Oleh : Shauna Himyatillah Hanifa
Kayu putih merupakan salah satu tanaman aktif asli Indonesia dengan nama ilmiah Melaleuca Leucadendron Linn. Tanaman ini tersebar luas di beberapa daerah di Indonesia seperti Maluku, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur, Bali, Papua, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Tanaman kayu putih memiliki beberapa perbedaan terutama secara visual dilihat berdasarkan warna kuncup daunnya dibedakan menjadi dua yaitu, tanaman kayu putih berkuncup putih kekuningan dan tanaman kayu putih berkuncup merah. Tanaman kayu putih yang memiliki kuncup berwarna putih kekuningan memiliki kandungan sineol dan presentasi hasil minyak yang lebih tinggi daripada tanaman kayu putih berkuncup merah.
Tanaman kayu putih dapat menghasilkan produk utama seperti minyak kayu putih yang diperoleh dari hasil penyulingan daun kayu putih. Di Indonesia, minyak kayu putih sudah banyak digunakan mulai dari balita hingga orang dewasa sebagai obat dengan cara dioles atau inhalasi yang memiliki manfaat seperti meringankan pernafasan dan menghangatkan tubuh. Dalam proses pembuatan minyak kayu putih melibatkan ilmu kimia antara lain ialah proses penyulingan, ekstraksi, hingga analisis hasil minyak yang didapat.
1. Proses Persiapan Sampel
Daun kayu putih yang sudah dipetik dikeringkan terlebih dahulu selama 1-2 hari, setelah itu daun kayu putih kering ditumbuk atau diblender hingga menjadi serbuk daun kayu putih halus. Dalam beberapa penelitian serbuk kayu putih yang sudah halus dimasukkan kedalam labu lalu dilarutkan dengan pelarut heksana atau dengan aquadest dan direndam selama kurang lebih 2 hari.
2. Proses Distilasi atau Penyulingan
Proses distilasi atau penyulingan melibatkan distilasi uap, distilasi air dan distilasi kukus. Metode ini memanfaatkan sifat variabilitas senyawa minyak atsiri yang dapat dipisahkan dari daun tanaman kayu putih tersebut. Proses penyulingan dilakukan hingga 2 jam dengan air pada suhu 100o C. Penyulingan tersebut menghasilkan air dan minyak dan dimasukkan kedalam labu pemisah untuk dipisahkan dan didiamkan beberapa saat hingga menghasilkan 2 lapisan yang berbeda antara minyak dan airnya. Hasil minyak yang diperoleh dipindahkan ke dalam botol berukuran kecil lalu ditambahkan natrium sulfat untuk mengikat sisa minyak. Penelitian menunjukkan bahwa distilasi uap dan air atau metode kukus ini dapat menghasilkan presentasi hasil minyak atau rendemen minyak yang tinggi dibanding metode lainnya.
3. Peran Kimia dalam Proses Pemisahan dan Pemurnian
Setelah melalui proses distilasi, minyak dapat dipisahkan dengan air berdasarkan perbedaan massa jenis dan Tingkat ke polaran nya. Setelah itu dilakukan proses pemisahan komponen senyawa dalam campuran menjadi beberapa fraksi berdasarkan tingkat kepolaran, titik leleh, atau densitas menggunakan pelarut yang tidak saling bercampur. Teknik ini bertujuan untuk mengisolasi, memurnikan, atau mengelompokkan senyawa yang ada didalam ekstrak tanaman kayu putih.
4. Senyawa Kimia yang terdapat dalam Minyak Kayu Putih
Kandungan senyawa kimia yang terdapat dalam minyak kayu putih memiliki komponen utama yang meliputi, 1,8-sineol, terpineol, pinene, dan limonene. Dalam analisis minyak kayu putih menunjukkan bahwa kandungan 1,8-sineol yang terdapat dalam minyak kayu putih dapat mencapai sekitar 63% dari total komponen pada minyak tersebut.
5. Peran Kimia
Peran kimia dalam pembuatan minyak kayu putih digunakan untuk mengidentifikasi senyawa penyusun, menentukan kadar senyawa aktif dan memastikan kualitas pada hasil produk.
Kimia memiliki peran yang sangat penting dalam pembuatan minyak kayu putih seperti dalam proses distilasi atau penyulingan, pemisahan, pemurnian, hingga menganalisis senyawa yang terkandung dalam produk tersebut. Minyak kayu putih memiliki senyawa utama yang dihasilkan yaitu 1,8-sineol yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Mari Bergabung dengan Jurusan Teknologi Pangan Ma’soem University!
Apakah Anda tertarik untuk menjadi ahli dalam menciptakan inovasi pangan sehat? Bergabunglah dengan Program Studi Teknologi Pangan Ma’soem University. Di sini, Anda akan belajar cara mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dengan fasilitas laboratorium yang lengkap dan bimbingan dosen ahli.
Jangan lewatkan kesempatan untuk berkontribusi bagi ketahanan pangan bangsa! Segera daftarkan diri Anda secara online melalui tautan di bawah ini:
Link Pendaftaran: https://pmb.masoemuniversity.ac.id/
WhatsApp: 081385501914
Website Resmi: https://masoemuniversity.ac.id/





