Oleh : Lenny Amelia HK
Pukul 07.30 – Ketika Pabrik Baru Mulai Beroperasi
Suara mesin mulai terdengar. Truk-truk pengangkut bahan baku satu per satu memasuki area pabrik. Hari ini, sebuah truk membawa tepung terigu sebanyak 15 ton. Apakah tepung itu bisa langsung digunakan? Tidak. Sebelum masuk ke proses produksi, seseorang harus memastikan bahwa bahan tersebut benar-benar memenuhi standar. Orang itu adalah Quality Control (QC).
Pukul 08.00 – Pemeriksaan Pertama Dimulai
Petugas QC mengambil sampel tepung dari beberapa titik. Mengapa tidak hanya satu? Karena kualitas seluruh muatan harus diwakili oleh sampel yang benar. Di laboratorium, sampel mulai diperiksa. Apakah warnanya sesuai? Apakah aromanya normal? Apakah kadar airnya memenuhi spesifikasi? Apakah terdapat benda asing? Jika salah satu parameter tidak sesuai, bahan baku dapat ditolak sebelum digunakan.
Pukul 10.00 – Menguji Produk yang Sedang Diproduksi
Produksi dimulai. Namun pekerjaan QC belum selesai. Secara berkala, sampel produk diambil dari jalur produksi. Misalnya sebuah perusahaan memproduksi biskuit. QC akan memeriksa:
🍪 Berat setiap keping.
🍪 Tingkat kerenyahan.
🍪 Warna hasil pemanggangan.
🍪 Ukuran.
🍪 Aroma.
🍪 Kadar air.
🍪 Kondisi kemasan.
Semua harus konsisten. Karena konsumen berhak mendapatkan kualitas yang sama pada setiap kemasan.
Pukul 12.30 – Saatnya Masuk Laboratorium Mikrobiologi
Produk yang tampak bersih belum tentu aman. Karena itu dilakukan pengujian mikrobiologi. Di laboratorium, sampel dianalisis untuk memastikan jumlah mikroorganisme masih berada dalam batas yang dipersyaratkan. Pengujian ini menjadi salah satu bagian penting dalam sistem keamanan pangan.
Pukul 14.00 – Ketika QC Harus Mengambil Keputusan Sulit
Bayangkan sebuah produk telah selesai diproduksi. Nilainya hampir sempurna. Namun… Warna produk sedikit berbeda dari standar perusahaan. Apa yang harus dilakukan? Apakah tetap dijual? Seorang petugas QC harus berani mengambil keputusan berdasarkan data dan prosedur yang berlaku. Jika produk tidak memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan, maka produk tersebut harus dievaluasi lebih lanjut sebelum diputuskan langkah penanganannya. Keputusan seperti ini membutuhkan integritas dan tanggung jawab yang tinggi.
Pukul 15.30 – Menulis Laporan Mutu
Semua hasil pemeriksaan dicatat. Mulai dari bahan baku hingga produk jadi. Data tersebut tidak hanya menjadi arsip, tetapi juga digunakan untuk:
- mengevaluasi proses produksi;
- menemukan penyebab jika terjadi penyimpangan;
- meningkatkan kualitas produk secara berkelanjutan;
- mendukung penerapan sistem manajemen mutu dan keamanan pangan.
Di dunia industri, keputusan terbaik selalu didasarkan pada data.
Mengapa Quality Control Sangat Penting?
Bayangkan jika tidak ada QC. Produk dengan kadar air terlalu tinggi mungkin lebih cepat berjamur. Kemasan yang bocor bisa menurunkan mutu produk. Label yang tidak sesuai dapat menimbulkan kesalahan informasi bagi konsumen. Karena itu, Quality Control menjadi salah satu “garda depan” dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan.
Apa Bedanya Quality Control dan Quality Assurance?
Banyak orang mengira keduanya sama. Padahal berbeda. Quality Control (QC) berfokus pada pemeriksaan dan pengujian bahan baku, proses, maupun produk untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar. Sementara Quality Assurance (QA) merancang dan mengawasi sistem agar proses produksi sejak awal berjalan dengan benar sehingga mutu produk dapat dipertahankan secara konsisten. Keduanya saling melengkapi.
Belajar Menjadi Quality Control di Universitas Ma’soem
Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ma’soem membekali mahasiswa dengan keterampilan analisis pangan, mikrobiologi pangan, kimia pangan, sistem jaminan mutu, keamanan pangan, teknik laboratorium, serta pengendalian mutu industri. Melalui praktikum dan pengalaman berbasis proyek, mahasiswa belajar menggunakan berbagai metode pengujian untuk memastikan bahwa pangan yang dihasilkan memenuhi standar mutu dan keamanan.




