Doomscrolling adalah kebiasaan menghabiskan waktu berjam-jam untuk menggulir berita atau media sosial yang berisi konten negatif. Di era digital, doomscrolling menjadi fenomena yang semakin umum. Mahasiswa sering terjebak dalam lingkaran doomscrolling, mulai dari membaca berita bencana, konflik, hingga konten yang memicu kecemasan. Meskipun tampak seperti kebiasaan kecil, doomscrolling bisa berdampak serius pada kesehatan mental. Ia meningkatkan kecemasan, memperburuk suasana hati, dan membuat kita merasa tidak berdaya. Sayangnya, banyak mahasiswa tidak menyadari bahwa doomscrolling berbahaya, atau tidak tahu bagaimana mengatasinya.
Persoalannya, doomscrolling sering dianggap remeh. Sebagian orang mengira bahwa doomscrolling hanyalah kebiasaan mencari informasi, atau bahwa fenomena ini tidak berbahaya. Padahal, doomscrolling bisa merusak kesehatan mental. Artikel ini membahas kenapa doomscrolling bikin kondisi mental makin drop dan cara detox-nya, mengapa hal ini penting, dan bagaimana menyikapinya dengan cerdas.
Memahami Apa Itu Doomscrolling
Doomscrolling adalah kebiasaan menghabiskan waktu berjam-jam untuk menggulir berita atau media sosial yang berisi konten negatif.
Beberapa ciri doomscrolling:
- Berjam-jam. Menghabiskan waktu berjam-jam.
- Konten negatif. Konten negatif.
- Sulit berhenti. Sulit berhenti.
- Kecemasan. Kecemasan meningkat.
- Tidak berdaya. Merasa tidak berdaya.
Mengapa Doomscrolling Bikin Kondisi Mental Makin Drop
Doomscrolling bikin kondisi mental makin drop karena beberapa alasan:
- Konten negatif. Konten negatif memengaruhi suasana hati.
- Kecemasan. Kecemasan meningkat.
- Tidak berdaya. Merasa tidak berdaya.
- Waktu. Waktu terbuang.
- Isolasi. Isolasi meningkat.
Kombinasi faktor ini menjelaskan mengapa doomscrolling berbahaya.
Faktor Pertama: Konten Negatif
Faktor pertama adalah konten negatif. Konten negatif memengaruhi suasana hati dan meningkatkan kecemasan.
Mengapa ini penting:
- Konten. Konten negatif.
- Suasana hati. Suasana hati menurun.
- Kecemasan. Kecemasan meningkat.
- Kesehatan. Kesehatan mental menurun.
- Kualitas. Kualitas hidup menurun.
Faktor Kedua: Rasa Tidak Berdaya
Faktor kedua adalah rasa tidak berdaya. Doomscrolling membuat kita merasa tidak berdaya.
Mengapa ini penting:
- Tidak berdaya. Merasa tidak berdaya.
- Kecemasan. Kecemasan meningkat.
- Depresi. Risiko depresi meningkat.
- Kesehatan. Kesehatan mental menurun.
- Kualitas. Kualitas hidup menurun.
Faktor Ketiga: Waktu yang Terbuang
Faktor ketiga adalah waktu yang terbuang. Doomscrolling membuang waktu yang bisa digunakan untuk hal produktif.
Mengapa ini penting:
- Waktu. Waktu terbuang.
- Produktivitas. Produktivitas menurun.
- Kesehatan. Kesehatan mental menurun.
- Kualitas. Kualitas hidup menurun.
- Keseimbangan. Keseimbangan terganggu.
Tabel Ringkasan Faktor dan Dampak
Agar lebih mudah dipahami, berikut ringkasan faktor dan dampaknya:
| Faktor | Dampak |
|---|---|
| Konten negatif | Suasana hati menurun |
| Tidak berdaya | Kecemasan |
| Waktu terbuang | Produktivitas menurun |
Tabel ini menunjukkan bahwa doomscrolling merugikan kesehatan mental.
Mitos Seputar Doomscrolling
Ada beberapa mitos yang sering muncul terkait doomscrolling:
- Doomscrolling hanyalah mencari informasi. Doomscrolling adalah kebiasaan negatif.
- Doomscrolling tidak berbahaya. Doomscrolling berbahaya.
- Doomscrolling tidak bisa diatasi. Bisa diatasi.
- Doomscrolling hanya dialami orang tertentu. Bisa dialami siapa saja.
- Doomscrolling adalah pertanda. Ini adalah interpretasibudaya, bukan fakta ilmiah.
Mitos-mitos ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang doomscrolling masih sering keliru. Padahal, dengan informasi yang tepat, kita bisa menyikapinya dengan lebih bijak.
Cara Detox dari Doomscrolling dengan Cerdas
Untuk detox dari doomscrolling dengan cerdas, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Sadari. Sadari bahwa doomscrolling itu nyata.
- Batasi waktu. Batasi waktu di media sosial.
- Pilih konten. Pilih konten yang positif.
- Lakukan aktivitas lain. Lakukan aktivitas lain.
- Diskusikan dengan ahli. Jika ragu, tanyakan kepada konselor atau psikolog.
- Bagikan informasi akurat. Jangan menyebarkan spekulasi.
- Bangun kesadaran. Bangun kesadaran tentang doomscrolling.
Dengan detox dari doomscrolling secara cerdas, kesehatan mental Anda akan lebih terjaga.
Mengapa Memahami Doomscrolling Penting
Memahami doomscrolling penting karena beberapa alasan:
- Mitigasi. Pemahaman yang baik membantu mitigasi risiko.
- Edukasi. Meningkatkan literasi kesehatan mental.
- Kesiapsiagaan. Mahasiswa bisa lebih siap menghadapi tantangan.
- Keselamatan. Pemahaman yang baik bisa menyelamatkan kesehatan mental.
- Kebijakan. Kampus bisa membuat kebijakan yang tepat.
Pada akhirnya, doomscrolling adalah pengingat bahwa tidak semua informasi perlu dikonsumsi. Memahami doomscrolling membantu kita menjaga kesehatan mental. Universitas Ma’soem melalui lima fakultas unggulannya, yaitu Fakultas Teknik (Teknik Informatika dan Teknik Industri), Fakultas Komputer, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, mendorong mahasiswa untuk menjaga kesehatan mental dan mengelola konsumsi informasi dengan baik.
Info Kontak Universitas Ma’soem:
- No WhatsApp: 085185634253
- Instagram: @masoem_university
- Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com





