FOOD MYTH BUSTERS #03 Mengapa Buah yang Mengkilap Belum Tentu Mengandung Lilin Berbahaya? Fakta atau Mitos?

Oleh : Lenny Amelia HK

Mengapa Buah Bisa Tampak Mengkilap?

Tahukah Anda? Banyak buah sebenarnya secara alami menghasilkan lapisan lilin tipis pada permukaannya. Lapisan ini disebut natural wax.Fungsinya sangat penting. Layaknya jaket hujan bagi manusia, lapisan ini membantu buah:

✅ Mengurangi kehilangan air.

✅ Melindungi dari serangan mikroorganisme.

✅ Menjaga kesegaran selama masih berada di pohon.

Jadi, tidak semua kilau pada buah berasal dari lapisan yang ditambahkan manusia.

Lalu Mengapa Ada Buah yang Dilapisi Lilin?

Bayangkan sebuah apel dipanen di Malang. Namun apel tersebut harus dikirim ke Jakarta, bahkan mungkin diekspor ke Singapura atau Timur Tengah. Perjalanan itu bisa memakan waktu berhari-hari. Selama perjalanan, buah terus kehilangan air. Akibatnya buah menjadi:

🍎 Keriput.

🍎 Kusam.

🍎 Lebih cepat rusak.

Untuk membantu mempertahankan kualitasnya, beberapa buah diberi lapisan pelindung food grade yang telah memenuhi persyaratan keamanan pangan. Lapisan ini membantu menjaga kelembapan buah sehingga tampilannya tetap baik hingga sampai ke konsumen.

Apakah Lilin Itu Berbahaya?

Inilah bagian yang sering disalahpahami. Tidak semua lilin sama. Dalam industri pangan dikenal food grade wax, yaitu lapisan yang dirancang khusus untuk digunakan pada pangan dan telah dievaluasi keamanannya sesuai ketentuan yang berlaku. Beberapa jenisnya berasal dari bahan alami, misalnya:

  • Carnauba wax, berasal dari daun pohon carnauba.
  • Beeswax, berasal dari lilin lebah.
  • Shellac, berasal dari resin alami yang dihasilkan serangga lac.

Jenis-jenis tersebut telah lama digunakan dalam industri pangan di berbagai negara untuk membantu melindungi buah selama distribusi.

🚫 Mengilap Tidak Selalu Berarti Berbahaya

Kesalahan terbesar adalah menilai keamanan pangan hanya dari tampilannya. Buah yang mengilap belum tentu diberi lapisan tambahan. Sebaliknya, buah yang tampak kusam belum tentu lebih segar. Keamanan buah ditentukan oleh banyak faktor, seperti:

  • Cara budidaya.
  • Penanganan pascapanen.
  • Kebersihan selama distribusi.
  • Penyimpanan.
  • Kondisi buah saat dijual.

Karena itu, jangan hanya menilai dari kilau kulitnya.

Haruskah Buah Dicuci?

Jawabannya ya. Baik buah yang tampak mengilap maupun yang tidak, tetap dianjurkan dicuci menggunakan air mengalir sebelum dikonsumsi. Mengapa? Karena selama proses panen, pengemasan, distribusi, dan penjualan, permukaan buah dapat terpapar debu, kotoran, atau mikroorganisme dari lingkungan. Mencuci buah merupakan langkah sederhana namun penting dalam menjaga keamanan pangan di rumah.

Apa Hubungannya dengan Teknologi Pangan?

Dalam industri pangan, tujuan utama bukan membuat buah terlihat cantik. Yang lebih penting adalah menjaga mutu dan mengurangi kehilangan hasil panen. Teknologi pangan mempelajari bagaimana:

  • Memperlambat kerusakan buah.
  • Memilih teknologi pelapisan yang aman.
  • Mengendalikan penyimpanan dan distribusi.
  • Menjaga kualitas tanpa mengurangi keamanan pangan.

Teknologi pascapanen seperti pelapisan food grade menjadi salah satu solusi untuk mengurangi pemborosan pangan.

Mengurangi Food Loss dengan Teknologi

Setiap tahun, jutaan ton buah terbuang karena rusak sebelum sampai ke konsumen. Melalui teknologi pascapanen, termasuk penggunaan pelapis pangan yang sesuai, umur simpan buah dapat diperpanjang sehingga kerugian dapat ditekan. Ini bukan hanya menguntungkan petani dan industri, tetapi juga mendukung ketahanan pangan.

Apa yang Dipelajari Mahasiswa Teknologi Pangan?

Di Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ma’soem, mahasiswa mempelajari:

  • Teknologi pascapanen.
  • Pengawetan pangan.
  • Keamanan pangan.
  • Bahan tambahan pangan.
  • Sistem jaminan mutu.
  • Analisis mutu buah dan sayuran.
  • Pengemasan pangan.

Mahasiswa juga belajar mengevaluasi berbagai teknologi berdasarkan bukti ilmiah, sehingga mampu membedakan fakta dan mitos yang sering beredar di masyarakat.