FOOD MYTH, Benarkah Semua Makanan Kemasan Mengandung Banyak Pengawet? Ini Fakta yang Perlu Anda Ketahui

Oleh : Lenny Amelia HK

“Jangan Makan Makanan Kemasan, Banyak Pengawetnya!”

Kalimat seperti ini mungkin pernah Anda dengar dari orang tua, kerabat, atau bahkan beredar di media sosial. Tidak sedikit masyarakat yang menganggap semua makanan kemasan pasti mengandung banyak bahan pengawet dan berbahaya bagi kesehatan. Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu. Teknologi pangan modern justru berkembang untuk menghasilkan produk yang aman, berkualitas, dan memiliki umur simpan yang sesuai tanpa harus selalu bergantung pada bahan pengawet. Lalu, apa sebenarnya yang membuat makanan kemasan bisa bertahan lama?

Image
Pengawet Hanyalah Salah Satu Cara

Dalam ilmu Teknologi Pangan, memperpanjang umur simpan produk tidak hanya dilakukan dengan menambahkan bahan pengawet. Ada banyak teknologi lain yang justru lebih berperan, seperti:

  • Pasteurisasi
  • Sterilisasi
  • Pengeringan
  • Pembekuan
  • Fermentasi
  • Pengemasan vakum
  • Pengemasan aseptik
  • Pengaturan kadar air

Artinya, suatu produk bisa memiliki masa simpan panjang meskipun tidak menggunakan bahan pengawet tambahan.

Contohnya Ada di Sekitar Kita

Coba perhatikan beberapa produk berikut.

Susu UHT dapat bertahan berbulan-bulan karena diproses menggunakan suhu sangat tinggi dan dikemas secara aseptik.

Mi instan memiliki umur simpan panjang karena kadar airnya sangat rendah sehingga mikroorganisme sulit berkembang.

Susu bubuk menjadi awet karena proses pengeringan menghilangkan sebagian besar air.

Buah beku (frozen fruit) bertahan lama karena disimpan pada suhu yang menghambat aktivitas mikroorganisme.

Semua contoh tersebut menunjukkan bahwa teknologi pengolahan sering kali lebih menentukan daripada penggunaan bahan pengawet.

Kalau Ada Pengawet, Apakah Berbahaya?

Belum tentu.

Dalam industri pangan, bahan pengawet yang digunakan harus melalui proses evaluasi keamanan dan hanya boleh digunakan sesuai batas maksimum yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Artinya, penggunaannya tidak boleh sembarangan. Jenis, fungsi, dan jumlahnya diatur agar tetap aman bagi konsumen apabila digunakan sesuai ketentuan. Yang justru perlu diwaspadai adalah produk yang diproduksi tanpa memperhatikan standar keamanan pangan atau menggunakan bahan tambahan yang tidak diizinkan.

Mengapa Makanan Tetap Bisa Rusak?

Meskipun dikemas, makanan tetap memiliki masa simpan. Seiring waktu, kualitas produk dapat menurun akibat oksidasi, perubahan aroma, kelembapan, atau kerusakan kemasan. Itulah sebabnya setiap produk memiliki tanggal kedaluwarsa atau tanggal “baik digunakan sebelum” sebagai panduan bagi konsumen.

Mari Bergabung dengan Jurusan Teknologi Pangan Ma’soem University!

Segera daftarkan diri Anda secara online melalui tautan di bawah ini:

Link Pendaftaran: https://pmb.masoemuniversity.ac.id/

WhatsApp: 081385501914

Website Resmi: https://masoemuniversity.ac.id/