METODOLOGI IDENTIFIKASI BAHAYA (BIOLOGIS, KIMIA, FISIK) DAN  ANALISIS RISIKO PADA DOKUMEN HACCP

Oleh : Hawa Suci Rahmawati

Keamanan pangan merupakan aspek penting dalam industri pangan, terutama dalam sistem  jaminan halal. Salah satu metode yang digunakan secara global adalah HACCP (Hazard  Analysis Critical Control Point), yaitu sistem yang mengidentifikasi dan mengendalikan  bahaya pada setiap tahapan produksi pangan.  Dalam HACCP, semua potensi bahaya harus diidentifikasi sejak bahan baku hingga produk  akhir. Bahaya tersebut diklasifikasikan menjadi tiga kategori utama yaitu biologis, kimia, dan  fisik. Oleh karena itu, diperlukan metodologi yang sistematis untuk memastikan semua risiko  dapat dikendalikan.

Identifikasi Bahaya dalam HACCP
Bahaya Biologis

Image

Bahaya biologis merupakan bahaya yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri,  virus, jamur, dan parasit yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Contoh bahaya biologis Salmonella,   Escherichia coli (E. coli), Listeria monocytogenes dan Virus Hepatitis A.

Bahaya Kimia
Bahaya kimia adalah kontaminasi pangan oleh zat kimia berbahaya seperti pestisida, logam  berat, bahan pembersih, atau aditif berlebih. Contoh bahaya kimia residu pestisida, logam berat (Hg, Pb, Cd), bahan kimia pembersih, alergen. Bahaya ini dapat menyebabkan efek akut maupun kronis seperti keracunan hingga kanker.

Image

Bahaya Fisik
Bahaya fisik adalah benda asing yang tidak seharusnya terdapat dalam makanan dan dapat  menyebabkan cedera. Contoh bahaya fisik: pecahan kaca, logam, plastik, tulang. Bahaya ini biasanya berasal dari kerusakan alat, bahan baku, atau kesalahan proses produksi.

Image

Metodologi Analisis Risiko dalam HACCP
Analisis risiko dalam HACCP dilakukan melalui beberapa tahapan utama diantaranya : (1) Mengidentifikasi semua potensi bahaya pada setiap tahap produksi, mulai dari bahan baku  hingga distribusi, (2) Menentukan tingkat risiko, (3) Menentukan titik kendali kritis dimana bahaya dapat dicegah atau dikurangi. (4) Menentukan batas aman seperti suhu, waktu, atau pH. (5) Melakukan pemantauan secara rutin pada CCP, (6) tindakan koreksi dilakukan jika terjadi penyimpangan dari batas kritis dan (7) Memastikan sistem HACCP berjalan efektif dan terdokumentasi dengan baik.

Mari Bergabung dengan Jurusan Teknologi Pangan Ma’soem University!

Apakah Anda tertarik untuk menjadi ahli dalam menciptakan inovasi pangan sehat? Bergabunglah dengan Program Studi Teknologi Pangan Ma’soem University. Di sini, Anda akan belajar cara mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dengan fasilitas laboratorium yang lengkap dan bimbingan dosen ahli.

Jangan lewatkan kesempatan untuk berkontribusi bagi ketahanan pangan bangsa! Segera daftarkan diri Anda secara online melalui tautan di bawah ini:

Link Pendaftaran: https://pmb.masoemuniversity.ac.id/

WhatsApp: 081385501914

Website Resmi: https://masoemuniversity.ac.id/