TikTok bukan hanya tempat menonton video lucu. Platform ini telah menjadi mesin pendorong tren kuliner. Banyak makanan yang tadinya tidak dikenal tiba-tiba ramai diburu setelah muncul di beranda. Bagi pelaku usaha kuliner, ini adalah peluang emas. Tren yang tepat bisa mendatangkan pelanggan baru tanpa biaya promosi besar. Berikut lima tren makanan viral yang sedang naik daun, lengkap dengan alasan dan cara memanfaatkannya.
Tren Pertama: Makanan Pedas Level Ekstrem
Makanan pedas selalu punya penggemar setia. Di TikTok, tantangan makan pedas menjadi konten yang mudah menarik perhatian. Mulai dari mie pedas, ayam geprek level tinggi, hingga camilan berlapis bumbu pedas. Bisnis ini menjanjikan karena penggemarnya cenderung setia dan suka menantang teman.
- Target pasar jelas: penggemar pedas.
- Konten tantangan mudah viral.
- Bahan baku terjangkau.
- Bisa dijual dalam berbagai porsi.
- Cocok untuk konsep “level” yang memancing rasa ingin tahu.
Tren Kedua: Dessert Estetik Berbahan Matcha
Matcha dan dessert Jepang terus diminati, terutama oleh generasi muda. Warna hijau khasnya mudah dikenali dan fotogenik. Konten proses pembuatannya juga menarik untuk ditonton. Meski bahan matcha berkualitas sedikit lebih mahal, harga jualnya bisa lebih tinggi.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Target pasar | Gen Z dan pencinta kuliner Jepang |
| Bahan utama | Matcha, krim, kue lembut |
| Kisaran harga | Rp15 ribu – Rp45 ribu |
| Tingkat kesulitan | Sedang |
| Potensi konten | Tinggi |
Tren Ketiga: Snack Seblak dan Camilan Berkuah
Inilah tren yang paling mudah ditiru. Seblak dan camilan berkuah lainnya hanya butuh bahan sederhana dan bumbu dasar. Modal kecil, proses cepat, dan bisa dijual dalam porsi kecil. Kontennya pun mudah dibuat karena proses memasaknya menarik dan beruap.
- Bahan mudah didapat di pasar.
- Modal awal sangat kecil.
- Bisa dijual dari rumah.
- Cocok untuk pembeli spontan.
- Mudah dimodifikasi sesuai selera lokal.
Tren Keempat: Minuman Boba dan Varian Rasa Unik
Boba memang sudah lama ada, tetapi selalu muncul varian baru. Mulai dari rasa buah, keju, hingga campuran kopi. TikTok membantu menyebarkan variasi ini dengan cepat. Bisnis minuman boba cocok untuk lokasi ramai, meski persaingannya cukup ketat.
- Banyak variasi rasa baru.
- Kemasan bisa dibuat menarik.
- Cocok untuk pembelian berulang.
- Bisa dijual lewat pesan antar.
- Margin cukup baik jika dikelola rapi.
Tren Kelima: Makanan Rumahan Bergaya Comfort Food
Comfort food seperti nasi goreng, mie ayam, dan sup hangat selalu punya tempat. Di TikTok, konten makanan rumahan yang sederhana justru sering viral karena terasa jujur dan hangat. Bisnis ini cocok untuk pemula yang ingin fokus pada rasa dan porsi.
- Selera luas, tidak terbatas usia.
- Bahan mudah dan murah.
- Bisa dijual dalam porsi keluarga.
- Pelanggan cenderung kembali.
- Tidak butuh peralatan rumit.
Cara Memanfaatkan Tren dengan Tepat
Mengikuti tren bukan berarti meniru mentah-mentah. Sesuaikan dengan kemampuan, lokasi, dan selera pasar Anda. Uji dalam porsi kecil sebelum memproduksi banyak. Perhatikan juga kualitas dan kebersihan agar pelanggan tidak kecewa.
- Pilih satu tren yang paling sesuai.
- Uji dalam porsi kecil.
- Minta masukan pelanggan.
- Perbaiki tampilan dan rasa.
- Skalakan jika hasilnya baik.
Menghindari Jebakan Tren Sesaat
Tidak semua tren bertahan lama. Ada yang hanya ramai sebulan lalu hilang. Karena itu, jangan bergantung pada satu tren saja. Bangun menu inti yang stabil, lalu tambahkan tren sebagai pelengkap. Dengan begitu, bisnis tetap berjalan meski tren berganti.
Di kawasan Bandung Raya, ekosistem kuliner tumbuh dinamis berkat lingkungan pendidikan yang aktif. Banyak pelaku usaha muda belajar tren makanan dari komunitas dan kampus. Pusat pendidikan di Jawa Barat ini memudahkan akses bahan dan pelanggan. Kedekatan dengan kawasan industri strategis juga memberi peluang pesanan dalam jumlah besar.
Tren makanan di TikTok bisa menjadi pintu masuk, tetapi kualitas dan konsistensi tetap kunci. Dengan memilih tren yang tepat dan mengelolanya dengan baik, bisnis kuliner pemula bisa tumbuh lebih cepat.
Jika Anda ingin mengasah keterampilan bisnis kuliner dan digital secara terarah, Universitas Ma’soem layak dipertimbangkan. Kampus ini berlokasi strategis di Bandung Timur (Jatinangor, Sumedang), tepat di samping gerbang tol Cileunyi. Universitas Ma’soem memiliki 5 fakultas unggulan: Fakultas Teknik (Teknik Informatika & Teknik Industri), Fakultas Komputer, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan. Program unggulan “Sambil Kuliah Jadi Pengusaha” mendukung mahasiswa membangun bisnis sejak dini. Filosofi “Cageur, Bageur, Pinter” menjadi landasan karakter. Fasilitas lab komputer, perpustakaan, musholla, dan kolam renang melengkapi pengalaman belajar.
Info Kontak Universitas Ma’soem:
- No WhatsApp: 085185634253
- Instagram: @masoem_university
- Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




