Peristiwa Klimaterik Pada Buah : Mengapa Pisang dan Mangga Masih  Manis Setelah Dipetik? 

Oleh : Aulia Syahfa Kosasih 

Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa pisang hijau yang disimpan lama-kelamaan  akan menguning dan matang, sedangkan stroberi cenderung membusuk, bukan  matang? Ternyata, itu bukan kebetulan. Hal ini terjadi karena berdasarkan proses  pematangannya, buah dibagi menjadi 2 kategori yaitu buah klimaterik dan non 

klimaterik. Buah klimaterik adalah buah yang mengalami peningkatan laju respirasi  dan produksi etilen pada tahap pematangan contoh buah klimaterik, antara lain alpukat,  pisang, jambu biji, durian, mangga, kiwi, apel nangka, pepaya, pir, dan tomat. Buah  non-klimaterik adalah buah yang tidak mengalami peningkatan respirasi dan produksi  etilen saat pematangan. Selama proses pematangan, buah non-klimaterik cenderung  menunjukkan penurunan tingkat respirasi dan produksi etilen. contoh buah non klimaterik, antara lain jeruk, anggur, lemon, melon, nanas, rambutan, semangka, dan  stroberi.

1. Pengertian dan ciri-ciri buah klimaterik 
Buah klimaterik adalah kelompok buah yang masih melakukan proses pematangan  secara cepat setelah panen, aktivitas respirasi pada buah klimaterik akan menurun  seiring meningkatnya kematangan buah hingga mencapai kematangan optimal. Buah klimaterik akan semakin matang setelah dipanen, sehingga kebanyakan  buah akan dipetik saat belum matang. Hal ini disebabkan karena pada buah klimaterik,  proses pematangannya membutuhkan gas etilen. 

Peningkatan lonjakan laju respirasi dan produksi etilen yang cenderung  meningkat secara bertahap setelah panen, sehingga buah akan terus mengalami proses  pematangan. Biasanya setelah dipetik dari pohon buahnya harus  melalui proses pemeraman, proses tersebut dilakukan dengan cara menggabungkan  buah yang sudah matang dengan buah mentah dalam satu wadah. Gas etilen yang dihasilkan oleh buah matang akan menyebar ke semua sudut wadah sehingga buah  mentah akan otomatis ikut matang. Selain itu, pemeraman juga dapat dilakukan dengan  menggunakan karbit. Sebenarnya cara pemeramannya sama dan lebih cepat, sehingga  banyak dilakukan oleh pedagang buah. Setelah mengalami pemasakan sempurna, maka  buah klimaterik akan mengalami pembusukan secara perlahan.
Contoh buah klimaterik diantaranya yaitu manggis, jambu, sirsak, melon, sawo,  papaya, nangka, mangga, durian, dan pisang. Walaupun buah-buah tersebut perlu  dipanen sebelum matang, waktu panennya pun tidak boleh sembarangan. Tidak boleh  asal petik buah yang masih muda untuk, terdapat ciri khusus untuk menadai buah  klimaterik layak dipanen. Seperti halnya buah papaya, yang dapat dipanen setelah ada  warna merah pada ujung buah, maupun buah nangka dipanen setelah durinya melebar. 

2. Pengertian dan ciri-ciri buah non-klimaterik  
Buah non-klimaterik adalah buah yang tidak mengalami peningkatan respirasi dan  produksi etilen saat pematangan. Selama proses pematangan, buah non-klimaterik  cenderung menunjukkan penurunan tingkat respirasi dan produksi etilen. Contoh buah  non-klimaterik, antara lain jeruk, anggur, lemon, melon, nanas, rambutan, semangka,  dan stroberi. Pada saat proses  panen, buah non-klimaterik tidak perlu lagi melakukan pemeraman agar bisa lebih matang. Buah non-klimaterik harus dipanen dengan perhitungan yang tepat, yaitu saat  kondisi matang dan dalam keadaan baik. Salah satu indikator penentuan waktu panen  yang umum digunakan adalah kenampakan visual atau warna. Selain itu faktor yang  perlu dipertimbangkan adalah sifat fisik dan kimia buah. Hal ini bertujuan agar  mempunyai kualitas tinggi, sehingga sampai ke tangan konsumen dalam keadaan baik. 

3. Mengapa buah bisa mengalami pembusukan  
Laju respirasi dan produksi etilen berhubungan erat dengan umur simpan suatu  bahan pangan, di mana laju respirasi yang tinggi dan peningkatan produksi etilen  menyebabkan umur simpan buah menjadi lebih pendek, sehingga buah klimaterik  memiliki umur simpan yang lebih pendek dibanding buah non-klimaterik. Respirasi menghasilkan panas yang menyebabkan penurunan kualitas  pada buah, seperti kehilangan air, pelayuan, dan peningkatan jumlah mikroorganisme  pembusuk, karena peningkatan panas memberi kondisi ideal bagi pertumbuhan  mikroorganisme tersebut. Etilen dan oksigen yang meningkat juga mempercepat laju  respirasi yang pada akhirnya akan memperpendek umur simpan buah segar. Suhu penyimpanan yang tinggi semakin mempercepat laju respirasi dan  produksi etilen, serta meningkatkan pertumbuhan mikroorganisme pembusuk pada  buah mangga dan produk hortikultura lainnya. 

Buah-buahan dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori berdasarkan laju  respirasinya, yaitu buah klimaterik dan buah non-klimaterik. Buah klimaterik adalah  buah yang masih melakukan proses pematangan secara cepat setelah panen dan  mengalami peningkatan laju respirasi dan produksi etilen pada tahap pematangan.  Contoh buah klimaterik yaitu alpukat, pisang, dan mangga . Buah non-klimaterik  adalah buah yang tidak mengalami peningkatan respirasi dan produksi etilen saat  pematangan. Selama proses pematangan, buah non-klimaterik cenderung menunjukkan  penurunan tingkat respirasi dan produksi etilen. Contoh buah non-klimaterik, antara  lain jeruk, lemon, dan stoberi. Perbedaan ini memengaruhi umur simpan buah. Buah  klimaterik akan lebih cepat busuk karena respirasi tinggi, panas, dan mikroorganisme,  sementara non-klimaterik lebih tahan lama jika dipanen tepat waktu. Pemahaman ini  penting untuk panen, pemeraman, dan penyimpanan optimal guna menjaga kualitas  buah.

Mari Bergabung dengan Jurusan Teknologi Pangan Ma’soem University!

Apakah Anda tertarik untuk menjadi ahli dalam menciptakan inovasi pangan sehat? Bergabunglah dengan Program Studi Teknologi Pangan Ma’soem University. Di sini, Anda akan belajar cara mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dengan fasilitas laboratorium yang lengkap dan bimbingan dosen ahli.

Jangan lewatkan kesempatan untuk berkontribusi bagi ketahanan pangan bangsa! Segera daftarkan diri Anda secara online melalui tautan di bawah ini:

Link Pendaftaran: https://pmb.masoemuniversity.ac.id/

WhatsApp: 081385501914

Website Resmi: https://masoemuniversity.ac.id/