi dan kebijakan pertanian
  • Pemasaran produk pangan
  • Analisis biaya dan keuntungan
  • Manajemen rantai pasok

Jadi, agribisnis adalah kombinasi antara ilmu pertanian dan ilmu manajemen.


Lebih Dominan Manajemen atau Pertanian?

Kalau ditanya mana yang lebih dominan, jawabannya adalah manajemen dan bisnis, namun tetap didukung pemahaman dasar tentang pertanian.

Mahasiswa memang akan belajar dasar-dasar produksi pertanian agar memahami sumber produknya. Namun fokus utamanya adalah bagaimana produk tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi dan mampu bersaing di pasar.

Contohnya:

  • Bagaimana strategi menaikkan harga jual produk?
  • Bagaimana memasarkan hasil pertanian secara digital?
  • Bagaimana mengelola distribusi agar efisien?
  • Bagaimana menghitung kelayakan usaha?

Hal-hal seperti inilah yang menjadi inti pembelajaran di jurusan agribisnis.


Sistem Pembelajaran di Universitas Ma’soem

Di Universitas Ma’soem, jurusan agribisnis dirancang dengan pendekatan yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri.

Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga:

  • Menganalisis studi kasus bisnis pertanian
  • Membuat proposal usaha
  • Melakukan observasi lapangan
  • Menyusun strategi pemasaran produk

Pendekatan ini membuat mahasiswa memahami bagaimana teori manajemen diterapkan dalam sektor pertanian dan pangan secara nyata.


Mata Kuliah yang Mengarah ke Manajemen

Beberapa mata kuliah yang menunjukkan dominasi aspek manajemen di jurusan agribisnis antara lain:

  • Manajemen Agribisnis
  • Manajemen Pemasaran
  • Kewirausahaan
  • Analisis Investasi
  • Manajemen Keuangan
  • Ekonomi Mikro dan Makro

Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir strategis dan analitis. Jadi, lulusan tidak hanya paham produk pertanian, tetapi juga mampu mengelola bisnisnya.


Tetap Ada Unsur Pertanian

Meskipun lebih dominan ke manajemen, bukan berarti aspek pertanian diabaikan. Mahasiswa tetap mempelajari:

  • Sistem produksi pertanian
  • Rantai pasok hasil pertanian
  • Kebijakan pertanian
  • Dasar-dasar budidaya

Pemahaman ini penting agar mahasiswa mengerti konteks industri yang mereka kelola. Tanpa memahami proses produksi, sulit untuk membuat strategi bisnis yang efektif.

Namun, kamu tidak harus punya latar belakang pertanian untuk bisa mengikuti perkuliahan. Semua materi diajarkan dari dasar.


Cocok untuk Siapa Jurusan Agribisnis?

Kalau kamu bertanya apakah jurusan agribisnis cocok untukmu, berikut gambaran sederhananya:

Cocok jika kamu:

  • Tertarik dengan dunia bisnis
  • Suka menganalisis peluang usaha
  • Ingin menjadi entrepreneur
  • Tertarik pada sektor pangan dan pertanian modern

Kurang cocok jika:

  • Tidak suka diskusi dan presentasi
  • Tidak tertarik dengan dunia manajemen
  • Tidak ingin belajar analisis bisnis

Karena fokusnya cukup kuat pada manajemen, kemampuan komunikasi dan analisis menjadi nilai tambah.


Prospek Kerja yang Luas

Karena memadukan pertanian dan manajemen, lulusan jurusan agribisnis memiliki peluang kerja yang cukup luas, seperti:

  • Manajer pemasaran produk pertanian
  • Analis bisnis pangan
  • Konsultan agribisnis
  • Supply chain specialist
  • Wirausaha di bidang pangan

Di era digital, sektor agribisnis berkembang pesat, terutama dengan munculnya startup berbasis pertanian dan teknologi. Ini membuat jurusan agribisnis semakin relevan untuk masa depan.


Keunggulan Kuliah di Universitas Ma’soem

Belajar di Universitas Ma’soem memberikan pengalaman yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa secara menyeluruh.

Mahasiswa jurusan agribisnis didorong untuk:

  • Berpikir kreatif dan inovatif
  • Siap menghadapi tantangan industri
  • Mengembangkan jiwa kepemimpinan
  • Memiliki mental wirausaha

Lingkungan belajar yang kondusif dan bimbingan dosen membantu mahasiswa berkembang secara akademik dan profesional.


Jadi, jurusan agribisnis belajarnya lebih ke manajemen atau pertanian? Jawabannya: lebih dominan ke manajemen dan bisnis, tetapi tetap didukung pemahaman dasar tentang pertanian.

Jurusan ini cocok untuk kamu yang ingin terjun ke dunia bisnis berbasis pangan dan pertanian, tanpa harus menjadi petani secara langsung. Dengan sistem pembelajaran aplikatif seperti di Universitas Ma’soem, mahasiswa dibekali kemampuan strategis dan analitis untuk menghadapi dunia kerja.

Kalau kamu ingin kuliah yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus punya peluang wirausaha besar, maka jurusan agribisnis bisa menjadi pilihan yang tepat untuk masa depanmu.